Tes Masuk siswa baru SMP LOKON & SMA LOKON berasrama Tahun Pelajaran 2017/2018 telah dibuka.

Konjen Australia dan Akbar Tanjung ke Lokon

"Konsulat Jendral Australia Richard Mathews, dan Akbar Tanjung bersama ibu-ibu Yayasan Warna-Warni Jakarta.

SMA Lokon Koleksi Prestasi 2016

The Best Design Themes TIFF 2016, Juara III Basket Putra Rex Mundi Cup 2016, Juara II Tim Journalist Rex Mundi Cup.

Lokon School Chinese Site

Sesuai dengan MOU YPL dan CI (Confucius Institute), kami akan mengirim guru pengajar Bahasa Mandarin dari Tiongkok.

Dari Festival Panas Bumi

Pemkot Tomohon menggelar Festival Panas Bumi, Tomohon Linow Lake, Tournament of Flowers, Festival Kuliner, Fashion Flower Carnival dalam rangka TIFF.

KKN UGM Memotivasi Siswa Lokon

Kedatangan para mahasiswa KKN PPM (Kuliah Kerja Nyata dan Pembelajaran Pengabdian Masyarakat) pos Kakaskasen dan pos Leilem, Tomohon.

31 Agustus 2010

Dari Bellah, Mimika, Papua ke SMA Lokon

Terus terang, saya sungguh bangga dilahirkan di pedalaman Bellah, Kabupaten Mimika, Papua pada tanggal 25 Juni 1992. Lebih bangga lagi saya mempunyai ibu yang bernama Julibeta Balinol dan ayah yang bernama Samuel Amisim. Saya anak ketiga. Saya hidup di keluarga yang memeluk agama Kristen Protestan. Nama saya Konianus Amisim. Sehari-hari teman saya memanggil saya, Konny.

Ketika saya masih berusia 6 tahun, di kampung saya di Bellah terjadi perang antara OPM dengan tentara Indonesia. Saya masih ingat suasana saat itu sangat mencekam. Di sana-sani tampak berantakan. Tidak sedikit banyak korban dari kedua belah pihak. Perang ini bergejolak selama satu tahun, yaitu tahun 1997. Tidak hanya itu, perang ternyata meluas sampai di kampung Alamah yang jarak tempuh dari Bellah selama 3 hari.
Karena keamanan kurang terjamin di kampung kelahiran saya maka, orang tua mengungsikan saya dan kakak saya menuju ke kota Timik dengan pesawat Helikopter pemerintah sekitar 1 jam lamanya.
Kehidupan baru di kota Timika, Kabupaten Mimika mulai saya jalani bersama kakak-kakak saya dan orang tua saya. Saya kemudian sekolah di SD Inpres Mimika 9 pada tahun 1999. Tahun 2005 saya tamat dari SD. Lalu, saya n melanjutkan ke SMP N 3, di daerah SP 5, Timika.

Ada pengalaman yang membuat saya trauma dan sedih. Ketika saya duduk di kelas 3 SMP, terjadi peperangan antar suku Dani dan Damal di Koamkilama. Perang suku ini berkobar begitu hebat sehingga saya pindah sekolah dan tidak bisa menamatkan di SMP itu.
Karena Susana perang itu, saya pindah sekolah di SMP Negeri Agimuga, sebelah Barat Timika. Jarak Timika ke Agimuga dua hari perjalanan pakai “Jonson” atau perhau bermotor. Saya ingat waktu itu kami pindah bersama dengan teman-teman saya yang berjumlah 15 orang. Saya ingat dua nama yang sekarang sama –sama sekolah di SMA Lokon St. Nikolaus, Tomohon, Sulawesi Utara. Yaitu Editha Degin, Izak Masawarol. Di SMP Negeri Agimuga, saya lulus mengikuti ujian nasional pada tahun 2008.

Pada waktu saya tinggal di Agimuga inilah saya mendengar berita tentang tes penerimaan bagi mereka yang mau melanjutkan studi di ke SMA atau Perguruan Tinggi, yang diselenggarakan oleh LPMAK. Oleh karena itu, saya lalu turun ke Timika untuk mengikuti tes di LPMAK dan akhirnya saya dinyatakan lulus tes masuk SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon, Sulawesi Utara. Betapa senang saya diterima di SMA Lokon itu meski saya tidak mempunyai bayangan sedikitpun tentang situasi dan kondisi sekolah.

29 Agustus 2010

Team Basket Putra "Lovenito" SMA Lokon Menjuarai SMANSA Cup 2010

Manado, Sabtu, Agustus 28, 2010 Rombongan Team Basket Putra dan Putri "Lovenito" SMA Lokon pada pukul 08.00 wita sudah siap berangkat menuju ke SMA Negeri I Manado. Coach Roland Lengkong dengan 2 guru Olah Raga, Bp. Marcellino Rommy Datu dan Bp. Hanny Tuerah siap mendampingi team basket itu menuju ke pertandingan akhir di SMANSA Cup 2010.

Kali ini, team basket putra "Lovenito" juara Lokon Cup 2010 akan berhadapan dengan finalis lainnya dari SMAN "phoniex"  Amurang. Sedangkan team putri berebut juara III dan IV melawan MIS. Perjuangan team basket putra SMA Lokon yang juga merupakan Champions team putra DBL 2010, patut diancungi jempol. Betapa tidak, berbekal dengan latihan sehari-hari dan menjaga kondisi badan yang fit mereka terus mengukir prestasi dalam setiap pertandingan Basket.

Di SMANSA Cup, team basket putra SMA Lokon bermain tanpa target. Yang penting bermain sebaik mungkin, kompak dan disiplin dalam menjalankan peran dan tugasnya di lapangan. Itu prinsip. Justru dengan bermain tanpa beban seperti itu dan mempertahankan permainan yang terbaik, akhirnya team "Lovenito" menjadi juara pertama di SMANSA Cup 2010 dengan mengalahkan finalis SMAN Amurang dengan selisih nilai 20 untuk team Lovenito.

Sementara team basket putri "Lovenito" SMA Lokon menjadi juara III.





28 Agustus 2010

MOS Siswa Martikulasi T.P. 2010/2011: PROGRAM PENGENALAN LINGKUNGAN SISWA-SISWI LPMAK SMA LOKON

Berdoa sebelum berangkat
Tomohon - Jumat, 27 Agustus 2010. Cuaca hari Jumat ini tampak cerah. Wajah-wajah 19 para siswa Martikulasi juga tampak cerah. Mengenakan Kaos Olah Raga berwarna kombinasi Putih dan Biru berlogo SMA Lokon, dengan celana jeans dan bersepatu olah raga, 13 siswa putra dan 6 siswa putri tampak berbaris rapih di depan Lobby untuk mendapat pengarahan dari Koordinator Mitra Pendidikan LPMAK - SMA Lokon, Bapak Eldad Tambun, Spd.

Mereka dibagi dalam tiga kelompok. Tiga kendaraan Mikrolet warna biru siap mengantar mereka. Dengan dibuka dengan doa. Rombongan mulai bergerak. Bp. Marselino Datu, Bp. Stephanus Poluan dan Bapak Tri ikut bergabung mendampingi mereka dan masuk dalam masing-masing kendaraannya. Pukul 08.00 lebih sedikit rombongan tiga kendaraan mikrolet plus mobil sekolah bergerak meninggalkan kampus SMA Lokon menuju ke jalan lingkar Timur di Tomohon Utara. Setiap jalan dan tempat dilewati dicatat oleh siswa. Catatan ini penting untuk bahan evaluasi bersama dan sekaligus untuk penyerapan lokasi dan tempat yang dikunjungi.


Pasar Beriman Tomohon
Ikan Mujahir Ikan yang disukai siswa
Berdialog dengan penjual daging
Setelah parkir di terminal, kami foto bersama di terminal dengan latar belakang Gunung Lokon. Kemudian, kami masuk pasar dari sebelah Timur. Masyarakat berjualan buah-buah dan sayur mayur. Berbagai jenis pisang dijual oleh mereka. Sayuran khas pegunungan seperti Wortel, Sayur Paku, Kol, Labu Siam dll banyak dijual di pasar. Selain itu, bumbu-bumbu dapur seperti rica, bawang merah dan putih, dll tidak ketinggalan dijajakan di pasar. Setelah melewati para penjual itu, kami berjalan di los pasar berikutnya yang menjual berbagai macam pakain "cabo" dan perlengkapan rumah tangga seperti sapu, pel, loyang dll. Salah satu siswa putri nampak serius berbicara dengan pedagang pakain. Mungkin dia membutuhkan pakaian.

Di los pasar berikutnya, kami masuk di tempat orang berjualan daging-daging. Istilah masyarakat daging itu disebut ikang. Kami melihat dan bertanya pada para penjual ikang paniki (kelelawar), babi hutan, sapi, rw, mouse, dan daging sapi satu persatu. "Ini apa pak?" "Ini ikan rw yang sudah dipotong-potong. Kalau ini kelelawar atau orang bilang paniki". Siswa yang bertanya sedikit geli melihat barang itu yang darahnya tercecer di sekitarnya. "Kau so boleh makang barang ini kang?" Tanya pembimbing pada para siswa. Mereka tidak menjawab. Hanya senyum kecil mereka tunjukkan. 

Setelah melewati penjual buah, sayuran dan daging, rombongan menyebrang ke penjual ayam dan ikan-ikan tawar seperti mujahir, nike dan ikan laut seperti mobara, mengail, tongkol dll. Kami sempat melihat ikan mobara bintang yang cukup besar dijual di tempat itu. Kami sempat foto di ikan yang berukuran besar ini.

23 Agustus 2010

HUT Kemerdekaan RI yang ke 65 th : PAWAI 17 AGUSTUS DAN PAWAI PEMBANGUNAN

Pawai 17 Agustus, Selasa

Hari ini seluruh rakyat Indonesia memperingati hari kemerdekaannya yang ke 65 tahun. Tak terkecuali di Tomohon. Kota sejuk ini selalu memperingatinya dengan Upacara detik-detik Proklamasi dan sesudahnya diadakan pawai keliling kota. Lokasi upacara berada di stadion Prasamya, Wailan.

Apa yang menarik dari acara itu? Tentu, bukan upacaranya, tetapi keikutsertaan SMA Lokon mengikuti pawai yang mengambil start dari Stadion dan finish di muka Grand Sentral. Memang, sudah menjadi kewajiban dan kebiasaan bertahun-tahun bagi semua sekolah di Tomohon untuk mengikuti upacara dan kemudian pawai 17-an. Justru karena sudah terbiasa begitu, maka ada kesempatan untuk selain memeriahkan tetapi juga menampilkan yang terbaik di hadapan masyarakat yang sangat antusias menonton.

Seperti biasanya, SMA Lokon menampilkan barisan siswa-siswi kelas X, XI dan XII. Karyawan dan Guru tidak ketinggalan ikut serta dalam upacara dan pawai. Yang paling dinantikan adalah penampilan Marching Band Lokon. Mengapa dinantikan? Karena MB Lokon ini, sejak sebulan sebelumnya telah disiapkan dan dilatih oleh para pelatih yang profesional. Lagu-lagu, koreografi, dan display untuk performance MB Lokon serba baru. Gaya dan penampilannya selalu dibuat beda dengan tahun sebelumnya. Prinsipnya, MB Lokon siap menghibur masyarakat Tomohon dan luar kota yang datang ke Tomohon.

Dalam parade Pawai 17 itu, SMA Lokon selalu minta pada urutan terakhir. Mengapa? Selain karena terbiasa dan permintaan pantia, diharapkan MB Lokon bisa mengakhiri pawai 17 dan sekaligus menghibur masyarakat yang menonton. Dalam parade, MB Lokon membawakan 8 lagu. Yang baru adalah Ceria, Pemandangan. Sementara saat display di panggung kehormatan, MB Lokon mengambil tema In Memoriam AT Mahmud, pencipta lagu anak-anak Indonesia. MB Lokon dengan koreografinya dan kecentilan cheers leader, color-guards mempesona penonton. 

Pawai Pembangunan, 20 Agustus 2010

Pawai dimulai dari Cool, Supermarket menuju Rindam, ex kantor Walikota. Panggung kehormatan masih tetap di muka supermarket Grand Central. SMA Lokon kembali menampilkan Marching Band, Putri Bunga, Peserta Olympiade Sains dan Kendaraan Hias. Untuk pawai ini, SMA Lokon minta diurutan pertama. Beda dengan pawai 17. Bahkan panitia memberi nomer urut 1A. Artinya, MB Lokon menjadi pembuka pawai. Dan memang demikian.

Lagu Baru yang dibawakan oleh MB Lokon adalah Mars SMA Lokon dan Si Patohan, Manuk Dadali. Lagu ini hanya dilatih cuma sehari saja dan MB Lokon bisa membawakan. Menurut pelatih, para pemain alat MB Lokon memang hebat-hebat dan cepat menyerap lagu-lagu baru.


20 Agustus 2010

MENJADI REMAJA YANG EFEKTIF DI SMA LOKON


Jumat, 13 Agustus 2010, pkl 20.00 - 22.00

Sesudah makan malam, siswa-siswi sudah berkumpul di Minitheatre, SMA Lokon. Dua orang Suster dari Cimahi, Bandung Jawa Barat sudah duduk di meja narasumber di hadapan anak-anak. LCD proyektor sudah terpasang. Bapak Anton dan Ibu Senli juga sudah siap menjadi memandu acara Pembinaan bagi siswa-siswi Lokon. Jam saat ini menunjuk pukul 20.30 wita. Tampak minitheatre dipenuhi oleh 250 siswa. Sebenarnya ada 350 an tetapi ada sebagian siswa sedang latihan Marching Band untuk persiapan Pawai 17 Agustus nanti.

Doa pembukaan dilantunkan oleh siswa. Ucapan selamat datang disampaikan oleh Kepala Asrama, Bp. Tri Nugroho. Kemudian acara pembinaan malam ini diserahkan ke moderator acara. Narasumber kemudian diperkenalkan oleh Moderator, yaitu Sr. Gabriela OP, Kepala Yayasan Santo Dominikus, Bandung yang berasal dari Jawa Tengah dan Sr. Fidelia OP, Kepala Sekolah SMP St. Mikael, Cimahi, Bandung yang berasal dari Toraja, Sulawesi. Sepatah dua patah kata disampaikan oleh kedua Suster dalam sesi perkenalan.

Apa kabar teman-teman?, kata Suster Fidelia. "Baik" sahut siswa. Tapi karena tidak semua buka mulut. Kembali Suster menanyakan apa kabar. Serentak dijawab "baiiiiik" oleh semua siswa. Kali ini Suster bilang kalau cuma dijawab baik, tidak ada bedanya dengan yang lain. Lalu, Suster minta dijawab "Luar biasa". Kembali anak-anak ditanya, "apa kabar?" "Luar biasa!!!!", jawab semuanya dengan lantang.

Presentasi di mulai. Suster membawakan presentasinya dengan judul "MENJADI REMAJA YANG EFEKTIF". Dalam presentasinya, siswa diajak paham lebih dahulu kata "remaja". Kalau hanya dimengerti harafiah saja, remaja= gagal. Kalau dipahami seperti ini, rem=aja, maka siswa-siswi bisa efektif menggunakan masa remaja dengan luar biasa. Untuk itu, pergolakan masa remaja harus diketahui baik akibat dan pengaruh psikologis, pengaruh sosial dan keimanan.

Lalu diadakan diskusi. Apa yang anda harapkan pada pamong?

Sabtu, 14 Agustus 2010, pkl 08.00 - 13.00

Hari ini para narasumber memberikan pembekalan bagi para pamong.Judul makalah, (1) Psikologi Remaja, (2) Berbagi dengan pamong Asrama: