15 September 2009

SUASANA ASRAMA & UJIAN MID SEMESTER GANJIL

Suasana asrama malam ini nampak lain. Di depan papan pengumuman yang terletak di pojok belakang dining room, banyak siswa berebut melihat daftar ruang tempat ujian. Rupanya, di setiap ruang ujian terdaftar secara acak antara kelas X, kelas XI dan kelas XII. Rata-rata setiap ruang disiapkan antara 15 sampai 20 siswa. Antusiasme mereka menonton daftar tersebut menunjukkan betapa mereka siap untuk "bertempur" menghadapi ujian mid-semester. 

Masih di ruang dining tampak beberapa siswa duduk bersama di meja makan. Semakin dekat dengan mereka, terlihat masing-masing memegang buku dan ada satu orang menjelaskan seperti guru. Ternyata mereka sedang study dan latihan bersama untuk memecahkan soal-soal fisika. Kelompok-kelompok seperti ini tidak hanya di tempat itu saja. Bila dihitung kurang lebih ada 6 meja yang digunakan untuk belajar bersama.
Di ruang rekreasi yang berdekatan dengan dining room, banyak siswa berkumpul secara berkelompok. Biasanya di ruang rekreasi ini banyak laptop berjajaran di meja untuk memanfaatkan WiFi Internet yang dipasang. Namun malam ini tidak ada satupun laptop yang menyala. Mereka berdiskusi untuk mempersiapkan ujian yang besok mereka hadapi.

Ketika langkah kaki ini memasuki ruang belajar di asrama putra dan putri, suasana begitu hening. Tiada keributan di sana-sini. Masing-masing duduk di meja belajarnya dan kelihatan tekun dan serius belajar.  Biasanya suasana di ruang belajar sedikit berisik oleh laptop yang dipakai untuk main game, atau suara musik yang dibunyikan dari hape atau sedikit berisik karena "baku sedu". Bila ada pamong, teguran untuk belajar sering terdengar menyelinap di antara aktivitas mereka. Namun, malam ini suasana itu berubah total. Masing-masing siswa sadar bahwa malam ini harus belajar untuk ujian besok.

Tadi pagi, seorang pamong menceritakan bahwa dalam suasana ujian seperti ini pamong tidak perlu "mengingatkan" siswa untuk belajar, dan menghentikan untuk main game. Suasana "belajar" seolah-olah menjadi komitmen mereka dan tidak saling mengganggu. Pamong juga bercerita bahwa ada beberapa siswa yang bangun jam 3 pagi untuk melanjutkan studinya. Pamong juga tidak perlu repot-repot untuk membangunkan di pagi hari.

Suasana studi seperti ini akan terus dimonitor oleh pamong agar berjalan dengan baik dan siswa merasa nyaman belajar di asrama. Keadaan ini nantinya akan terulang. Satu hal yang menarik adalah waktu ujian kali ini diambil sebelum liburan Idul Fitri dan sesudah liburan, ujian akan diteruskan lagi.

0 comments: