Tes Masuk Calon Siswa SMP-SMA Lokon: 29 Maret, 26 April dan 30 Mei 2014
Berita Terbaru :

LOMBA MATEMATIKA SAINS TINGKAT SD SULUT

Tujuan lomba untuk menunjukkan bahwa siswa-siswa tingkat dasar di Sulawesi Utara ternyata memiliki kemampuan di bidang sains dan matematika.

CHAMPION DBL 2014 BOYS

Losnito menunjukkan keperkasaan mereka dengan bermain makin ganas dan mengakhiri perLAWANAN Benzar dengan skor 31-84

DAHLAN: DICECAR SISWA SOAL FREEPORT

saya ingin bertanya, jika kelak bapak terpilih menjadi presiden RI, apa yang bapak lakukan dengan pembagian hasil bagi masyarakat Papua.

CERAMAH HARRY TANOE DI SMP/SMA LOKON

Kata HT, yang penting kualitas, speed, introspeksi diri, pergaulan dan konsisten. Itulah yang harus terus menerus kita perhatikan sepanjang hidup kita sejak muda.

20 SISWA LOKON KE OSN PROPINSI

Jumlah siswa yang lolos OSN tingkat Propinsi ada 27 siswa. Dari jumlah itu, 20 siswa berasal dari SMA Lokon" ujar DR. Max M. Imbang.

26 Mei 2014

Graduation SMA/SMP Lokon 2014


Penamatan 111 siswa SMA Lokon St. Nikolaus 2014 Angkatan X


Tomohon, LOSNITO Campus - Graduation atau acara penamatan tahun 2014  berbeda dengan tahun sebelumnya. Bukan hanya 111 siswa SMA Lokon yang akan mengikuti penamatan, tetapi 38 siswa SMP Lokon untuk pertama kali ikut dalam acara Graduation.

Sejak jam 7 pagi, para siswa yang akan mengikuti graduation sudah berdtangan di lobby sekolah. Siswa SMA berpakaian seperti tahun lalu. Untuk cowok menggunakan setelan jas gelap, sedangkan cewek kebaya kuning keemasan. Bunga dada ditempelkan pada setiap siswa yang akan tamat dari SMA.

Sementara itu, kostum siswa SMP menggunakan kebaya warna pink dan cowoknya berpakaian jas dan berdasi merah semua. Tak ada bunga dada dipasangkan untuk siswa SMP.


Penamatan 38 siswa SMP Lokon St. Nikolaus, Angkatan I
Tepat pukul 8, prosesi dari lobby menuju ke spothall dimulai. Marching Band mengiringi pprosesi dengan menampilkan lagu-lagu andalannya yang sama seperti saat ikut pawai Hardiknas yang lalu. Setelah MB, berturut-turut siswa yang didampingi oleh orang tua atau walinya. Di belakang mereka pimpinan yayasan, kepala sekolah dan para guru serta tamu undangan.

Setibanya di sport hall, rombongan disambut oleh para siswa adik kelas yang sudah lebih dahulu berada di sporthall. Cuaca cerah saat rombongan berjalan dari lobby ke lokasi pertemuan. Kemeriahan prosesi sangat dibantu oleh suara marching band.

Acara graduation telah disusun oleh panitia dengan rapi. Sambutan dari Pak Ronald Korompis, Ketua YPL, Kepsek SMP, Prof. Dr. Mezak Ratag, APU, Kepsek SMA, Dr. Max Imbang, perwakilan siswa SMP, perwakilan siswa SMA, Kadis Diknas Tomohon, perwakilan orang tua SMP-SMA, dan pemberian penghargaan kepada karyawan terbaik dan karyawan yang sudah 10 tahun bekerja.

"Pengalaman suka duka hidup selama tiga tahun di SMP dan asrama memberi pelajaran yang berguna terutama dalam menjalin persahabatan, pertemanan, dan hidup berasrama. Ini memberikan nilai hidup tersendiri yang tak akan terlupakan. Demikian juga interaksi dengan guru, pamong dan karyawan juga menambah pada sebuah nilai bahwa kita ada karena kamu ada" tegas Matteuw Tinggian, mantan ketua OSIS SMP sekaligus perwakilan siswa SMP yang ditamatkan.


Salah satu siswa asal Papua
"Kurikulum berbasis kehidupan dengan menekankan bukan hanya pada intelektualitas saja tetapi etika moral yang diterapkan di SMA Lokon, terus terang membawa nuansa lain selama berada di sekolah dan asrama. Yang jelas, keberhasilan hidup bukan hanya dari pandainya seorang tetapi bagaimana siswa juga berkarakter baik.Hal lain yang membuat kami senang adalah kami bisa mendengarkan kesaksian-kesaksian dari tokoh-tokoh nasional maupun luar negeri yang datang ke sekolah untuk mensharingkan keberhasilannya" ujar Gumansalangi, mantan Ketua OSIS, dalam sambutannya mewakili siswa.

"Hendaknya siswa setelah tamat dari Lokon tetap memiliki ketekunan, kerendahan hati, takut pada Tuhan. Jadi jangan hanya berpikir soal intelektual saja tetapi perlu memperhatikan karakter juga" tegas pak Ronlad dalam sambutannya.

Acara graduation kali ini dimeriahkan dengan koor dari siswa sma, penampilan dari guru-guru siswa smp, guru-guru dan kolintang dari siswa SMA. Puncak acara penamatan ditandai dengan penyerahan kenang-kenangan dari kepsek SMP-SMA dan Pak Ronald kepada setiap siswa yang tamat dari SMA dan SMP. (***)



16 Mei 2014

Akreditasi SMA Lokon



Rabu pagi langit tampak cerah. Di lobby seperangkat alat musik bambu telah terpasang menghadap pintu masuk lobby SMA. Ada apa ya pagi ini? Lalu penulis bertanya kepada salah satu rekan guru yang sedang berdiri mengawasi para siswa pemain kolintang.

"Hari ini sekolah akan diakreditasi oleh BAN (Badan Akreditasi Nasional) dan para asesor sebentar lagi akan adatang" jawab pak Agnito, wakasek pengembang teknologi dan inovasi pembelajaran yang tampak sibuk ke sana ke mari.

Penulis lega dapan info itu. Karenanya penulis ikut menunggu kedatangan para tamu yang katanya mereka datang dari berbagai wilayah Indonesia Timur.

Pukul 07.30 rombongan asesor BAN datang, grup kolintang Losnito menyambut para tamu dengan lagu berjudul "Sumikola" (akan pergi ke srkolah) dan "Saule dari Ambon" dengan lincahnya. Para tamu berhenti sejenak di lobby menikmati penampilan kolintang Losnito. Tepuk tangan terdengar begitu kolintang berhenti menuntaskan lagu.

Sambutan demi sambutan berlangsung di lobby. Ucapan terima kasih dari Kepsek Max Imbang kepada asesor menjadi sambutan resmi pihak sekolah. Kemudian Kepsek mengajak para tamu untuk "sight seeing" kampus Losnito di plaza sambil memberikan informasi tentang ruang kelas, laboratorium, observatori, perpustakaan dan jumlah siswa. Saat ini kelas XII setelah Ujian Nasional, mereka tidak berada di asrama dan diberi kesempatan untuk mempersiapkan pendaftaran studi lanjut ke perguruan tinggi.

Pertemuan teknis dengan asesor dilaksanakan di ruang lobby lantai atas. Selanjutnya para asesor melaksanakan akreditasi yang terbagi dalama bagian pengelolaan, administrasi, dan sarpras. 

"Mereka bertanya sangat detil, termasuk kapasitas seorang guru dan tenaga kependidikan. Bukti-bukti sertfikat pun tak luput ditanyakan. Sebagai contoh, pustakawan perlu mengikuti pelatihan untuk menunjukkan kapasitasnya" ujar Ipet. 

"Tapi SMA Lokon mendapat penilaian baik. Bahkan yang dulu dinilai B karena bisa menunjukkan bukti-bukti akhirnya mendapat penilaian A dari asesor" lanjut Wakasek Adminitrasi dan Umum.

Para tamu berkeliling kampus hingga masuk ke asrama dan sporthall. Secara umum fasilitas sekolah dianggap lebih dari cukup. 



07 Mei 2014

Dahlan Iskan: Siswa Harus Pintar Tapi Berkarakter


Dahlan Iskan Akrab Dengan Siswa

Tomohon, LOSNITO Campus -Siapa yang tidak kenal Dahlan Iskan? Pria kelahiran Magetan Jawa Timur 62 tahun ini namanya makin melejit seiring dengan keikutsertaannya dalam konvensi Capres Partai berlambang tiga berlian. Lembaga survei pun ikut andil memposisikan Dahlan Iskan di nomor atas elektabiltas Capres.

Di sekolah, Ronald, ketua umum YPL dan Kepala Sekolah memberikan sambutan sebelum Pak Dahlan menyampaikan ceramah umum “Etos Kerja Pendidikan dengan tema Kerja, Kerja dan Kerja".

Tiba saatnya, Pak Dahlan Iskan berdiri sambil memegang mikropon untuk ceramah umum, yaitu memberikan kesaksian hidup tentang hidup yang berhasil. Terlebih dahulu, memuji sekolah yang ramah lingkungan dan sekolah berasrama yang siswanya berasal dari 16 propinsi di Indonesia.
Lalu, dengan suara tegas Dahlan Iskan bertanya kepada para siswa, "Mengapa anda perlu bersekolah di sekolah yang mutunya bagus?" Hadirin terdiam sejenak. "Yang angkat tangan akan mendapat bonus" lanjutnya.

Dua orang siswa maju ke depan. Reynald Baggi siswa kelas XI IPA asal Kotamobagu, menjawab bahwa saya ingin mendapatkan pendidikan yang bagus dan pengalaman-pengalaman lebih dari pendidikan yang menjaga kualitas.  Sedangkan siswi SMP, Natalia asal Bitung, beralasan ingin menjadi orang yang berguna dan sukses di masa depan.

Lalu Pak Dahlan Iskan menanggapi  jawaban dua siswa itu. “Sepuluh tahun lagi Indonesia akan menjadi negara terbesar ke enam di dunia. Sepuluh tahun ke depan, anda umurnya berapa?” Baggy menjawab,   27 tahun dan Natalia menjawab, 23 tahun.  “Coba bayangkan dan rasakan pada usia 27 dan 23 itu, Indonesia adalah negara terbesar ke 6 di dunia” pinta Dahlan Iskan kepada dua siswa itu.

“Pada usia 23 tahun, saya belum bisa beli sepatu baru. Usia 27 tahun, saya kawin dengan seorang guru SD berasal asal Samarinda. Istri saya, kalau mengajar harus menempuh perjalanan dua hari dua malam menyusuri Sungai Mahakam. Saat itu, kami kontrak rumah di pinggir sungai. Di dalam rumah, ada lubang. Kalau pasang kami mandi tanpa menimba. Kalau surut, kami harus menimba air. Itulah kondisi kami saat usia 27 tahun” cerita Dahlan Iskan ketika masih tinggal di Samarinda.


Gaya Ceramah Dahlan Iskan Di hadapan Civitas Academica Losnito
Jadi, alangkah sangat bedanya suasana saat saya dan anda pada usia 27 tahun. Untung anda sekolah di sekolah yang baik. Mencari anak pintar itu, mudah. Sekarang sekolah yang berkualitas juga banyak. Yang dibutuhkan sekarang ini adalah anak yang pintar tapi berkarakter yaitu punya kepribadian kuat dan cocok untuk hidup di negara yang nantinya sudah maju. Pengalaman berasrama, mendapatkan Bapak/Ibu asuh, dengan disiplin dan tata tertib yang memadai dalam belajar dan hidup bersama, sangatlah menguntungkan buat anda khususnya ketika menghadapi Indonesia menjadi negara terbesar ke enam di dunia.

Billy Wongkar, Ketua OSIS,bertanya “ Apa bedanya sukses dari bawah dan sukses karena keluarganya sudah sukses? Mendengar pertanyaan Billy, Pak Dahlan geleng-geleng kepala dan tidak mengira mendapat pertanyaan sulit seperti ini dari seorang anak SMA.

Karena sulit, lalu pak Ronald diminta untuk menjawab. Pak Ronald menjawab dengan cerita tentang nyamuk dan lalat di rumah orang kaya. Di Kebayoran baru, selokan yang menjadi sumber nyamuk dan lalat sudah ditutup. Tapi, tetap saja bau comberan itu tercium siapa saja. Bahkan, nyamuk menggigit siapa saja tak peduli kaya miskin hingga sakit.

Makna cerita ini adalah satu kebersihan yang baik tidak cukup dengan membersihkan rumah. Satu kebersihan rumah tidak cukup dengan membersihkan badan. Jadi, pendidikan karakter mengajarkan agar setiap orang yang berhasil atau sukses , harus punya peduli terhadap lingkungan yang bersih dan dan peduli kepada orang miskin.

Sedangkan pak Dahlan bercerita tentang anaknya Azrul Ananda yang sudah kerja keras hingga berhasil, tapi yang dapat nama bapaknya. Itulah resiko anak yang bapaknya sukses. Tapi kalau anaknya tidak sukses yang susah bapaknya karena anaknya yang menghancurkan bapaknya. Yang penting, orang harus bisa sukses baik dari atas, atau dari bawah, kunci Pak Dahlan.

Selanjutnya Andre, siswa kelas XI, asal Tomohon, bertanya, “Mengapa mata pelajaran di sekolah banyak, padahal pelajaran itu nantinya tak semua ada gunanya bagi masa depan. Hanya untuk mencari nilai saja supaya naik kelas atau lulus”.

“Sewaktu saya sekolah, jumlah mata pelajaran ada 27. Semua dipelajari dan ada nilainya.  Ini beda di Amerika. Di sana, mata pelajarannya sedikit tapi mendalam. Untuk apa belajar itu itu yang tak ada artinya bagi kehidupan" kenang Pak Dahlan saat sekolah dulu.

"Kurikulum 2013 sudah menyederhanakan beban banyaknya mata pelajaran. Dan kurikulum 2013 sudah merumuskan kegelisahan anak didik tentang banyaknya mata pelajaran yang harus dipelajari. Sementara pendidikan karakter terabaikan” ujar Pak Dahlan mengapresiasi Kurikulum 2013.


Marching Band: Antar Dahlan Iskan ke Sporthall
“Sayang sekali, belum semua sekolah menjalankan kurikulum 2013. Yang saya tahu, guru-gurunya memang  tidak siap dan disiapkan untuk itu. Para guru sudah terbiasa menggunakan cara-cara pembelajaran seperti kurikulum dulu” keluh Pak Dahlan. Tampak hadirin sejenak hening dan berharap apa solusi Pak Dahlan soal banyaknya mata pelajaran.

 "Menjadi guru sekarang dan yang akan datang, akan lebih sulit karena guru wajib menjiwai dan tahu secara persis kondisi kejiwaan setiap siswa. Guru tidak lagi menilai perkembangan belajar siswa dengan angka-angka seperti yang ada di rapot. Tetapi guru akan memberikan nilai dengan kalimat yang menjelaskan sejauh mana anak didik sudah menguasai pelajaran" tegas pak Dahlan.

 “Ingat anda harus bersekolah untuk pintar tapi memiliki karakter yang kuat. Dan jangan lupa sepuluh tahun mendatang anda menghadapi Indonesia menjadi negara maju ke 6 di dunia” nasehat Dahlan Iskan sebelum mengakhiri ceramahnya tentang Etos Pendidikan di jaman ini.

Dahlan Iskan Dicecar Siswa Soal Freeport


Billy Wongkar, Ketua OSIS, menyerahkan Cendera Mata ke Bp. Dahlan Iskan
Tomohon, LOSNITO Campus - Kunjungan Dahlan Iskan, Menteri BUMN RI, ke Kampus Losnito Tomohon, Sulawesi Utara disambut meriah oleh para siswa, guru, karyawan dan pimpinan Yayasan.

Sabtu pagi (3/5), pukul 09. 45 wita sebuah mobil Alphard putih memasuki pintu gerbang kampus dan berhenti tak jauh dari Lobby sekolah. Pintu mobil segera terbuka. Dari pintu sopir, keluarlah lelaki paruh baya mengenakan baju putih, bercelana gelap dan bersepatu olah raga.Ternyata Dahlan Iskan menyopir sendiri Alphard menuju ke Lokon.

Setelah turun dari mobilnya, lelaki berkacamata itu langsung menyalami dua siswa penerima tamu. Yang pertama kali disalami adalah siswa bernama Jeremy yang baru saja dinobatkan sebagai Putra Tomohon 2014 dan Ayleen, siswi Lokon yang menyandang Wakil Putri Tomohon 2014.

Selanjutnya, lelaki paruh baya yang bergerak energik itu, menyodorkan tangannya dan bersalaman siapa saja yang ia jumpai sebelum disambut oleh Kepsek Lokon, Bp. Max Imbang.Dahlan Iskan, Ronald Korompis, Kepsek, Kapolres Tomohon, didampingi Ibu Nafsiah Sabri (istri Dahlan Iskan), Mary Wewengkang (Istri Ronald K) berjalan kaki menuju ke tempat pertemuan.

MB Losnito: Antar Rombongan Dahlan Iskan, Menteri BUMN ke Sporthall


Sementara itu, marching band Losnito memainkan alat musiknya untuk mengantar rombongan Dahlan Iskan berjalan kaki menuju ke sporthall.

Dahlan Iskan memberikan ceramah umum di hadapan sekitar 600 hadirin yang terdiri para siswa SMP-SMA Lokon, para guru, karyawan dan pimpinan Yayasan, dengan model tanya jawab.

"Saya tidak akan memberikan ceramah seperti kuliah umum. Tapi, silahkan anda bertanya apa saja kepada saya" kilah Dahlan.

Empat siswa SMA maju ke depan mendekati tempat pembicara berdiri. Dari ke empat siswa, dua di antaranya adalah siswa Papua yang berasal dari Nabire dan Timika. Mereka inilah yang mencecar Menteri BUMN dengan pertanyaan-pertanyaan soal keberadaan PT. Freeport di tanah Papua.

 
Aholiab Mote, Tanya Soal Freeport ke Dahlan Iskan

Aholiab Mote, Siswa asal Nabire, Papua

Sebelum bertanya, Aholiab Mote, siswa kelas XI IPA Lokon asal Nabire mengutarakan pandangannya bahwa sejak 1969, Freeport telah melakukan pertambangan di tanah Papua. Namun setelah 44 tahun, hanya sekitar satu persen dari hasil tambang Freeport, yang diserahkan ke pemerintah Indonesia dan masyarakat pemilik tanah adat.

"Karena itu, saya ingin bertanya, jika kelak bapak terpilih menjadi presiden RI, apa yang bapak lakukan dengan pembagian hasil bagi masyarakat Papua?" tanya Aholiab Madubi Mote.

"Ini memang menjadi masalah besar. Anda memang betul. Sejak jaman pak Harto, pemerintah Indonesia terikat dengan kontrak. Dan kontrak itu harus dipegang. Kalau dilanggar, kita akan dikucilkan oleh dunia. Tapi kita juga tidak mau seperti itu terus" lanjut pak Menteri.

Kemudian dijelaskan oleh Dahlan Iskan bahwa untuk mengatasi masalah itu, bersama-sama menteri perdagangan, keuangan, perindustrian, dan pertambangan setahun yang lalu, berlaku 1 Januari sudah mengambil keputusan untuk melarang perusahaan untuk mengekspor bahan material mentah. Melarang ekspor tanah dan air Indonesia, termasuk Papua. Akibatnya sampai sekarang perusahaan itu marah besar terhadap kita. Indonesia minta supaya Freeport membangun pabrik pengolahan tambang di Indonesia dengan tenaga kerjanya orang Indonesia. Dan ini, nilai tambahnya akan besar.

"Sepanjang saya masih menjadi menteri, saya tidak akan mundur terhadap tekanan terhadap larangan itu, kecuali pemerintah yang baru nanti mengganti dengan peraturan baru" tegas Dahlan Iskan.

 
Maria, Tanya Soal Kurang Listrik dan Guru di Kamoro
Maria Getrulda Betteyop, siswi Matrikulasi asal Kamoro, Timika

Pertanyaan Maria Getrulda Betteyop siswi Matrikulasi asal Timika berikutnya ada dua hal. Yang pertama, mengapa di tempat asalnya Kamoro, Timika hingga kini kurang listrik dan kurang guru sehingga kami tidak bisa belajar dengan baik seperti di sekolah ini, karena tak ada lampu dan guru yang mengajar.

Yang kedua, sebagai Menteri BUMN apa yang dilakukan bapak untuk tanah Papua agar kami merasakan sejahtera?

"Saya sudah menjelajah semua tempat di Papua tiga tahun lalu. Dan setahun lalu saya sudah mencanangkan untuk pembangkit tenaga listrik di Timika, tapi mendapat kendala karena tanahnya sengketa. Tapi sekarang sudah beres. Setahun lagi sudah akan dibangun. Di sungai Wamena, juga akan dibangun pembangkit tenaga listrik yang sangat besar. Kapasitasnya bisa mengaliri listrik untuk 6 kabupaten. Semoga pembangunan ini segera selesai dan cepat beroperasi" janji Dahlan Iskan kepada siswa Papua. Sontak, janji Dahlan iskan disambut tepuk tangan meriah oleh hadirin.

"Soal kekurangan guru, saya hanya berharap semoga anda cepat selesai sekolahnya dan pulang kampung jadi guru. Mau pulang kampung atau kawin dengan orang Manado?" Dahlan balas tanya pada siswi asal Timika.


Suasana Ceramah Umum Dahlan Iskan
Yang ditanya hanya tertawa sambil mengatakan bahwa ia akan pulang kampung. Sementara hadirin tampak begitu senang dengan jawaban-jawaban Dahlan Iskan yang menjanjikan perbaikan-perbaikan infrastruktur demi majunya masyarakat Papua.

Kemudian Dahlan Iskan menutup ceramah di hadapan 600 hadirin dengan mengajak berjoget  ala Chicken Dance. Semua hadirin ikut gerakan ritmis joget pak Dahlan Iskan yang didampingi istrinya Nafsiah Sabri.

Tak terasa dua jam lebih sudah berlalu. Ini mungkin karena model ceramahnya, menggunakan model tanya jawab sehingga tak sempat membuat mengantuk hadirin seperti ceramah-ceramah yang sering terjadi.

Selamat jalan Pak Dahlan Iskan, semoga berhasil menjadi presiden RI, yang peduli terhadap tanah air dan kesejahteraan rakyat, khususnya msyarakat adat Papua.



 

26 April 2014

20 Siswa SMA Lokon Tembus OSN Propinsi

Tomohon, LOSNITO Campus - Berita gembira baru saja diterima SMA Lokon (25/4) dari DR. Juliana Karwur, MSi, Kadis Diknas Kota Tomohon, yang mengabarkan bahwa 20 siswa SMA Lokon lolos OSN tingkat Propinsi.

"Jumlah siswa yang lolos OSN tingkat Propinsi ada 27 siswa. Dari jumlah itu, 20 siswa berasal dari SMA Lokon St. Nikolaus, Tomohon" ujar DR. Max M. Imbang siang ini di kantor BPH.

Berikut ini, 20 siswa Lokon itu yang lolos mewakili OSN ke tingkat Propinsi :

Matematika:
  1. Raynald Gerald Bagy
  2. Darien Bill Latjardu
  3. Waraney Lasut S. Roeroe
Fisika
  1. Monica Welliangan
  2. Timothy Ngantung
  3. Fransisca Wongkar
Biologi
  1. Priska Ch Kromo 
  2. SMA Kristen 1
  3. Kevin G Senduk
Kimia
  1. Marzelino Malintow
  2. Elroy C Karundeng
  3. Jonathan Tandaju
Komputer
  1. Christianto Darmawan
  2. SMA Negeri 1
  3. Rosario A. Bagaskara
Astronomi
  1. Febriana Bolang
  2. Cheko S Paat
  3. Johanes P Polii
Kebumian
  1. Kezia NG Langie
  2. Marvey Wewengkang
  3. Maria Undap
 Ekonomi
  1. Billy Wongkar
  2. Aurelia Kambey
  3. SMA Seminari
Geografi
  1. SMA Negeri 1
  2. SMA Seminari
  3. Isabela Pangemanan

Siswa Lokon Raih Putra Tomohon dan Runner Up Putri Tomohon 2014


Jeremy Sabet Putra Tomohon 2014 (sumber foto: beritamanado.com)

Tomohon, LOSNITO Campus - Malam tadi (25/4) dilaksanakan Grand Final Putra-putri Tomohon 2014 di Auditorium Bukit Inspirasi. Pemkot Tomohon, melalui Dinas Pariwisata, setiap tahun menyelenggarakan seleksi dan pemilihan Putra-Putri Tomohon (PPT) yang diambil dari wakil-wakil SMA dan SKPD di Tomohon.

Kegiatan PPT dimulai sejak tanggal 11 hingga gran final 25 April 2014. Banyak materi yang diberikan kepada 42 peserta cowok-cewek. "Hospitality, Kepribadian, Kepemimpinan, Kedisiplinan, Inner Beauty, Intelelegensia dan lainnya menjadi materi yang dinilai oleh dewan juri" cerita Grace Nelwan, eks Noni Sulut yang ikut mendampingi para peserta, khususnya materi public speaking.


Jeremy (Putra Tomohon 2014) dan Ayleen (Wakil Putri Tomohon 2014)
SMA Lokon tidak selalu menanggapi undangan keikutsertaan dalam PPT yang diselenggarakan setiap tahun menjelang Hari Pendidikan Nasional (2 Mei). Alasannya, seperti yang disampaikan Bp. Tommy Moga, Wakasek Kesiswaan, sulit menemukan siswa Lokon yang mau dan cocok untuk berpartisipasi dalam Putra-Putri Tomohon.

Untuk ikut PPT tahun 2014, SMA Lokon mengutus siswa kelas XI yaitu Jeremy Samatara Laos dan Ayleen Senduk.

Tadi malam diumumkan para pemenang PPT 2014 dan hasilnya, sebagai Putra Tomohon 2014 diraih oleh Jeremy Samatara Laos. Untuk Putri Tomohon diraih oleh Thessalonika Bremen dari wakil Bappeda Tomohon.

Sementara itu, siswa putri Lokon Ayleen Senduk merebut Wakil Putri (runner up) Tomohon 2014. Dari 42 peserta dipilih 26 peserta untuk mendapat penghargaan dalam berbagai kategori seperti Juara 1, Wakil Juara, Harapan 1 dan 2, Favorit, Fotogenik, Persahabatan, Kebudayaan, dan Intelegensia.

Selamat buat dua siswa SMA Lokon yang meraih prestasi tersebut.

26 Maret 2014

SMAN Bali Mandara Studi Banding di Lokon


Ruang BPH
 
Tomohon, LOSNITO Campus - Selasa (25/3), SMP-SMA Lokon menerima kunjungan studi banding dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Provinsi Bali.

Mereka adalah Bapak: 1. Wy. Serinah.S.Sos,M Si,(Ses Disdikpora.prov Bali,2. Drs.Wy Susila MM,(Kabid Dikmen).3. Drs.AA.Ngurah Gde Sujaya.M.Pd (Staf ahli Gubernur Bali) 4. Drs. I Nym Darta,M.Pd (Ka SMA N Bali Mandara),5 Ir. I Nym Gede Pujawan ( Perencana Teknis,) 6.Ari Setya Wibawa(staf).

Sebelum melihat infrastruktur kampus Losnito, rombongan pak Agung diterima oleh Pimpinan Yayasan Pendidikan Lokon dan pimpinan sekolah SMP-SMA Lokon di ruang rapat BPH.
"Meski sekolah kami sekolah negeri bukan sekolah swasta, kami sudah menerapkan sistem pendidikan berasrama" ujar Pak Agung mengawali perkenalannya di hadapan pihak tuan rumah.
"SMA Negeri Bali Mandara juga sudah menerapkan sistem SKS murni kepada para siswa-nya sehingga siswa bisa menyelesaikan studinya dua tahun. Tapi ada juga yang menyelesaikan studinya hingga 4 tahun. Kalau bapak-bapak bertanya kok sampai 4 tahun, yah itu sebenarnya masalah pribadi siswa yang terlalu asyik dengan salah satu bidang yang disukai saja dan nilai akademis belum merata untuk semua" lanjut pak Agung.
Dalam pertemuan antara YPL dan rombongan Diknas Bali, diceritakan bahwa SMAN Bali Mandara ingin studi banding terutama tentang bagaimana mengelola sekolah berasrama sekaligus fasilitasnya.
"Kami punya tanah 2 hektare akan kami khususkan untuk sekolah negeri berasrama dengan fasilitas seperti yang ada di sini" ujar salah satu Bapak yang ikut dalam rombongan saat meninjau asrama dan sporthall.
Kedatangan rombongan Diknas Bali ini juga memberi inspirasi dan masukan bagi pihak Lokon antara lain tentang kurikulum yang kombinasi dengan sistem Cambridge dengan mewajibkan siswa ikut ujian Cambridge level AS atau A.
"Kami juga menerima siswa prestasi tapi tak mampu secara ekonomi. Sistem seleksi siswa juga ketat dan melewati 4 tahap seleksi yaitu nominasi, administrasi, tatap muka dan verifikasi" ungkap pak Agung.
SMAN Bali Mandara boarding school ini juga melahirkan siswa-siswa prestasi di OSN. Mengusung konsep Academic Performance dan Enriching Life Skill menjadi Profile of graduaters dari lulusan SMA ini.
Kunjungan rombongan diakhiri dengan keliling kampus. Terima kasih Bapak Agung dkk yang berkenan mengunjungi sekolah kami.

Posted via Blogaway

17 Maret 2014

Pemenang Lomba Matematika dan IPA Tingkat SD Se-Sulut




LOSNITO - Yayasan Pendidikan Lokon, SMP-SMA Lokon untuk ke sekian kalinya menyelenggarakan Lokon Mathematics & Natural Science 2014 tingkat SD se-Sulut (15/3). Tercatat  ada 105 peserta lomba yang terbagi dalam dua bidang, Matematika dan IPA.


Enam ruangan disediakan oleh panitia untuk mengerjakan soal-soal lomba. Setelah dibuka di Sporthall  (09.00 wita) oleh Wakil dari Dinas Pendidikan Tomohon, disaksikan Ketua Umum YPL, Ronald Korompis dan didampingi oleh Kepalas Sekolah SMP Loko St. Nikolaus, Prof. Dr. Mezak Ratag, APU, para peserta menuju ke ruang kelas SMP.

Wakil Kadis Diknas Tomohon, Buka Resmi Lomba

Tampak para peserta dengan tenang dan serius mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh panitia. Setiap ruangan diawasi oleh seorang guru dan siswa SMP Lokon. Ini dilakukan supaya pengerjaan soal-soal dilakukan dengan jujur. Dari pkul 10.00 hingga 12.00, para peserta mengerjakan soal.
Setelah batas waktu pengerjaan soal selesai, peserta yang didampingi oleh orang tua dijamu makan siang sambil menunggu pengumuman juara.

Berikut ini hasil lengkap pemenang lomba Matematika dan IPA se-Sulut.

Salah Satu Peserta Mengerjakan Soal Lomba

Matematika:

Gold : (1) Prayer Kumontoy, SDN 4 Tondano, (2) Nadya Tagara, Sekolah Karya Anak Bangsa, (3) Jonathan Liu, SD GMIM 4 Tomohon.
Silver: (1) Chintami Masela, SD St. Clara Tomohon; (2) Joel Rumampuk, SD 37 Karangetan; (3) Charisse Awa, SD GMIM 4 Tomohon, (4) Brigita Pangemanan, SD Katolik 1 Tomohon.
Bronze: (1) Davida Wenas, SD. GMIM VI, Tomohon (2) Angelo Kilis, SD Inpres Lahendong, (3) Shelomita Walujan, SD Kat 13, St. Paulus Manado, (4) Vanesa Lorent, SD Dobos Bitung, (5) Sahat Sitorus, SD Dobos Bitung.

Ilmu Pengetahuan Alam:

Gold: (1) Krista Sitorus, SD GMIM Kinilow; (2) Brigita Walujan, SD. Kat IV Dobos Bitung; Michelle Kainde, SD St. Clara Tomohon.
Silver:  (1) Fabian Suherman, SD Kat St. Yohanes, Tomohon; (2) Oktavia Sengkey, SD GMIM V Tomohon; (3) Cicilia Kirwalakubun, SD GMIM II Tomohon, (4) Nesviar Ayudakati, SD Negeri 11 Manado, (5) Iswana Yatiqah Nayu, SD Negeri 11, Manado.
Bronze: (1) Yoseph Tarihoran, SD Kat 4 Dobos Bitung, (2) Kathelen Londong, SD Fr Dobos Manado, (3) Godeliva Ngala, SD Katolik 1 Woloan, (4) Verren Palit SD Katolik 1 Tomohon; (5) Vaisa  Pijoh SD Kat St. Clara Tomohon,  (6) Salfa Rambi, SD Inpres Lahendong, (7) Caren Montolalu SD GMIM Kinilow.

Para juara mendapat hadiah berupa trophy, piagam, uang pembinaan dan bea siswa pendidikan apabila yang bersangkutan melanjutkan sekolahnya ke SMP Lokon.  Hadiah diberikan langsung oleh Kepsek SMP dan disambut dengan gembira oleh pemenang yang didampingi orang tuanya masing-masing dan guru pendamping.

12 Maret 2014

Pak Ronald: Sekolah Yang Baik Butuh Empat Hal



TOMOHON, Losnito - Ronald Korompis, Ketua Umum Yayasan Pendidikan Lokon, sekaligus owner persekolahan SMP-SMA Lokon St. Nikolaus, Lokon Hotel School, Bukit Doa Mahawu, dan Danau Linow, mengadakan silaturrahmi dengan semua karyawan di Mini Teater, Selasa siang (11/5/2014).

"Mari kita bersama-sama meningkatkan pendidikan yang berkualitas untuk memperkasa anak, cucu kita. Dari anda semua, dibutuhkan komitmen bersama, kerja keras dan kecepatan untuk mewujudkan cita-cita luhur dari Pak Ronald" ujar Pak Max M. Imbang, Direktur Operasional Pendidikan sekaligus Kepsek SMA Lokon dalam kata pembukaan acara.

Hadir dalam acara itu seluruh karyawan dari Lokon, LHS, Bukit Doa Mahawu dan Danau Linow. Kurang lebih ada sekitar 200 karyawan. Hadir pula para direktur YPL, Kepsek SMP-SMA Lokon dan para manager,

Dalam acara itu, Pak Ronald mengingatkan visi misi YPL yang sudah berjalan 11 tahun yang lalu. Yaitu, memperkasa anak cucu orang Manado dan meningkatkan kesejahteraan karyawan. 

Hidup ini seperti gelombang. Ketika di atas kita senang. Tapi ketika berada di bawah kita sedih. Demikian juga perjalanan sekolah ini. Lima tahun sejak berdiri (2002), sekolah ini menjadi sekolah terbaik di Sulut. Meraih medali emas OSN Biologi atas nama Imelda Lolong. Juga menyabet emas Olimpiade Fisika Internasional di Zagreb, Kroasia atas nama Christian George Emor (2010).

Sebaliknya, ada siswa yang nilai rata-rata rapornya delapan, tetapi hasil tes masuk ke salah satu Universitas terkenal di Jakarta, sangat buruk. Ini perlu direfleksi, mengapa bisa terjadi dan dicari apa sebabnya. 

Upaya meningkatkan pendidikan berkualitas terus dilakukan. Baru-baru ini penandatanganan kerja sama dengan Universitas Sanata Dharma. USD terkenal karena telah menghasilkan guru-guru yang berkualitas. Semoga kerja sama ini mampu meningkatkan kualitas guru.

"Peran saya dalam pendidikan adalah menjadi katalisator. Apa itu. Katalisator berarti mempercepat suatu proses perubahan. Caranya adalah mengembalikan pendidikan yang serasi antara TK, SD hingga perguruan tinggi" tegas Pak Ronald.


PKS USD dan YPL
Pak Ronald menegaskan, mengutamakan Kerajaan Allah dan kebenaran dan sisanya akan ditambahkan padamu, iman tanpa perbuatan adalah mati, takut akan Tuhan adalah permulaan dari hikmat dan kebijaksanaan harus diajarkan di sekolah.

Membangun sekolah yang baik, membutuhkan empat unsur pokok, yaitu
(1) Mencontoh pendidikan Katolik pada jaman dulu: Karena sejak abad pertengahan hingga abad 18, pendidikan yang dikelola para biarawan-biarawati itu terbukti memberikan sumbangsih bagi kemajuan peradaban modern di dunia. Sekolah berasrama menjadi kunci keberhasilan saat itu karena di asrama siswa diajarkan bagaimana mengutamakan Kerajaan Allah dan kebenaran, iman tanpa perbuatan adalah mati, takut akan Tuhan adalah permulaan dari hikmat dan kebijaksanaan.

(2) Mencari katalisator untuk mempercepat proses : Istilah Katalisator di ambil dari Kitab Suci, dengan satu misi pokok Yesus yaitu penyelamatan karena upah dari dosa itu maut. Manusia harus diselamatkan dosa dan maut.

Lima misi penting Yesus. (1) Yesus datang selama 33 tahun untuk memberi contoh bagaimana hidup benar Maka, Yesus menjadi teladan hidup bagi manusia. (2) Yesus datang ke dunia untuk membawa kasih dan kebenaran. (3) Yesus datang untuk mengadili dan memberitahukan kepada orang-orang pinter, elite dan kaya bahwa kamu tidak bisa lolos dari maut. (4) Katalisator. Contohnya highway yang pertama di dunia adalah ketika Musa menyeberangi laut Merah. Jadi katalisator itu adalah Kitab Suci dan agama.

Pak Ronald juga menggambarkan Allah Bapa itu sebagai legislatif yang menciptakan alam semesta dan menjaganya dengan mengeluarkan aturan, tata tertib yang tidak boleh dilanggar oleh manusia. Sedangkan Allah Putra seperti yudikatif menberikan contoh. Allah Roh Kudus itu eksekutif. 

(3) Memberdayakan orang tua murid, sekolah, komite sekolah dan pemerintah lokal: Mewujudkan pendidikan berkualitas perlu biaya. Namun, tak semahal biaya di sekolah Internasional. Salah satunya adalah orang tua murid diajak untuk membeli tanah sekitar seribu meter dan kemudian ditanami pohon jati. Hasilnya nanti untuk pendidikan anak cucunya.

(4) Cita-cita mewujudkan P3ST atau Pedoman Penghayatan Pengalaman Sabda Tuhan: Yesus datang ke dunia membawa damai dan agama. Dalam mewujudkan misi-Nya di dunia, Yesus adalah Sang Guru. Sebagai guru, Yesus mengajarkan para muridanya agar Kitab Suci dan Sabda Tuhan sebagai pedoman kehidupan. P3ST nantinya ditetapkan menjadi mata pelajaran baru di sekolah ini.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More