Pameran Pendidikan (LEE 2017) di SMA Lokon akan diselenggarakan Sabtu, 28 Oktober 2017 Pendaftaran 0431.3511929

SMA Lokon Sabet Juara Umum Atletik Tomohon

"Kejuaraan ini bertujuan untuk mencari bakat-bakat anak muda di bidang atletik untuk diperhatikan dan dibina oleh PASI Tomohon.

Retret Kelas XII SMA Lokon di Alamanda Retret

Semua kelas akan dibimbing oleh Pst. Adam OCD dan didampingi oleh Guru BK dan Pamong asrama.

Berebut Alpha Zetizen Sulut ke New Zealand

"SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon Sulawesi Utara menjadi salah satu sekolah yang beruntung nih karena kedatangan Duta Besar New Zealand!

SMA Lokon Raih Empat Kali Champion DBL

Tim Putra-putri Losnito menghadapi lawan-lawannya dengan penuh percaya diri dan akhirnya lolos ke final setelah mengkandaskan lawan-lawannya.

Kendaraan Hias Bunga YPL dan Marching Band

Yayasan Pendidikan Lokon (YPL) ikut tampil dalam gelaran akbar Tomohon International Flower Festival yang ke 7 (8/8/2017).

13 Desember 2012

Mahfud MD, “Butuh Presiden Yang Pintar Otak, Cerdas Watak”



TOMOHON by Losnito -“Orang pinter di Indonesia itu banyak. Bergelar dokter, insinyur bahkan berprofesi dosen juga banyak. Tetapi pinter berkarakter bagus dalam kehidupannya, sangat jarang. Buktinya korupsi di Indonesia dilakukan oleh orang-orang pinter bahkan tak sedikit yang bergelar Doktor, Dosen dan pejabat tinggi” kata Mahfud MD di depan civitas academica Losnito di sport hall Kampus Losnito, Selasa siang kemarin (11/12).

Jadi, sekarang ini yang dibutuhkan adalah orang yang pinter otak dan cerdas watak. Bukan butuh orang yang hanya pinter secara intelektual. Itulah konsep dasar tujuan pendidikan di Indonesia. Memang ada penegasan arti pendidikan dalam UU pasal 31/1999 bahwa pendidikan bukan sekedar pengajaran tetapi pendidikan berkarakter itu mengandung arti “Transform of knowledge and value”.

Pernyataan Prof. Dr. M. Mahfud MD SH SU didengar oleh sekitar 500 siswa SMP, SMA dan para guru serta staff Yayasan Pendidikan Lokon di sport hall SMA Lokon, Tomohon, Sulut. Kehadiran Pak Mahfud MD didampingi oleh Fery Tinggogoy, anggota DPD RI wakil Sulut, Djauhari Kansil, Wakil Gubenur Sulut, Ronald Korompis, owner dan founders SMP-SMA Lokon, juga Diknas Tomohon, Bpk Wendy Kawur.

Sebelum tiba di kampus Losnito, rombongan Bapak Mahfud MD diarahkan ke Taman Kelong untuk jamauan makan siang. Baru beberapa menit duduk di kursi sebelum makan, tiba-tiba Gunung Lokon meletus dengan dahsyat. Suara letusan yang menggelegar terdengar jelas di taman kelong yang jaraknya lebih dari 10 km dari Kawah Tompaluan. Kecemasan terhadap hujan abu di Kampus Losnito sempat muncul. Ternyata tidak, karena angin Timur telah membelokkan arah abu ke desa Woloan, Kayawu dan Tara-tara di sebelah Barat. Peristiwa alam letusan Gunung Lokon berapi ini sempat dikomentari oleh Pak Mahfud MD sebagai berkah atas kedatangannya ke Tomohon. “Semoga saja berkah itu langgeng hingga Pemilu 2014”, kata Dolfie teman saya.

“Menurut UUD 45, tujuan negara adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; untuk memajukan kesejahteraan umum,mencerdaskan kehidupan bangsa, melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Sedangkan tujuan pendidikan adalah mencerdaskan bangsa. Bangsa yang tidak cerdas tidak ada gunanya. Karena tujuan pendidikan pada dasarnya adalah mendidik manusia yang mampu menguasai ilmu pengetahuan dan tekniologi yang berkarakter dan berlandaskan pada keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan” jelas pak Mahfud MD dalam ceramahnya.

Seharusnya dalam pendidikan mendapat perhatian besara tentang pentingnya pendidikan berkarakter. Tak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi saja tetapi berkarakter baik. Dengan mengedepankan pendidikan berkarakter itu, estafet kepemimpinan bangsa tak akan terputus

“Dream it do it” Itulah ringkasan bagaimana mewujudkan pendidikan yang berkelanjutan. “Sejak tahun 1970 ketika masih usia SD, beliau sudah memiliki orientasi bahwa suatu ketika saya harus bisa menjadi penulis yang terkenal dan bangga diberitakan oleh media massa. Berbekal pada “dream” atau orientasi masa kecil itu akhirnya sejak sekolah selalu mendapat “bea siswa” hingga lulus doktoral.

Di hadapan siswa-siswi SMP SMA Lokon beliau berpesan dan mengingatkan bahwa sekarang ini adalah era globalisasi, Dalam era ini, manusia diajak untuk menguasai Teknologi Informasi yang sifat hubungannya semakin instan saja. Tak hanya itu saja, “orang yang maju adalah orang yang bisa beradaptasi dengan Ilmu Tehknologi dan jangan sampai dikatakan bodoh karena nggak ngerti perkembangan Ilmu Teknologi yang serba instan seperti FB, Twitter…”

Ada tiga hati nurani di era globalisasi ini, kata Mahmud MD dengan seriusnya dan suara yang berwibawa. Yaitu, demokratisasi, perlindungan HAM, lingkungan hidup. Sedangkan persoalan yang sekarang dihadapi bangsa ini adalah pasar bebas, penegakan keadilan dan pemberantasan korupsi.
“Dewasa ini gerakan demokratisasi sudah mengglobal dan susah ditutup salurannya. Aspirasi masyarakat makin mencuat dan memberi peluang besar kepada para pemilih untuk memilih pemimpin yang sesuai dengan kehendak hatinya. Artinya, pilihlah pemimpin sesuai dengan harapa. Contohnya yang terjadi pada Pilgub DKI” ungkap Pak Mahfud MD.

Persoalan utama bangsa kita sekarang adalah bagaimana dan caranya menegakkan keadilan dan pemberantasan korupsi. Contohnya, pratek jual beli hukum dan keadilan di Indonesia masih terjadi. Ada orang Betawi yang tanahnya telah disertifikatkan oleh orang dan kemudian dijual ke pengembang yang telah kongkalikong dengan aparat dalam penerbitan sertifikat tanah. Akhirnya justru orang Betawi pemilik tanah turun-temurun itu yang dijebloskan ke dalam penjara. Contoh lain kasus tanah Mess AURI di Yogya yang menimpa keluarga Bung Hatta.

“Keadilan ada dalam hati nurani. Jika tidak bisa menegakkan keadilan, itu sama saja membunuh bangsa Indonesia sendiri” tegas Pak Mahfud memberikan contoh betapa pentingnya penegakan keadilan di era globalisasi ini. Pernyataan ini disambut dengan tempuk tangan meriah oleh semua hadirin.



“Solusinya adalah memberikan hak dan kewajiban sesuai dengan aturan dan mendidik sumber daya manusia menjadi pinter dan berkarakter. “Sekolah bukan mencerdaskan otak saja tetapi mencerdaskan kehidupan bangsa ini” kata Pak Mahfud MD memungkasi ceramahnya di hadapan civitas akademika Losnito.

Tanya jawab berlangsung dan hanya ada empat siswa yang mendapat kesempatan bertanya mengingat setelah acara ini Pak Mahfud rencananya akan terbang ke Jayapura. Beberapa hal yang ditanyakan para siswa antara lain, bertanya soal mengapa korupsi susah diberantas, minta tips memilih presiden yang baik dan berkarakter karena tahun 2014 mereka menjadi pemilih pemula.

Menjawab pertanyaan siswa itu, kembali pak Mahfud MD menegaskan bahwa “bangsa ini seharusnya memilih pemimpin bangsa (presiden) yang pintar otak dan cerdas watak”.

DR Mahfud MD Datang, Lokon Meletus


TOMOHON by Losnito - Sehari sebelum Gunung Lokon meletus, teman saya memberitahukan agar saya saya menyiapkan kamera karena menurut Bripda Petrix Mantiri, yang bertugas di Pos Pemantau Gunung Berapi, Gunung Lokon, Jalan Okoky, sebentar lagi Gunung Lokon akan meletus. Saya pun mengecek kamera dan jika sewaktu-waktu Lokon meletus, siap dipotret atau direkam dengan handycam. Nyatanya, Senin itu Gunung Lokon tidak jadi meletus. Siang hari itu saya mendapat informasi bahwa besok (Selasa, 11/12/2012) Ketua Makamah Konstitusi RI, Prof. Dr. Mahfud MD, SH, SU akan datang ke Kampus Losnito memberikan “motivation training” kepada siswa SMP-SMA Lokon. Sudah banyak para pejabat tinggi negara yang datang ke sekolah kami. Tercatat Presiden SBY, Agung Laksono, Sutiyoso, Johny Andrean (J-Co), Komandan Kapal USS, Dubes New Zeland dll. Mereka datang untuk berkisah tentang bagaimana bisa meraih hidup sukses. Dalam rangka itulah, Mahfud MD yang didampingi Wakil Gubenur Sulut, Djouhari Kansil, Anggota DPD RI, Fery Tinggogoy, Diknas Tomohon, Wendy Kawur berkenan datang ke sekolah. Apa yang direncanakan akhirnya datang juga. Sirene Patwal yang berbunyi thoet-thoet dari sedan Polisi, akin terdengar keras. Selasa siang sekitar jam 12, rombongan Bp. Mahfud MD tiba di Kelong Garden dikawal bersama para ajudannya dari MK. Mobil Amphard berwarna hitam bernopol RI 9 berhenti di teras Gasebo. Bp Ronald Korompis dan staff Yayasan Lokon menerima dengan senang hati dan baru pertama kali berjumpa langsung dengan Ketua MK. Kegembiraan juga membuncah seiring dengan popularitas Mahfud MD sebagai Capres 2014 terpopuler menurut jajak pendapat independen. Di Kelong Garden siang itu, rombongan dijamu makan siang. Belum lama duduk dan berbincang-bincang, tiba-tiba terdengar suara dentuman Gunung Lokon meletus. Disusul dengan suara gemuruh yang getarannya dapat dirasakan hingga di taman Kelong itu. Memang tak lama hanya sekitar satu menit. Tapi Pak Mahfud MD sempat terkejut karena sebelumnya ditunjukkan gunung sebelah Barat itu Gunung Lokon yang sering meletus. Letusan Lokon yang tiba-tiba itu mengundang banyak perhatian para tamu yang hadir. Saya sempat melihat jarum jam menunjuk ke angka 12.10 wita. Semua mata menatap ke arah kawah Tompaluan dan mendongak memandang ke atas langit melihat arah gumpalan awan debu vulkanik yang menjulang tinggi ke angkasa sejauh 3.500 meter. Langit biru di atas Gunung Lokon berubah menjadi penuh debu. Sementara beberapa orang langsung menelpon ke kampus Losnito untuk memastikan apakah abu vulkanik jatuh ke lokasi. Karena sejauh mata memandang arah debu menuju ke Barat melewati kampus Losnito yang akan dipakai untuk ceramah Bapak Mahfud MD. Rupanya kecemasan itu sirna karena hujan abu jatuh di Kayawu, Wailan, Woloan, Tara-Tara dibelokkan oleh angin dari Timur. Aktifitas Gunung Lokon memang akhir-akhir ini sangat aktif dengan letusannya. Jika dimonitor, hampir setiap dua dan tiga hari Gunung Lokon meletus. Sebelum Selasa ini, Gunung Lokon meletus pada Sabtu pukul 23.15 dan sempat mengagetkan warga yang sedang tidur. Berbagai spekulasi beredar terkait dengan terjadinya letusan itu. “Kalau hujan deras turun dan masuk ke kawah, itu pertanda Gunung Lokon tak lama lagi akan meletus. Sekarang lubang kawah Tompaluan makin besar dan terbuka ke arah Barat” komentar Berty di sela-sela menyaksikan letusan bersama Bapak Mahfud MD. “Peristiwa Lokon meletus ini, bersamaan dengan kedatangan saya ke Tomohon, menurut orang Jawa, diartikan sebagai berkah. Entah maknanya apa. Mungkin di masa depan bangsa Indonesia memperoleh pemimpin yang pinter dan berkarakter” kata Pak Mahfud MD di hadapan para pejabat yang mendampingi dan sempat saya dengar ketika diminta untuk memotretnya. Selesai jamuan makan siang di kelong Garden rombongan Pak Mahfud MD melanjutkan perjalanan ke Kampus Losnito yang jaraknya tidak kurang dari 5 km. Di sana para siswa, guru dan karyawan sudah menunggu di sport hall untuk mendengarkan ceramah Ketua MK yang baru “naik daun” terkait dengan Capres 2014.