Tes Masuk siswa baru SMP LOKON & SMA LOKON berasrama Tahun Pelajaran 2017/2018 telah dibuka.

11 November 2016

Harapan 2 BMBC VI 2016 dan Juara I Cipta Baca Puisi SMA




LOSNITO NEWS - Marching Band, ekskul SMA Lokon, selain ajang untuk membina kerjasama tim, juga meningkatkan skil para pemain.

Baru-baru ini (5/11/2016) MB Lokon mengirim tim Brass Ensemble ke Bandung Marching Band Competition (BMBC) VI di GOR Pajajaran, kota bunga Bandung, Jawa Barat. Berlga di kelas "open" dan bersaing dengan tim-tim yang besar seperti MB. Putri Ursula, MB Locomotive, MB Semen Gresik dan lainnya, Tim Brass Ensemble MB Lokon membawa pulang piala dengan predikat Juara Harapan 2 atau ranking V.



"Di kelas open, persaingan di antara tim Marching band sangat ketat. Kami sebenarnya mentargetkan hanya cari pengalaman bertanding saja. Maklum baru kali ini kami keluar kandang ke Jawa. Namun usaha keras kami diganjar dengan mendapat piala juara harapan 2. Ini mengejutkamn karena jam terbang kami dalam iven kompetisi sangat kurang. Puji Tuhan " ujar Venche Tuwaidan, pendamping MB Lokon.

"Semoga raihan ini menjadi cambuk bangi Korps Marching Band Lokon ke depan, apalagi sekolah dan yayasan selalu mendukungnya" imbuh Angelo Mandagi, alumni SMA Lokon yang sekaligus pelatih MB Lokon saat ini.


Prestasi lain ditorehkan oleh siswi bernama Julia Sinthya Ansar yang merebut juara I Lomba Cipta Baca Puisi tingkat SMA yang diselenggarakan oleh Univerisitas Manado (UNIMA) tanggal 10 Nopember 2016.

Berikut puisi karya Julia Sinthya Ansar yang memenangkan Lomba Cipta Puisi Unima.

AKU UNTUK INDONESIA

Kelam kabut menyapa Bumi
Ditimpal tangis tanah yang sedih
Melihat puluhan tangan mungil mengemis
Demi mendapat sesuap nasi
Hari itu
Dari kejauhan aku berdiri
Kulayangkan pandang mencoba menemukan seribu alasan
Apa gerangan mereka berlomba dengan hujan
Apakah tak ada yang menghidupi mereka?
Aku.....tergores perih
Sesak didadaku tak dapat ku bendung
Air mata ini mengucur sudah
Tangan mungil itu....sosok anak itu
Datang mengulurkan tangannya kearahku
Ia tampak tak berdaya
Bajunya compang-camping
Getaran suaranya begitu jelas
Tatapannya nanar seakan menginsyaratkan sesuatu
Tubuhnya tinggal kulit bungkus tulang
Dimana...dimana janji pemerintah
fakir miskin, anak-anak terlantar akan dipelihara
Tapi apa yang kalian perbuat
Korupsi merajalela hanya untuk kepentingan pribadi
Kami perlu bukti tak hanya janji
Lihatlah anak-anak ini
Mereka menjadi bukti bahwa negara tak punya belas kasih
Hari ini
Ku ikrarkan janji pada diri dan bangsa
Sekalipun peluru menembus raga dan jiwa
Meskipun ku harus menggantung nyawa
Aku akan berjuang membebaskan Indonesia dari tangis dan derita.

SMA Lokon, 09 November 2016
Puisi untuk Lomba Kreativitas dalam rangka merayakan Bulan Bahasa

0 komentar: