Tes Masuk siswa baru SMP LOKON & SMA LOKON berasrama Tahun Pelajaran 2017/2018 telah dibuka.

SMA Lokon Sabet Juara Umum Atletik Tomohon

"Kejuaraan ini bertujuan untuk mencari bakat-bakat anak muda di bidang atletik untuk diperhatikan dan dibina oleh PASI Tomohon.

Retret Kelas XII SMA Lokon di Alamanda Retret

Semua kelas akan dibimbing oleh Pst. Adam OCD dan didampingi oleh Guru BK dan Pamong asrama.

Lokon Cup 2k17, Siap Digelar 5 Juni

Ada tiga cabang olah raga yang dipertandingkan dalam Lokon Cup 2k17, yaitu Basket, Dance dan Drumbattle

Penamatan 121 Siswa SMA Lokon

MA Lokon St. Nikolaus Sabtu siang ini (6/5/2017), berhasil menamatkan 121 siswa angkatan ke 13 atau Angkatan Bravery.

Tim OSN SMAN Lokon, Maju ke Provinsi

Berikut ini 15 siswa-siswi SMA Lokon yang mengikuti seleksi Olimpiade Sains Tingkat Provinsi Tahun 2017.

26 Januari 2017

Ayo Ikut Kelas Intensif Bahasa Mandarin

Liu Dan Dan mimpin lagu Mandarin bersama siswa SMP Lokon 

LOSNITO NEWS - Jumat siang ini (20/1) sesudah pelajaran usai, di Aula SMP Lokon, siswa, guru dan para pimpinan Yayasan beserta tamu berkumpul untuk pembukaan kelas bahasa Mandarin di SMP dan SMA Lokon St. Nikolaus.



Yayasan Pendidikan Lokon beberapa waktu lalu telah bekerjasama dengan Pusat Bahasa Mandarin Universitas Hassanudin Makassar dan Institute Confucius China untuk pengembangan bahasa Mandarin di lingkungan SMP/SMA Lokon St. Nikolaus.

Alasan dibukanya kelas Mandarin

Pesatnya perekonomian Cina, bertambahnya jumlah penduduk hingga mencapai lebih dari 1,3 miliar jiwa, mebuat berbagai industri raksaksa dunia berlomba-lomba membenamkan investasinya di sana. Oleh karena itu, prasyarat penting yang harus dipenuhi oleh seorang investor guna membangun kepercayaan publik lokal adalah kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Mandarin.

Foto bersama: Wakil Diknas Tomohon, Prof. Burhan (UNHAS), Prof Tao (Confucius Institute China), Ferdinad W (YPL) dan para pimpinan Yayasan dan Kepala Sekolah SMP/SMA Lokon. 


Tak heran jika kemudian, bahasa Mandarin menjadi bahasa Internasional kedua setelah Bahasa Inggris. Bahasa Mandarin digunakan oleh lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia dan penguasaan terhadap Bahasa Mandarin sering diidentikan dengan makin cerahnya prospek karir seseorang terutama bagi mereka yang hendak terjun dalam dunia bisnis.

"Kalau SMP dan SMA Lokon membuka kelas bahasa Mandarin, tentu ada tujuannya. Yaitu, dengan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Mandarin, siswa diharapkan nantinya siap menghadapi Era Pasar Global karena bahasa Mandarin adalah bahasa kedua setelah Bahasa Inggris. Dengan kemampuan berbahasa Mandarin, siswa tidak kesulitan masuk dalam perkembangan pasar global" kata Prof. Burhan dalam sambutannya.

Cita-cita Owner dan Pendiri Yayasan Pendidikan Lokon

Di kalangan guru dan siswa, Om Ronald Korompis dikenal sebagai visoner. Memiliki kemampuan melihat apa yang terjadi ke depan dan bagaimana menyiapkan pendidikan untuk mampu bersaing dengan dunia luar.


"Bahasa Mandrin menjadi salah satu keinginan Om Ronald agar siswa kedepannya mampu berkiprah secara global dalam mengantisipasi perkembangan jaman dan pasar global. Itulah amanah dari owner dan pendiri Bapak Ronald Korompis," kata Marthinus Senduk, SS, M.Hum, kepala sekolah SMP Lokon dalam sambutannya.

"Jadi dibukanya kelas Mandarin, selain menjadi menjadi hasil kerjasama anatar YPL dengan UNHAS Makassar, juga mewujudkan harapan pendiri Yayasan. Tak hanya itu, sebagain siswa ada melanjutkan studinya ke Tiongkok dan sebagian besar mengambil kedokteran" imbuh Marthinus Senduk.

Pengajar Kelas Mandarin

Pusat Bahasa Mandarin UNHAS dan Institute Confucius Tiongkok telah memberikan andil dalam menyediakan tenaga pengajar.


Sekarang ada dua guru yang berasal dari Tiongkok dan berpengalaman mengajar di UNHAS yaitu, Laose Liu Dan Dan dan Laose Chen Na. Selain mereka, ada bantuan dari guru Mandarin senior dari Manado yaitu Pak Yohanes.

Tim teaching Mandarin Tiongkok, juga nantinya mendapat bantuan dua pengajar Native langsung dari Pemerintah Tionkok supaya percakapan aslinya terjaga dengan baik.

Pembukaan kelas juga diwarnai dengan menyanyikan nyanyian dalam bahasa Mandarin yang dipimpin oleh Liu Dan Dan yang melibatkan para siswa SMP.

Artikel terkait:

  1. Lokon Chinesse Teaching Site
  2. HUT ke 12, Confucius Institute di Lokon


21 Januari 2017

Retreat Kelas XII, "Hidup Bermakna"




LOSNITO NEWS - SMA Lokon St. Nikolaus mengadakan retreat untuk siswa-siswi kelas XII IPA-IPS di Alamanda Retreat sejak Senin (16/1) hingga Jumat(20/1).

"Kami bagi dua gelombang. Untuk siswa IPA, gelombang pertama. IPS, gelombang kedua. Semua kelas akan dibimbing oleh Pst. Adam OCD dan didampingi oleh Guru BK dan Pamong asrama" jelas Martha Goni, Guru BK yang menjadi ketua panitia.

"Peserta dari IPA ada 65 siswa. IPS ada 56 siswa. Guru ada 4 orang" imbuh Martha menghitung jumlah peserta dalam kaitan dengan transportasi ke rumah retreat.


Tema retreat kali ini adalah Hidup Bermakna. Hari pertama merenungkan hidup dengan cara "Start from the end". Hari Kedua, merenungkan sikap hidup selama ini. Untuk menemukan sikapnya, dilalukan dengan Outdoor Games dan membuat Budgeting hidup.


"Di antara itu semua, diawali dan diakhiri dengan ibadat. Renungan bersama dan pribadi selalu diberikan saat sesudah ibadat" tambah Martha.

Curah hujan yang masih sering terjadi di kaki gunung Mahawu, tak menyurutkan semangat para peserta. Sebaliknya, ketika langit berwarna cerah kebiruan, kehangatan panorama alam dari lokasi retreat membakar ucapan syukur atas Sang Pencipta.

Di akhir retreat, mereka bertekad agar lulus 100% dari ujian nasional dan melanjutkan ke perguruan tinggi.

Panas Bumi, Mapel Baru di SMA

Tim Panas Bumi UGM Yogyakarta dan Pimpinan Yayasan Pendidikan Lokon (dokpri)

LOSNITO NEWS - Kita tidak mewarisi bumi ini dari nenek moyang kita. Sebaliknya, kita meminjam bumi ini dari anak cucu kita. Di atas pundak generasi mudalah, mereka akan meneruskan dan mewarisi kekayaan negara dan bangsa ini. Salah satunya pendidikan panas bumi dimasukkan di kurikulum sekolah. Energi panas bumi adalah salah satu kekayaan alam  yang terdapat di perut bumi.

Dengan ekplorasi dan eksploitasi energi panas bumi, manfaat bagi kehidupan banyak di dapat. Manfaat panas bumi secara tidak langsung digunakan untuk menggerakkan pembangkit listrik tenaga panas bumi. Secara langsung, dimanfaatkan untuk pemanasan dan pendinginan ruangan, permandian kolam renang, greenhouse heating, aquaculture, pariwisata, dan lainnya.

Terkait dengan pengembangan panas bumi (geothermal) Indonesia, khususnya di Sulut, tim Panas Bumi UGM berkolaborasi dengan NZAID CaRED Programme, Program Pemberdayaan dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat di Kawasan Timur Indonesia kembali menyelenggarakan Workshop Pengembangan mata pelajaran panas bumi untuk SLTA di Sulawesi Utara, Selasa kemarin (17/1) di Miniteater SMA Lokon Tomohon. Workshop ini merupakan kelanjutan dari workshop Mapel Panas Bumi sebelumnya (22/9/2016) di tempat yang sama.

Foto Bersama (dokpri)

Di hadapan para guru utusan dari SMA se-Sulut, workshop kedua ini mengagendakan pembahasan tentang silabus mata pelajaran panas bumi untuk kelas XI dan kelas XII SMA yang telah disepakati dalam workshop pertama.

Dalam silabus mapel panas bumi, telah tersusun materi pokok pembahasannya, yaitu (1) energi panas bumi, (2) sistem panas bumi, (3) pemanfaatan energi panas bumi, (4) keunggulan energi panas bumi, (5) tahapan pengembangan panasd bumi, (6) panas bumi di Indonesia, (7) manifestasi panas bumi dan Geohazard, (8) keanekaragam hayati di lingkungannya, (9) kunjungan lapangan/field trip, (10) Seminar panas bumi.

Sedangkan kompetensi dasar (KD) mapel panas bumi adalah agar siswa mampu mengidentifikasi,  menganalisis,  memahami dan mensyukuri energi panas bumi sebagai energi terbarukan dengan banyak manfaatnya bagi kebutuhan hidup manusia serta kemajuan bangsa dan negara.

Ini alasan panas bumi dijadikan mata pelajaran di SMA Pusat Penelitian Panas Bumi UGM, menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia. Hampir 40 persen panas bumi dunia terdapat di Indonesia. Data Badan Geologi menyebutkan Indonesia memiliki potensi panas bumi sebesar 29.215 MWE dari 285 lokasi akhirnya belum dimanfaatkan secara optimal untuk pembangkit listrik. Total potensi tersebut merupakan jumlah antara potensi sumber daya panas bumi sebesear 13.195 MWe dan cadangan sebesar 16.020 MWe.

Mapel Panas Bumi harus digulirkan (dokpri)

“Daerah di sekitar panas bumi, selain berfungsi sebagai lumbung energi juga dapat berfungsi sebagai laboratorium alam, maka menarik untuk diteliti dari segi ilmu kebumian, keanekaragaman hayati dan lainnya. Biasanya lokasi di mana terdapat panas bumi, adalah daerah unik yang memiliki potensi wisata yang memikat seperti pemandangan alam yang eksotik dengan fumarol, tanah beruap, geyser, dan pemanfaatan sumber air panas sebagai permandian” jelas Dr. Pri Utami, MSc., Ph.D. dosen UGM sekaligus peraih gelar Women in Geothermal Ambassador tahun 2015.

Yang kedua, materi panas bumi bisa dimasukkan ke dalam kurikulum SMA sebagai mata pelajaran muatan lokal, atau muatan institusional atau lintas minat. Namun, konsekuensinya harus dilihat secara bijak. Foto bersama (dokpri) “Jika panas bumi menjadi mapel muatan lokal atau institusional, maka materi panas bumi harus menjadi mapel yang berdiri sendiri. Konsekuensinya, guru pengajar harus menguasai bahan ajar materi panas bumi dengan alat peraganya. Dibutuhkan alokasi waktu sendiri dalam kurikulum. Tak hanya itu, apabila menjadi muatan lokal untuk seluruh SMA Provinsi Sulut, harus disahkan dengan SK Gubenur dan sekolah yang tidak melaksanakan akan mendapat sanksi” kata Agnito, Wakasek Kurikulum Lokon. Kalau materi panas bumi menjadi mapel lintas minat maka materi itu bisa diintegrasikan dengan pelajaran yang berbasis keilmuan dan pariwisata seperti kebumian, geografi, fisika, ekonomi, bahasa Inggris.

Presentasi Peserta (Dokpri)

“Yah, akan banyak guru yang terlibat. Itu resikonya. Lagi pula jiwa dan semangat lintas minat menurut peraturan, mendorong sekolah untuk melakukan sister school dengan pihak perguruan tinggi agar nantinya mapel panas bumi berkesinambungan dengan kuliah” imbuh Agnito.

Yang ketiga, salah satu materi panas bumi mendorong siswa untuk melalukan pengamanatan langsung di lapangan terhadap keunggulan dan pemanfaatan energi panas bumi. Sebagai contoh, manifestasi panas bumi  berupa tanah hangat, permukaan tanah beruap, mata air panas atau hangat, telaga air panas, fumarol, kubangan lumpur panas, silika sinter atau batuan yang terlah mengalami alterasi. Itu semua harus dipelajari dengan cara melihat, mengamati dan meneliti secara langsung di lokasi panas bumi.

Yang keempat, lokasi di daerah panas bumi berpotensi untuk digunakan sebagai Taman Pendidikan Panas Bumi (Edupark) yang terintegrasi dengan wisata alam. Tangkuban Perahu, Air panas Cipanas Garut, Danau Linow, Bukit Kasih, dan masih banyak lagi, berada di daerah panas bumi. Pemprov Sulut bekerjasama dengan UGM telah dua kali menyelenggarakan festival panas Bumi di Danau Linow, Lahendong, Tomohon.

“Indonesia memiliki potensi geothermal yang melimpah. Nyatanya pemanfaatan panas bumi belum maksimal. Karena itu kita (sebagai pendidik atau guru) terpanggil untuk mengedukasi generasi muda agar mereka kelak bisa mengelola kekayaan alam itu bagi kemajuan bangsa dan negara ini” kata Dr. Himawan T. Bayu menutup workshop dengan harapan materi panas bumi bisa secara resmi dimaksukkan dalam kurikulum sekolah.

Selengkapnya DI SINI.