Tes Masuk siswa baru SMP LOKON & SMA LOKON berasrama Tahun Pelajaran 2017/2018 telah dibuka.

06 Maret 2014

Lokakarya Guru dan Tenaga Kependidikan SMA Lokon



 LOSNITO - Yayasan Pendidikan Lokon (YPL) mengadakan lokakarya pendidikan bagi para Guru dan tenaga kependidikan yang bekerja di SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon pada hari Jumat, 28 Februari hingga Sabtu, 1 Maret 2014 di Panti Samadi, Tomohon. Tema yang diusung dalam lokakarya itu adalah "Revitalisasi Pendidikan SMA Lokon St. Nikolaus".

Target jumlah peserta lokakarya ada 66 orang yang terdiri dari para pimpinan (6 orang, para guru (33 orang), guru honorer (11 orang); tenaga tata usaha (7 orang), tenaga perpustakaan (4 orang) dan pamong asrama (4 orang.





Pada saat acara dimulai, jumlah peserta yang hadir dan ikut lokakarya ada 54 orang. Jumat, 28 Februari 2014 Tepat pukul 16.30 setelah snak sore, acara Lokakarya dimulai. Diawali dengan Ibadat Pembukaan yang dipimpin oleh Pak Tri. Dalam ibadat itu, renungan diambil dari teks Markus 6 tentang mukjijat penggadaan roti. "Mukjijat itu memang kuasa Tuhan. Namun proses terjadinya mukjijat boleh kita renungkan. Diawali dengan usaha untuk menyepi kemudian diikuti oleh orang banyak yang setia mengikuti Yesus. Muncul rasa iba di kalangan para murid tentang bagaimana memberikan kekuatan bagi orang banyak yang sejak lama menunggu Yesus. Dengan kuasa Allah, Yesus menggandakan lima roti dan 2 ikan sehingga 5 ribu orang cukup bahkan masih banyak sisa"


 "Lokakarya adalah kesempatan untuk menyepi dari rutinitas bekerja dan mencoba melihat kembali perjalanan selama ini dalam melayani (menemani) para siswa dalam belajar. Sebagai pembanding adalah cerita si kakek yang mempunyai profesi sebagai penebang pohon di hutan dan suatu hari kapak jatuh ke jurang. Karena kejujurannya, kapak diganti dengan kapak berlapis emas dan si kakek jadi kaya. Kemudian hari, istrinya yang tua renta jatuh ke jurang. Kakek tidak jujur ketika si penolong menunjukkan wanita cantik. Kakek tidak jujur karena kalau jujur pasti si penolong akan memberi wanita cantik itu." Renungan itu mengajak peserta untuk fokus pada lokakarya terutama membahas masalah-masalah yang dialami dan itu semua untuk orang banyak.

Setelah sambutan dari Direktur Operasional Pendidikan, Bapak Max Imbang, dilanjutkan dengan penjelasan soal visi misi dan sasaran dari YPL yang dibawakan oleh Bapak Martin Senduk. Pastor Yong MSC kemudian memberikan penjelasan tentang proses tabulasi kuesioner dan kesimpulan dari kuesioner yang respondennya adalah siswa dan guru. "

  1. Terpanggil ebagai guru (77%), bersikap empati dan membantu murid (77%).
  2. Mudah bergaul dengan rekan guru (85%) dan pimpinan (56%).
  3. Karakter guru cukup baik menurut guru (55%) dan siswa (57%)
  4. Suasana kerja guru di sekolah baik dan inspiratif, kata Guru (18%) dan siswa (20%)
  5. Sebagai karyawan yang cukup disiplin (67%); Sebagai siswa yang cukup disiplin (61%)
  6. Masuk kelas cukup tepat waktu (77%) tapi siswa melihat 68% yang tepat waktu.
  7. bersih tertib santun (38%), biasa-biasa saja (36%) dan bersih kurang disiplin (25%)
  8. semangat belajar, selalu bersemangat (9%), tergantung mood (80%), kurang bersemangat (9%)
  9. masih tetap di Lokon (68%), bangga terhadap Lokon (55%), 41% biasa-biasa saja, 4% prihatin
  10. bangga terhadap fasilitas , relasi, prestasi, dan masalah tata tertib, fasilitas belajar, akademik, kesejahteraan perlu diperhatkan.





Setelah makan malam dilanjutkan dengan diskusi kelompok. Kelompok peserta terbagi dalam pimpinan, bahasa, ipa, sosial, tenaga kependidikan dan asrama. Setiap kelompok mendiskusikan tentang pokok masalah yang dihadapi sekolah; indikator bahwa masalah itu serius, potensi kekuatan untuk mengatasi masalah, dan rumusan rekomendasi perbaikan. Sebelum tidur diadakan rekreasi bersama untuk membangun keakraban antar peserta. Sabtu, 1 Maret 2014 Kegiatan Lokakarya dilanjutkan dengan diskusi kelompok dan pleno. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi. Kemudian Pst. Yong membuat rangkuman atas hasil diskusi kelompok. Pembagian sertifikat dilaksnakan secara simbolis mengingat waktu.

0 komentar: