Pameran Pendidikan (LEE 2017) di SMA Lokon akan diselenggarakan Sabtu, 28 Oktober 2017 Pendaftaran 0431.3511929

27 Agustus 2011

Obervatorium SMA Lokon




MANADO, KOMPAS.com - Sebuah observatorium memiliki sejumlah teleskop dan teropong canggih berlokasi di Sekolah Menengah Atas Lokon, Tomohon, Sulawesi Utara, diresmikan penggunaannya, Senin (24/10/2011). Pendirian observatorium bernama Mount Lokon Observatory adalah terobosan pengelola SMA Lokon Tomohon menghadirkan ilmu astronomi kepada generasi muda, terutama di kalangan pelajar di Sulawesi Utara.

Ketua Yayasan SMA Lokon Ronald Korompis mengatakan, observatorium memberi manfaat besar bagi generasi muda dan pelajar Sulawesi Utara untuk pengembangan ilmu pengetahuan teknologi, terutama astronomi.
”SMA Lokon satu-satunya SMA di Indonesia yang memiliki fasilitas observatorium,” kata Ronald Korompis.


Guru SMA Lokon, Dr Mezak Ratag, mengatakan, Mount Lokon Observatory dibangun selama enam bulan dengan biaya sekitar Rp 5 miliar. Ia mengatakan, pembangunan kubah observatorium merupakan kemajuan besar bidang pendidikan astronomi di Sulawesi Utara.

”Untuk melihat dan meneliti bintang tak perlu jauh-jauh ke Observatorium di Bosscha, Bandung, Jawa Barat. Siswa cukup ke SMA Lokon di Tomohon,” kata Mezag Ratag, mantan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG).

Dia mengatakan, beberapa teropong dan teleskop Mount Lokon Observatory adalah hasil teknologi canggih.

Di kubah observatorium berdiameter 5 meter itu, misalnya, ditempatkan teleskop otomatik Meade LX-200 GPS serta teleskop manual jenis Hunter yang didatangkan dari Australia. Keistimewaan Mount Lokon Observatory adalah dapat terkoneksi dengan teleskop luar angkasa milik NASA.

”Seluruh fasilitas yang ada bisa terkoneksi, termasuk dengan teleskop-teleskop lain yang masuk dalam jaringan World Wide Telescop,” kata Mezak Ratag. (zal)
sumber berita: Kompas Cetak
Tomohon Tomohon, Indonesia

2 komentar: