SMA Lokon Sabet Juara Umum Atletik Tomohon

"Kejuaraan ini bertujuan untuk mencari bakat-bakat anak muda di bidang atletik untuk diperhatikan dan dibina oleh PASI Tomohon.

Champion DBL 2017 Roadshow Keliling Tomohon

Empat mobil "double cabin" dan bis dipasang banner merah bertuliskan "Champion" dan "Runner UP" DBL Manado 2017.

Berebut Alpha Zetizen Sulut ke New Zealand

"SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon Sulawesi Utara menjadi salah satu sekolah yang beruntung nih karena kedatangan Duta Besar New Zealand!

SMA Lokon Raih Empat Kali Champion DBL

Tim Putra-putri Losnito menghadapi lawan-lawannya dengan penuh percaya diri dan akhirnya lolos ke final setelah mengkandaskan lawan-lawannya.

Kendaraan Hias Bunga YPL dan Marching Band

Yayasan Pendidikan Lokon (YPL) ikut tampil dalam gelaran akbar Tomohon International Flower Festival yang ke 7 (8/8/2017).

26 February 2013

Perlengkapan Berkas dan Asrama SMP/SMA Lokon

LOSNITO - Perlengkapan Administrasi
  1. Ijasah dan SKHUN (asli + 2 lembar fotocopy dilegalisir)
  2. Rapor SMA (asli + 2 lembar fotocopy dilegalisir)
  3. Akte Kelahiran (asli dan atau 2 lembar fotocopy)
  4. Surat Keterangan kelakuan baik dari Kepala Sekolah
  5. Surat Keterangan Sehat dari Dokter
  6. Surat Pernyataan Bersedia Tinggal di Asrama (ditandatangani oleh siswa dan orang tua)
  7. Menyertakan Piagam-piagam penghargan (bila ada)
  8. Pas foto 3x4 berwarna (1 lembar)
Perlengkapan Asrama
  1. pakaian dan perlengkapan (alat tulis) sekolah
  2. pakaian pantas untuk ibadat Gereja dan pertemuan resmi
  3. pakaian tidur
  4. pakaian dalam
  5. pakaian sehari-hari
  6. pakaian renang yang sopan, plus kaca mata renang
  7. baju/kaos berkrah untuk pertemuan resmi
  8. sepatu/sandal
  9. sandal untuk ke kamar mandi
  10. handuk minimal 2 buah
  11. perlengkapan ibadah, seperti Kitab Suci, Puji Syukur, Rosario
  12. pengalas plstik (1,5 m) khusus putri
  13. kaos kaki putih ukuran 1/2 betis
  14. peralatan dan perlengkapan mandi
  15. folder meja untuk buku-buku
  16. tempat simpan alat tulis menulis
  17. sisir, ember keranjang pakaian kotor
  18. Kamus Bahasa Inggris-Indonesia
Tim Admission YPL
Tomohon, 26 Februari 2013

23 February 2013

Tawarkan Siswa Ikut Program Akselerasi 5 Tahun

LOSNITO - SMP dan SMA Lokon St Nikolaus Tomohon membuat terobosan baru pada tahun pelajaran baru 2013/2014, melalui program pendidikan akselerasi hanya dalam waktu 5 tahun untuk menyelesaikan studi dari jenjang menengah pertama hingga menengah atas.

Menurut Kepala Lemlitbang Yayasan Pendidikan Lokon Prof  Mezak Ratag, akselerasi pendidikan SMP-SMA Lokon ini dapat menjawab kebutuhan pendidikan khusus bagi siswa-siswa yang memiliki kemampuan khusus di bidang akademik.

“Setiap tahun pelajaran baru kami menerima banyak siswa yang dianugerahi kemampuan lebih di bidang intelektual. Anak-anak Sulawesi Utara banyak yang memiliki IQ di atas rata-rata dan jika dibina secara tepat serta didukung dengan pola pendidikan yang sesuai diyakini akan menghasilkan intelektual-intelektual muda yang cemerlang di masa depan,” jelasnya, kemarin.

Ia berkeyakinan bahwa pendidikan dengan model sekolah berasrama yang dijalankan oleh SMP-SMA Lokon sangat tepat dan mendukung pelaksanaan program akselerasi SMP-SMA hanya selama 5 tahun, termasuk satu tahun pre-college dengan menyelesaikan sejumlah kredit kuliah perguruan tinggi nasional dan internasional. ”Di Asrama SMP misalnya siswa selain dilatih menjadi mandiri, disiplin dan bersikap sosial, para siswa juga memiliki waktu belajar mandiri yang leluasa untuk melakukan rupa-rupa kegiatan eksplorasi ilmiah. Siswa di asrama bisa mengatur ritme belajar yang sesuai dengan kemampuan intelektual yang mereka miliki,” tutur Ratag.

Sekolah di bawah Yayasan Lokon ini memang telah banyak mengukir prestasi membanggakan dengan model kurikulum yang dijalankan saat ini, misalnya pada bulan November 2013, SMP-SMA Lokon menjadi tuan rumah Asia Pacific Astronomy Olimpiad yang akan diikuti oleh lebih dari 10 negara. Pada bulan Desember 2012 baru lalu, Team Indonesia yang dipimpin oleh Prof Mezak Ratag mengutus 2 siswa terbaik dari Sulut yaitu Nadia Pangemanan dan Valensia Sumaki, siswa kelas 2 SMP Lokon yang menjadi peserta termuda dalam even international ini.

Demikian juga untuk SMA Lokon telah meraih banyak prestasi, khususnya di bidang olimpiade sains, baik di tingkat nasional maupun tingkat international. Pada tahun 2010 meraih medali emas Fisika Olimpiade International di Kroasia dan terakhir pada tahun 2012 berhasil menyabet 3 medali dalam Olimpiade Sains Nasional di Jakarta. Pada tahun 2011 dipercaya sebagai tuan rumah Olimpade Nasional, khususnya untuk bidang Biologi dan Astronomi.

“Untuk mengikuti program akselerasi SMP-SMA Lokon ini, calon siswa wajib mengikuti tes masuk yang telah dijawadkan akan berlangsung pada hari Sabtu (16/3) mulai pukul 08.00 Wita. Kuota yang tersedia sangat terbatas, jadi diharapkan untuk mendaftar secepatnya,” kata Jimmy Pontoan, Humas Yayasan Pendidikan Lokon.

21 February 2013

TES MASUK SMP-SMA LOKON TP. 2013-2014




LOSNITO - Penerimaan siswa baru SMP-SMA Lokon St. Nikolaus telah dimulai untuk tahun pelajaran baru 2013-2014. Menurut Bapak Jimmy Wewengkang, Wakil Ketua Badan Pengurus Harian YPL, persekolahan Lokon memberikan kesempatan bagi putra-putri Sulawesi Utara pada khususnya dan anak-cucu orang Indonesia Timur secara khusus guna mendapatkan pendidikan terbaik

“Kurikulum persekolahan Lokon adalah Nasional Plus Kurikulum Berbasis Kehidupan. Para siswa mendapat pendidikan berbasis mutu agar tidak hanya menjadi cerdas dalam hal akademik, tetapi cerdas juga dalam aspek-aspek kehidupan,” kata Wewengkang.

Pendidikan yang dijalankan oleh Persekolahan SMP-SMA Lokon didesign khusus guna dapat menghasilkan mutu pendidikan yang kompetitif baik secara nasional maupun internasional. Karena itu SMP-SMA Lokon memberikan nilai plus kepada para siswanya, antara lain model pendidikan sekolah berasrama yang sangat menekankan kemandirian, disiplin diri dan pengembangan sikap-sikap sosial. 

 

Disamping itu, terdapat terobosan baru guna mengantisipasi persaingan global yaitu program akselerasi pendidikan SMP dan SMA hanya selama 5 (lima) tahun. “Free tutorial, excellent dan special class programs serta kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi di universitas ternama baik di dalam maupun di luar negeri menjadi komitmen kami untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak-cucu orang Tomohon pada khususnya dan Sulut pada umumnya”, jelas Jimmy Wewengkang. Lebih lanjut Yayasan Pendidikan Lokon sedang menjajaki diselenggarakannya pre-university program di persekolahan SMP-SMA Lokon guna mengintegrasikan visi pendidikan global yang berdaya saing.


Sebagaimana diketahui bahwa para calon siswa baru yang ingin bersekolah di kampus LOSNITO, nama populer SMP-SMA Lokon, pada tahun ajaran baru nanti harus melalui proses seleksi yang didahului dengan tes akademik. Tes masuk SMP-SMA Lokon dijadwalkan akan berlangsung pada hari Sabtu tanggal 16 Maret 2013 jam 08.00 pagi. Penerimaan siswa baru sangat terbatas sesuai quota yang tersedia. 



Untuk informasi lebih lanjut penerimaan siswa baru SMP-SMA Lokon dapat datang langsung ke Kampus SMP-SMA Lokon, Jl. Perlombaan No. 99 Kakaskasen II Tomohon Utara KOTA TOMOHON atau menghubungi Admission Team di telepon (0431) 351660, 351929, fax (0431) 351420, website: www.smalokon.com, www.smplokon.sch.id atau email: aolosnito@gmail.com. (JP)


Siswa “Say No Drug”, Kata Ketua DPRD Tomohon



LOSNITO - Andy Raymond Sengkey SE, Ketua DPRD Tomohon dan Marthen M Manoppo SH, Wakil Ketua I DPRD, Dra Vonny Pontoh, Wakil Ketua II DRPD, hari Senin siang (4/2/2013) bersama rombongan 8 anggota DPRD Komisi C mengadakan kunjungan kerja ke Kampus Losnito SMP/SMA Lokon St. Nikolaus.  Para anggota DPRD Komisi C Bidang Kesra yang juga mengurusi bidang Pendidikan terdiri dari Jouddy J Moningka  SIP, Melkisedek Tangkawarow SE, Drs Johanis Wilar, Hofmi Kalalo SH. DR Juliana Dolvin Karwur MKes MSi, Kadis Pendidikan Daerah Tomohon, didampingi Max Pondaag, SPd, Sekretaris Dinas Pendidikan Daerah Kota Tomohon tampak bersama dengan rombongan DPRD Tomohon

Rombongan memasuki kompleks persekolahan Losnito sekitar pukul 12.00 wita. Di lobby utama SMA Lokon, rombongan disambut oleh Ronald Korompis, Ketua Umum YPL, didampingi Direktur Operasional Pendidikan, DR Max Imbang, Fery Doringin PhD, Kepala Sekolah SMA Lokon, Prof DR Mezak Ratag APU, Kepala Sekolah SMP Lokon.

Ronald Korompis  kemudian mengantar para tamu keliling kampus Losnito dan melihat pembangunan calon gedung SMP dan Asrama yang sementara dikerjakan. Kemudian rombongan rehat sejenak di Wisma Lokon, salah satu fasilitas penginapan bagi para tamu dan orang tua murid yang sekolah di Lokon.

Sekitar pukul 13.00 rombongan menuju ke ruang pertemuan Minitheatre, Gedung Perpustakaan, untuk berjumpa dan berdialog dengan pengurus OSIS SMP/SMA, Ketua-ketua Kelas, para guru dan staff Yayasan. 



Acara dialog dibuka dengan sambutan-sambutan. Direktur Operasional Pendidikan, DR Max M  Imbang Ketua OSIS, Ignas Gumansalangi, Ketua Umum YPL, Ronald Korompis, Ketua DPRD Tomohon, Andy R Sengkey, SE .

“Setiap orang selalu berharap untuk hidup lebih baik. Mengupayakan agar menjadi lebih baik adalah tugas bersama. Karena itu, kunjungan kerja Bapak Ibu Wakil Rakyat diharapkan semakin membawa perubahan yang lebih baik di sekolah kami. Sebagai Ketua OSIS, mewakili teman-teman, rasanya tak puas kalau kunjungan kerja ini tidak ada hasil apa-apa ke depan” ucap Ignas, Ketua OSIS dengan suara lantangnya yang khas untuk menyambut kedatangan rombongan.

Ketua Dekot (Dewan Kota Tomohon) sekaligus Ketua DPRD Tomohon, Andy Sengkey , mengatakan, “Kami datang untuk kunjungan kerja secara resmi agar terjalin komunikasi dan koordinasi baik antara sekolah dengan pemerintah kota dalam pengembangan dan meningkatkan mutu pendidikan. Kehadiran SMA Lokon” ujar Andy Sengkey.

Ronald Korompis, sekaligus owner, kembali menegaskan bahwa, “SMP/SMA Lokon di Tomohon didirikan dengan tujuan untuk memperkasa anak-cucu Indonesia Timur, khususnya orang Manado. Kurikulum yang kami gunakan adalah kurikulum Berbasis Kehidupan. Etika moral diutamakan daripada pendidikan akademk. Karena terbukti orang pinter belum tentu bisa sukses dalam kehidupan, bahkan dengan kepandaian orang justru berbuat jahat. Yang paling penting dalam pendidikan adalah kualitas, kualitas dan kualitas. Jika ini sudah ada maka pendidikan di Indonesia Timur tidak kalah maju dengan pendidikan di Indonesia Barat. Bulan Nopember yang akan datang, SMA Lokon menjadi tuan rumah iven internasional Asian Pasific Astronomoy Olympiad (APAO) ke 9. Iven ini akan diroganisir oleh Presiden APAO, Dr. Michael Gavrilov dari Rusia bersama Prof. DR Mezak Ratag APU sebagai tuan rumah”.

Acara dialog kemudian dipandu oleh Fery Doringin, PhD, Kepala Sekolah SMA Lokon. Sebelum dimulai, Ferry mengucapkan terima kasih atas kehadiran para wakil rakyat dan dengan kunjungan para wakil rakyat dan Kepala Dinas Pendidikan akan berdampak sangat positif bagi semangat belajar siswa-siswa untuk terus berprestasi untuk Tomohon.


Eunike Karamoy, siswi SMA Lokon bertanya, “Apakah Pemkot Tomohon bisa melakukan seperti yang dibuat Propinsi Papua memberikan bea siswa pendidikan untuk mengikuti Losnito Intensive Program yang mempersiapkan siswa untuk studi lanjut ke Jerman”.  Lalu Reynaldi mengajukan pertanyaan tentang ap, “Pembinaan Karakter yang bagimanakah yang diharapkan oleh Pemkot Tomohon terhadap para siswa dan sekolah kami”.

Tak hanya itu saja. Tommy Moga menanyakan soal uang Mami untuk kesejahteraan guru dan Ernest bertanya soal pembinaan para guru, “Mengapa kepengurusan MGMP (Majelis Guru Mata Pelajaran) Tomohon tidak ada kegiatan lagi?” Pertanyaan itu ditujukan kepada Kadis Pendidikan Tomohon.

Tak kalah serunya, seorang pengurus OSIS meminta agar Pemkot memberikan simpati dan empati berupa piagam penghargaan kepada siswa-siswa penerima Medali Olimpiade Sains Nasional, sama seperti yang diberikan kepada siswa teladan Tomohon pada saat Upacara  Hardiknas 2 Mei. Permintaan itu disampaikan karena temanya yang memperoleh tiga medali perunggu OSN 2012 Jakarta dan sebelumnya, tak pernah disebut dalam upacara Pendidikan Mei.

Pertanyaan-pertanyaan para siswa dan guru tersebut dijawab oleh Andy Sengkey SE, Ketua Dekot, dan secara bergantian dijawab juga oleh Ibu DR Juliana Dolvin Karwur Mkes MSi serta Marthin Manuel Manoppo SH.

Say no drug!(Jangan terjerumus Narkoba dan Minum-minum keras hingga mabuk – red) Itulah harapan kami terhadap pendidikan karakter para siswa. Dengan tegas dan berani mengatakan no drug, itu berarti pendidikan di sekolah berasrama memadukan kognitif dengan karakter dengan baik” tegas Andy Sengkey disaksikan oleh sekitar 100 siswa pengurus OSIS SMP/SMA Lokon.

Pemerintah memberikan apresiasi terhadap SMA Lokon melalui prestasi yang diraih oleh siswa-siswa di OSN, tingkat Nasional dan propinsi. Andy Sengkey juga menjawab pertanyaan pemberian bantuan terhadap sekolah berupa infrastruktur seperti pelebaran dan perbaikan jalan masuk meuju ke sekolah. “Mengenai pemberian bea siswa, Pemkot tak bisa dibandingkan dengan Propinsi Papua yang telah menberikan bea siswa untuk belajar di berbagai tempat. Propinsi Papua, sebagai daerah otonomi khusus, memiliki dana APBD hingga trilyunan. Sedangkan Tomohon hanya 900 milyard” lanjut Andy R Sengkey.

DR Juliana Karwur, MKes MSi, Kadis Pendidikan Daerah Tomohon menjawab beberapa soal terkait dengan pendidikan. “Kepengurusan MGMP akan diaktifkan lagi. Pemberian penghargaan dari Pemkot Tomohon kepada para siswa penerima medali OSN juga akan diperhatikan sebagai bentuk apresia Pemkot terhadap prestasi siswa ang mengharumkan nama baik Tomohon. Namun, untuk itu, yang penting pihak sekolah adalah seacra rutin memberikan laporan tertulis kepada kami tentang capaian prestasi yang diperoleh para siswa. Soal uang Mami (Makan Minum) untuk kesejahteran guru, sekarang sudah ditiadakan lagi sesuai dengan peraturan pemerintah daerah. Kami juga mengakui SMP/SMA Lokon menjadi barometer berbagai kegiatan pembelajaran bagi sekolah lain. Contohnya, kegiatan ekstra kurikuler Marching Band, tim Olimpiade Sains, tim Basketball, dll”

Dialog para siswa dengan Bapak Ibu Wakil Rakyat pada kunjungan Kerja Pimpinan DPRD dan Komisi C DPRD Tomohon di Minitheatre SMA Lokon berlangsung hingga pukul 15.30 wita dalam suasana saling silang pendapat dan jawaban yang seru. Meski demikian, para siswa masih belum puas karena forumnya sebatas omongan dan wacana. Masih menunggu kapan akan dilaksanakan.

19 February 2013

Arbain Rambey, “Jurnalis Foto Bisa Wangi dan Bisa Berdarah-darah”



LOSNITO - Lelaki separuh baya berambut cepak beruban itu meletakkan tas dan kamera serta lensa bergelang merah di bawah kursi plastik biru. Sang pemilik kemudian meninggalkan barangnya, menuju ke lokasi pameran buku di sudut pojok Barat gedung  sport hall. Ibu berpakaian motif biru, yang duduk di dekat kursi biru itu lalu menarik kamera dari kolong kursi plastik dan menarik satu kursi plastik kosong dan meletakkan kamera itu di atas kurdi.

Tiba-tiba si pemilik kamera datang dan bilang, “Jangan taruh di atas kursi, nanti kalau jatuh lebih parah. Aman di taruh di bawah kolong kursi di atas lantai”.

Itulah awal pembelajaran dari sang fotografer yang bernama Arbain Rambey, fotografer senior dari Kompas, Digital Camera.

Sabtu (9/2) siang yang cerah Arbain Rambey, Soelastir Soekirno, dkk dari Kompas dan Gramedia datang ke sekolah dalam rangka Pendidikan Latihan Jurnalistik dan Fotografi untuk siswa-siswi se Sulut. Adalah Komunitas Cinta Baca Sulut yang mengorganisir kedatangan mereka. Kehadiran para wartawan itu ditunggu oleh para siswa sejak pukul 10.00 pagi di Sport hall, SMA Lokon, tempat diadakan acara pelatihan.

Tepal pukul 13.00 wita, opening ceromony dibuka dengan sambutan dan perkenalan secara interaktif dengan 350 peserta yang datang dari SMA/SMK Bitung, Minsel, Tondano, Manado dan Tomohon.

Kompas Muda Community diperkenalkan secara apik dengan metode interakif sambil setiap peserta diajak membaca langsung rubrik Kompas Muda yang dibagikan sebelum acara dimulai. Isi handbag yang diberikan secara cum-cuma oleh Tim Kompas Gramedia berisi koran Kompas, Majalah Digital camera, Ballpoint, Tali Flashdisk dan tas. Tak hanya itu, hadiah diberikan bagi yang bisa menjawab pertanyaan narasumber. Selain itu, metode saling tanya jawab antar peserta, berhadiah untuk penanya dan penjawab yang benar.

Pelatihan setengah hari itu juga memberi kesempatan bagi para peserta untuk mengikuti lomba jurnalistik dan fotografi di akhir acara yang langsung dinilai dan diberikan hadiah dari Tim Kompas.

Opening dan closing pelatihan bertempat di sport hall. Sedangkan ceramah dan tanya jawab materi diselenggarakan di Minitheater yang jaraknya hanya 200 meter ke arah gedung perpustakaan.

Cuaca yang cerah dan sedikit gerah siang itu, tak mengurangi minat dan niat 350 siswa untuk mengikuti pelatihan yang memang baru pertama kali diadakan di Tomohon oleh koran nasional Kompas. Apalagi Kompas mengirimkan wartawan seniornya yang saya dengar sudah dua puluh tahun lebih jadi

Soelastri Soekirno dari desk Muda Kompas, bertanya soal  5W+1H. Spontan para peserta menjawab sudah tahu karena masuk dalam pelajaran bahasa indonesia. Kemudian, lebih lanjut dikembangkan dengan gaya penulisan, seperti feature dan hardnews. Feature, kata Soleastri, meski ada newsnya tetapi kalau dibaca tidak kering. “Dalam sebuah feature, harus ada problem yang diangkat. Jangan cerita macam-macam ke sana ke mari” tegas Soelastri.

Peserta Diklat Jurnalistik dan Fotografi


“Yang terpenting dalam penulisan adalah keberanian untuk mengutarakan gagasan dalam bentuk tulisan. Latihan menulis dan sering membaca artikel, terutama feature, akan sangat membantu dalam setiap penulisan. Hanya gaya penulisan yang kaku, kurang menarik bagi pembaca” jelas Soelastri sambil menunjukkan contoh tulisan juara pertama lomba penulisan yang berjudul “400 km pertama jauh dari orangtua” karya Emansyah UGM, yang dimuat di rubrik Muda Kompas.

Arbain Rambey, fotografer senior Kompas, menjadi narasumber ke dua. Paparan foto-fotonya menjadi bahan pembelajaran yang menarik. Foto Agnes Monica seharian berbeda dengan tampilannya saat di atas panggung. Maia Estanty difoto saat berada di dapur, sehabis bangun. Brian Walski, reporter Los Angeles Time (2004), menghebohkan pembaca dengan foto olah digitalnya lewat photoshop, tentang Perang Irak.

Ada juga foto tentang tentara Inggris yang sedang mengencingi seorang tentara Irak (?) yang ditutup kepalanya. Foto ini empat menghebohkan pihak Kerajaan Inggris, namun setelah diselidiki ternyata hanya akal-akalan fotografer saja.

Dari pembelajaran foto jurnalis itu, Arbain Rambey mau mengatakan kepada peserta, “Suatu ketika anda dihadapkan pada realitas yang berdarah-darah, seperti pencuri motor ketika difoto langsung dibakar. Tapi ada juga yang foto enak-enak seperti fashion, artis dan sebagainya. Jadi, kalau anda mau jadi wartawan (foto), jangan mikir jadi kaya, berpikirlah menjadi jurnalis”.

Wajah para peserta tampak serius memperhatikan apa yang diceritakan oleh Arbain Rambey dengan berapi-api. “Kalau anda jadi wartawan, yakinkan diri anda senang dengan dunia jurnalis. Seorang fotografer bisa memilih Jurnalis “wangi” seperti memotret fashion dan cewek-cewek cantik. Bisa juga berdarah-darah karena memotret pencuri yang digebuki massa hingga berdarah, perang, kriminal dan sebagainya. Wartawan foto Kompas siap segala-galanya” kata Arbain mengingatkan para peserta sebelum sesi tanya jawab dimulai.

Akhirnya, para pemenang jurnalis, Juara I, dengan judul “Keindahan Pulau Bunaken Yang tercemar Sampah Kota Manado” karya Jennifer (tanpa cantumkan nama sekolah), Juara II, judulnya “Wisata Bahari Ala Aquino” karya Thalia, SMA Aquino, Manado, Juara III, berjudul “Manado Punya Cerita, Minat Remaja Manado”, Angel Pakasi, SMA Ignatius Malalayang.

Untuk fotografi, Juara I dan II, Kendi Goni, Priscilla dari SMK Kristen 1 Tomohon, juara III, Sri, SMA PGRI Manado. Catatan dari Arbain Rambey yang penting dalam memotret orang adalah ekspresi yang difoto.

Setelah pembagian hadiah, acara pendidikan latihan jurnalis dan fotografi, ditutup dengan sambutan dari Wapemred Kompas Trias Kuncahyono yang intinya seorang jurnalis dituntut untuk banyak membaca dan berlatih untuk menulis dan menulis tanpa kenal lelah.

Kapolres Tomohon Pimpin Upacara Di SMA Lokon






Pendidikan tak hanya fokus pada pembelajaran akademik saja. Pembentukan karakter siswa juga mendapat perhatian, apalagi penyelenggaraan pendidikan itu berada di “boarding school” (sekolah berasrama).  SMA Lokon, sekolah berasrama tak henti-hentinya mensinergitas antara proses pendidikan akademik dan pembentukan karakter.

Senin (18/2) Kapolres Tomohon, Kombes Malien Tawas berkenan hadir di lapangan sekolah untuk menjadi pemimpin upacara. Upacara sekolah setiap Senin ini, terasa lain saat Kapolres Tomohon memimpin upacara.



“Siswa-siswi sekolah adalah generasi penerus bangsa. Karena itu pembinaan mental, fisik dan disiplin bagi para siswa penting. Dengan Bintalfidis, siswa dibina terutama dalam sikap disiplin. Apa gunanya memiliki  bangunan sekolahnya mewah dan modern, tapi kalau siswanya tidak disiplin” ujar Kapolres Tomohon dalam kata pengarahan di hadapan para siswa dan guru SMA Lokon pagi tadi.

Kepala Sekolah, Kapolres Tomohon, Kombes Marlien Tawas dan staf


“Sekolah mengundang Kapolres Tomohon untuk pimpin upacara dengan maksud agar siswa belajar bagaimana bersikap tertib, disiplin dan hormat pada saat upacara bendera. Sebenarnya tak hanya itu, kedatangan Ibu Kapolres sekaligus memberikan pengarahan tentang pentingnya pembinaan mental fisik dan disiplin bagi setiap siswa” ungkap Kepsek SMA Lokon. Ferry Doringin, PhD.

Dalam kesempatan itu, pihak kepolisian mengusulkan agar sekolah membuat kegiatan yang terkait dengan Bintalfisdis (Pembinaan Mental Fisik dan Disiplin) untuk meningkatkan sumber daya siswa.

06 February 2013

Skuad DBL 2013, Losnito Tim Basketball


TOMOHON by Losnito - Akhirnya, road show Honda DBL 2013 sampai juga ke sekolah kami, setelah berkunjung ke sekolah-sekolah favorit juara di Manado. Sabtu (2/1), pukul 10.00 wita, bertempat di sport hall SMA Lokon, Tomohon, kegiatan road show itu berlangsung lancar dan disaksikan oleh 300 siswa, guru dan staff Yayasan.

DBL (Development Basketball League) adalah ajang kompetisi basketball antar pelajar SMA se-Indonesia, yang dimulai sejak 2004 di Surabaya dan diikuti 96 tim dalam 166 pertandingan. Pada tahun 2008 DBL berkolaborasi dengan NBA sebagai wujud untuk meningkatkan standard dan mutu dari pertandingan basketball yang semakin diminati oleh sekolah-sekolah untuk bisa tampil bertanding di arena DBL.

2010 tercatat ada 1078 tim yang ikut bertanding di DBL. Artinya semakin banyak sekolah yang tampil di arena DBL. Untuk Manado (Sulut), DBL menjadi daya magnet sendiri bagi sekolah-sekolah di Manado, Tomohon, Minahasa, Bitung hingga Kotamobagu. Buktinya, 2012 kemarin diikuti oleh 31 tim Basketball Putra dan 23 tim Basketball Putri. Tak hanya basket yang dilombakan, tetapi kelompok tim dancer masing-masing sekolah juga unjuk kreativitas, inovasi dan kebolehannya di sela-sela setiap pertandingan. (sumber: www.dblindonesia.com)

Road show DBL 2013 yang kemarin saya lihat di sport hall SMA Lokon berjalan sangat meriah. Sambutan para siswa begitu membahana oleh teriakan para siswa ketika tim kesayangannya Losnito disuruh tampil di lapangan oleh Host yang ditunjuk oleh Panitia DBL Manado. Seragam basketball warna abu-abu, dipakai oleh tim putra. Sedangkan tim putri memakai seragam warna hijau. Kapten Tim Basketball Putra Losnito dipimpin oleh Gabriel Senduk. Tim Putri dikapteni oleh Stefanie Ferra Tumbelaka. Sedangkan NDS (Nikolaus Dancer Squad) dikomandani oleh Thalia Rekha Polii. Menurut para kapten, mereka siap bertanding untuk merebut Champion DBL 2013 seperti yang pernah dijuarai pada tahun 2010 untuk tim Putra. Sedangkan NDS tiga kali berturut menjuarai Dance Competition DBL 2010,2011,2012.

“Ajang kompetisi Honda DBL ini bagi sekolah kami, bukan untuk mencari menang tetapi kami melihat adanya pendidikan karakter melalui pendidikan olah raga di luar jam kelas. Di ajang DBL, siswa mendapat kesempatan untuk mengekplorasi, elaborasi kemampuanya dalam sikap, ketrampilan dan pengetahuan selama betranding. Kami berharap ajang DBL menjadi salah satu cara untuk mensikapi Kurikulum 2013 terutama membuka peluang dan memberikan kesempatan untuk pendidikan karakter para siswa. Sportivitas dijunjung tinggi dan pola hidup sehat lewat berolahraga dianjurkan. Untuk itulah, para siswa kami siap bertanding” kata Pak Ferry, Kepala Sekolah ketika diminta memberi sambutan pada pembukaan road show itu.



Road show menjadi ajang perkenalan dan kesiapan tim-tim basketball peserta Honda DBL 2013 khususnya yang diselenggarakan di kota Manado mulai 8 Februari 2013 nanti. Sekolah-sekolah favorit juara, seperti MIS, Eben Haezer, Smanto, Smanda, SMA 9, Smakers, SMA Lokon, dll sudah disambangi oleh Panitia DBL. Dengan road show Honda DBL itu, panitia berharap ajang Indonesia Biggest Highschool Basketball League 2013 itu bisa menyedot lebih dari 500 ribu orang penonton di stadion KONI Sario Manado seperti tahun 2012 yang lalu. Selamat bertanding! Tunjukkan karakter bangsa pada setiap pertandingan dengan semangat dan menjujung tinggi sportivitas, fair-play dan bertanggungjawab.