Pameran Pendidikan (LEE 2017) di SMA Lokon akan diselenggarakan Sabtu, 28 Oktober 2017 Pendaftaran 0431.3511929

SMA Lokon Sabet Juara Umum Atletik Tomohon

"Kejuaraan ini bertujuan untuk mencari bakat-bakat anak muda di bidang atletik untuk diperhatikan dan dibina oleh PASI Tomohon.

Retret Kelas XII SMA Lokon di Alamanda Retret

Semua kelas akan dibimbing oleh Pst. Adam OCD dan didampingi oleh Guru BK dan Pamong asrama.

Lokon Cup 2k17, Siap Digelar 5 Juni

Ada tiga cabang olah raga yang dipertandingkan dalam Lokon Cup 2k17, yaitu Basket, Dance dan Drumbattle

Penamatan 121 Siswa SMA Lokon

MA Lokon St. Nikolaus Sabtu siang ini (6/5/2017), berhasil menamatkan 121 siswa angkatan ke 13 atau Angkatan Bravery.

Tim OSN SMAN Lokon, Maju ke Provinsi

Berikut ini 15 siswa-siswi SMA Lokon yang mengikuti seleksi Olimpiade Sains Tingkat Provinsi Tahun 2017.

24 Desember 2009

MERRY CHRISTMAS 2009 AND HAPPY NEW YEAR 2010



BROTHERHOODS NIGHT


Crew pemasang tenda dan peralatan band terlihat asyik "bekerja" memasang peralatannya di atas lapangan Volley Ball di Utara Asrama. Meski sedikit basuar, nampak mereka serius memasang peralatan itu. Ada enam personil yang bekerja. Sementara Ketua Osis sejak tadi mengawasi dan sekali-kali terlibat dalam perbincangan dengan pimpinan Crew. Entah apa yang didiskusikan. Yang jelas setting performancenya makin ketara apik. Dua tenda terpasang. Di bawah tenda peralatan band lengkap dengan sound systemnya. Test sound berkali-kali terdengar.


Sementara itu di lapangan sepakbola yang tidak jauh dari lapangan volley, tampak bas taman memasang kayu-kayu kering yang akan dipakai untuk api unggun. Kayu disusun sedemikian rupa sehingga apabila api membakar kayu niscaya api akan membumbung naik ke awan. Begitu rapih penyusunan tampak gundukan api unggung menyerupai gunung kayu kering.

Hari ini, hari Rabu tanggal 16 Desember 2009. Besok semua siswa menerima rapor hasil belajar selama semester ganjil. Setelah menerima rapor, mereka libur panjang sekaligus libur natal dan tahun baru 2010. Karena itulah, malam hari ini dibuat Malam Keakraban dan Persaudaraan komunitas Civitas Akademika SMA Lokon. Semua siswa, guru, karyawan dan alumni diundang untuk mengikuti malam keakraban ini.

Acara telah disusun oleh OSIS sebagai penyelenggara. Dibuka dengan Sate Night, lalu Opening Ceremony dengan Band Lokon performance. Setelah itu, renungan malam mengelilingi api unggun yang terlebih dahulu dinyalakan. Perwakilan masing-masing angkatan yaitu Sixty (enam), Jackpots (tujuh) dan Infinity (delapan) membawakn doa-doanya untuk memasuki tahun baru 2010.Semua siswa berkeliling sambil berpegang tangan ketika doa dan lagu-lagu rohani dikidungkan bersama.

Puncak acara adalah penyalaan Kembang Api per angkatan. Ketika kembang api dinyalakan, suasana kemeriahan dalam pesta kembang api terlihat dari wajah-wajah penonton. Kembang api yang paling spetakuler dinyalakan pada akhir acara yang bergantian dengan performance band SMA Lokon per angkatan juga.


07 Desember 2009

Peluncuran Buku “Pendidikan Berbasis Kehidupan”,Titik Tolak dan Tujuan Pendidikan adalah Kehidupan

Sumber: Manado Post, Saturday, 05 December 2009 10:36

Pendidikan yang sejati membimbing seorang anak menuju kedewasaan untuk berhasil dalam hidupnya, dan terlebih lagi agar hidupnya bermakna. Artinya, titik tolak dan tujuan pendidikan adalah kehidupan.
PRIHATIN dengan kesenjangan dalam penyelenggaraan pendidikan dimana kualitas SDM produk pendidikan Indonesia dianggap kurang mampu bersaing di pasar internasional, Ronald Korompis, seorang pengusaha sukses nasional kelahiran Manado menggagas suatu konsep pendidikan yang disebutnya Kurikulum Berbasis Kehidupan.
Gagasan inovatif ini telah diterapkan di sekolah yang dikelola yayasan pendidikan yang dipimpinnya, yakni SMA Lokon St Nikolaus Kota Tomohon, juga dituangkan dalam sebuah buku berjudul “Kurikulum Berbasis Kehidupan”. Buku yang diluncurkan hari ini Sabtu (5/12), ditulis bersama ilmuwan Prof Dr Mezak Arnold Ratag, yang kini menjadi Kepala Lembaga Penelitian dan Pengembangan Yayasan Pendidikan Lokon.
“Dengan kurikulum ini, pendidikan benar-benar harus mengacu kepada kehidupan secara utuh, bukan hanya kehidupan di dunia ini tetapi juga kehidupan yang akan datang,” katanya kepada Manado Post di SMA Lokon St Nokolaus Kota Tomohon, Kamis (3/12).
Ide dan pemikiran Kurikulum Berbasis Kehidupan diakuinya muncul keimanan dan ketulusannya untuk membangun pendidikan dan keprihatinan atas sistem pendidikan, yang hanya mengedepankan kecerdasan intelektual dan mengabaikan kecerdasan moral dan spiritual.
Lebih lanjut Korompis memaparkan, penerapan Kurikulum Berbasis Kehidupan di SMA Lokon St Nikolaus telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Sejak beroperasi tujuh tahun lalu, sekolah berasrama ini selalu memiliki tingkat kelulusan seratus persen. Selain itu, lebih dari 250 penghargaan telah diterima para siswa SMA Lokon dalam berbagai perlombaan termasuk olimpiade sains tingkat kabupaten, provinsi, nasional dan internasional. “Dua tahun terakhir, 75 persen hingga 80 persen siswa yang mewakili Sulut dalam olimpiade sais nasional adalah para siswa SMA Lokon,” ujarnya.
“Itu membuktikan bahwa pemberian perhatian kepada kecerdasan anak secara integral holistik-intelektual, fisik, emosional, moral dan spritual tidaklah mengurangi tingkat kemampuan anak dalam intelektualnya malah sebaliknya,” ungkapnya sembari menambahkan pendidikan yang sejati membimbing seorang anak menuju kedewasaan untuk berhasil dalam hidupnya, dan terlebih lagi agar hidupnya bermakna.
Artinya, titik tolak dan tujuan pendidikan adalah kehidupan. Pada kesempatan tersebut, Korompis memaparkan keinginannya untuk membangun sekolah Pra-TK, TK, SD dan SMP dan perguruan tinggi dengan kurikulum berbasis kehidupan untuk lebih menjamin kesinambungan kurikulum tersebut.
Ia bercita-cita persekolahan dengan Kurikulum Berbasis Kehidupan harus menjadi sumber penghasil model-model keteladan di Minahasa dan Sulawesi Utara. “SMA Lokon kini memiliki sekitar 340 siswa dari berasal dari berbagai daerah, agama dan suku serta kaya dan miskin. disini kami tidak mengenal diskriminasi,” ujarnya lagi.
Ronald Korompis lahir di Manado 12 September 1943. Ia merupakan anak ke-6 dari pasangan Liem Sioe Bo dan Koh Toh Nioh. Ronald Korompis menikah dengan Maria J Wewengkang pada tahun 1966 dan telah dikarunia lima orang anak.
Sebagai pebisnis nasional ‘top level’, Ronald Korompis dikenal ulet, cerdas, brilian dan memiliki naluri kemanusiaan yang tinggi serta iman kepada Tuhan. Keimanannya telah membawanya bersama sang istri terjun ke dunia pendidikan dan sosial untuk membangun dunia pendidikan dan membantu sesama di tanah kelahirannya, tanah Toar Lumimuut. (Gomes)

Selamat karena Alkitab, Ajarkan Siswa Takut Tuhan


Ronald Korompis Pengusaha Sukses Nyiur Melambai
Monday, 07 December 2009 11:22 , Laporan Filip Kapantouw | Manado Post



Tahun 1993, pengusaha sukses Ronald Korompis mengalami cobaan berat tatkala terserang penyakit liver Hepatitis B. Saudara-saudaranya meninggal akibat penyakit itu. Dalam tidurnya, pemilik Yayasan Pendidikan Lokon ini bermimpi membaca Alkitab hingga mendapat keajaiban. Bagaimana kisahnya? RONALD Korompis lahir di Manado 12 September 1943. Ia merupakan anak ke-6 dari pasangan Liem Sioe Bo dan Koh Toh Nio. Ronald yang menikah dengan Maria J Wewengkang pada 1966, dikarunia lima orang anak, yakni Daniel, Solidi, Didi, Dirga dan Daya. Hidupnya semakin lengkap tatkalah dianugerahi sembilan orang cucu. Sebagai pebisnis nasional ‘top level’, ia dikenal sebagai pribadi yang ulet, cerdas, brilian serta memiliki kisah hidup yang menarik.
Kisah kembalinya satelit Palapa-B2 yang gagal mengorbit alias “hilang” selama sembilan bulan di ruang angkasa dan kemudian diluncurkan kembali, tak lepas dari peran pemilik Yayasan Pendidikan Lokon ini. Pada 1990, satelit itu diluncurkan kembali sebagai Palapa-B2R untuk kepentingan telekomunikasi Indonesia.

Bersama satelit Westar 6, dalam sejarah penerbangan luar angkasa Palapa B-2 adalah satelit pertama yang hilang tetapi kemudian berhasil “ditangkap” dan diluncurkan kembali. Semuanya itu, tidak dapat dilepaskan dari usaha gigih dan kerja keras pendiri Jalan Salib Suci Mahawu (JSSM) ini. Namun, pada 1993, lelaki berkacamata ini, mengalami cobaan berat. Saat itu, divonis dokter mengidap penyakit liver Hepatitis B yang sangat akut. “Penyakit itu sangat ditakuti keluarga saya, sebab kakak kandung saya meninggal pada umur 49 tahun karena penyakit itu,” ujar Korompis yang terlahir sebagai keluarga enterpreneur ini.

Hal yang sama dialami kedua sepupunya yang meninggal dengan penyakit sama pada umur 39 dan 41 tahun. Karenanya, terang Korompis, saat itu ia keliling dunia untuk berobat ke Singapura, Tiongkok, Jepang, USA, Belanda, dan bahkan Belgia. Awal 1995, ia berkali-kali mimpi sedang membaca Alkitab. “Saya cerita ke istri saya tentang mimpi tersebut. Saya juga bilang bahwa Tuhan tidak mengenal saya,” kenangnya.


Korompis mengaku, saat itu ia tidak pernah belajar tentang Alkitab. Karena matanya memang sering bermasalah. Jika terlalu lama membaca Alkitab, air matanya langsung bercucuran. “Hurufnya terlalu kecil,” katanya.
Mungkin melihat gelagatnya suami yang mulai menekuni rutinitas baru, yakni membaca Alkitab, sang istri memberi dia hadiah berupa Alkitab yang berukuran lebih besar. “Anak-anak ikut heran melihat papanya membaca Alkitab,” akunya sembari menambahkan, sebuah mimbar setinggi badan akhirnya dibeli supaya Alkitab diposisikan lebih sempurna dan ia lebih nyaman membaca.
Sang istri pun menyarankan kalau membaca Alkitab harus didahului dengan doa dan mengundang pastor. Tapi, permintaan untuk mengundang pastor ia tolak karena khawatir ‘program’ membaca Alkitab terhenti di tengah jalan.

Jadilah Korompis membaca Alkitab dalam keadaan berdiri selama 4 setengah bulan, dari Kejadian sampai Wahyu. “Waktu baca sekali, apa yang saya dapat hanya sedikit,” ungkapnya sembari menambahkan membaca keseluruhan Alkitab hingga 2-3 kali.
Setelah membaca Alkitab secara keseluruhan, ia mengaku mendapatkan pencerahan. Ia kemudian mengambil kesimpulan, bahwa siapa yang bisa mengejawantahkan ayat-ayat suci dengan benar dan diberlakukan dalam kehidupan sehari-hari, hidupnya akan berhasil dan bahagia dengan damai tertinggi.


Ayat-ayat dalam Alkitab-lah yang membuat sadar, bahwa untuk menciptakan generasi (khususnya anak-anak di Manado) yang berkualitas, semua harus dimulai dari pendidikan. “Sebab Tuhan Yesus menjelma jadi manusia dengan peran utama sebagai guru kehidupan. Dan sebelum naik ke surga, ia meminta murid-muridnya untuk menjadikan semua bangsa menjadi Murid-Nya. “Baik buruknya orang Manado adalah bagian dari pada saya juga,” tambah alumni SMA Negeri II Manado angkatan 1963 ini.

Korompis kemudian membawa misi pendidikan berkualitas hingga ke SMU Lokon Saint Nikolaus, yang saat ini sudah tujuh tahun beroperasi. Sekolah unggulan yang berada di Kota Tomohon ini diajarkan untuk takut akan Tuhan. “Tidak hanya sebatas tahu, mengerti dan menghayati, tapi harus melaksanakan dalam hidup,” terangnya.
Ia menjelaskan, salah satu kurikulum berbasis kehidupan mengajarkan untuk mengambil semua keputusan selaras dengan Firman Tuhan. “Harus dididik setiap anak supaya sadar bahwa anugerah terbesar untuk setiap orang adalah kehidupan,” pungkasnya. (***)



03 Desember 2009

PELUNCURAN BUKU KBK DAN LOMBA KARYA ILMIAH

A. PELUNCURAN BUKU


Sebuah buku berjudul "Kurikulum Berbasis Kehidupan: Pandangan tentang Pendidikan menurut Ronald Korompis" ditulis oleh Prof. DR. Mezak A. Ratag, APU, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengembangan Yayasan Pendidikan Lokon, akan dilaunching pada hari Sabtu, 5 Desember 2009.

Buku ini dicetak dan diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Lokon/ITB Press-Penerbit ITB.I SBN: 978-602-95639-0-0

Kegiatan ini akan diadakan di Sport Hall, SMA Lokon St. Nikolaus, Tomohon, Sulawesi Utara.

Waktu: 14.00 Wita sd selesai

Doorprize:
  • Laptop
  • Blackberry
  • HP Nokia, dll

B. LOMBA KARYA ILMIAH DESAIN SISTEM PERSEKOLAHAN


Jenis Lomba: Karya Ilmiah
Tema Lomba: Tentang sistem persekolahan Pra TK - SD - SMP - SMA berdasarkan konsep Kurikulum Berbasis Kehidupan yang integral - holistik dan mencakup kecerdasan intelektual, emosional, moral dan spiritual. (seperti yang diulas dalam buku, "Kurikulum Berbasis Kehidupan: Pandangan tentang Pendidikan menurut Ronald Korompis")
  1. Aku ada karena kita ada.
  2. Rajin belajar dan rajin bekerja.
  3. Berpikir positif.
  4. Rendah Hati.
  5. Takut akan Tuhan.
Dewan Juri : Ketua, Prof DR Mezak A. Ratag, APU
Peserta : Guru-guru dan Praktisi Pendidikan

Hadiah :
  1. Utama: 10 juta rupiah, plus Lokon Education Award (kontrak R & D sebesar Rp. 50.000.000,-
  2. Hadiah Kedua : 5 juta rupiah
  3. Hadiah Ketiga : 2,5 juta rupiah
Naskah paling lambat diterima: 5 Januari 2010

Informasi selengkapnya:
  • Lemlitbang YPL telp. 0431. 351660
  • Email : litbang_YPL@yahoo.com
Sumber: Lemlitbang YPL 2009

02 Desember 2009

LOMBA MATA PELAJARAN MATEMATIKA, FISIKA DAN BHS INGGRIS TINGKAT SMP SE SULUT

Hari Senin, tanggal 30 Desember 2009. Mini theatre SMA Lokon kembali dipenuhi oleh para siswa SMP se Sulawesi Utara dan para kepalasekolah atau para pendamping. Kurang lebih 150 orang plus panita Lomba mengisi ruangan MT. Tampak wajah-wajah adik-adik SMP sedikit tegang karena sebentar lagi lomba akan dimulai.

Di belakang meja panelis telah duduk dari kiri ke kanan, Edward , Ketua OSIS, Bp Rory Octavianus, Ketua Panita Lomba, Bp. Max M Imbang, Kepala Sekolah SMA Lokon dan Bp. Eldad Tambun, Wakasek Hubmas SMA Lokon. Tampak bapak-bapak ini sudah siap untuk membuka kegiatan lomba Matapelajaran ini. Sementara itu, ruangan mini theatre semakin dipenuhi oleh para peserta yang datang terlambat.

Opening ceremony dimulai. Amanda TS Nembaopit, pengurus OSIS, membuka acara dan menyampaikan susunan acara. Setelah semua menyanyikan Mars Lokon, acara diteruskan dengan sambutan-sambutan dari panita, OSIS, dan pihak sekolah. Inti diadakan kegiatan lomba ini adalah  sumbangsih sekolah dalam rangka sewindu operasional SMA Lokon, sekaligus dalam rangka peluncuran Buku Kurikulum Berbasis Kehidupan yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 5 Desember 2009.

Tercatat jumlah seluruh peserta ada 150 siswa dari 28 sekolah SMP di seluruh Sulawesi Utara dan Gorontalo. Mereka berasal dari Kotamobagu, Ratahan, Langowan, Kota Manado, Bitung, Kota Tomohon.

Hasil Lomba:

Bhs Inggris:
1. Renyta Suwuh (276), SMP Kr. Eben Haezer, Manado
2. Patrick Roeroe (272), SMP Negeri 1, Tomohon
3. Kersty P.N. Pinotoan (263), SMP Pax Christi, Manado

Matematika:
1. Felita A. Mustika (92,5), SMP Eben Haezer, Manado
2. Erland Ngantung (85), SMP Eben Haezer, Manado
3. Dessi Ginting (82,5), SMP Katolik Stella Maris, Tomohon

Fisika:
1. Efrata Tamboto (136), SMP Katolik Stella Maris, Tomohon
2. Wiken Lengkong (131), SMP Negeri 1, Tomohon
3. Frilly Tuelah, (73) SMP Frater Don Bosco, Tomohon

Para juara mendapat 'golden ticket' untuk datang pada saat peluncuran Buku KBK, 5 Desember 2009 sekaligus penerimaan Hadiah Lomba.

Lomba ditutup pada pukul 15.00. Terimakasih untuk kita semua.