07 May 2014

Dahlan Iskan Dicecar Siswa Soal Freeport


Billy Wongkar, Ketua OSIS, menyerahkan Cendera Mata ke Bp. Dahlan Iskan
Tomohon, LOSNITO Campus - Kunjungan Dahlan Iskan, Menteri BUMN RI, ke Kampus Losnito Tomohon, Sulawesi Utara disambut meriah oleh para siswa, guru, karyawan dan pimpinan Yayasan.

Sabtu pagi (3/5), pukul 09. 45 wita sebuah mobil Alphard putih memasuki pintu gerbang kampus dan berhenti tak jauh dari Lobby sekolah. Pintu mobil segera terbuka. Dari pintu sopir, keluarlah lelaki paruh baya mengenakan baju putih, bercelana gelap dan bersepatu olah raga.Ternyata Dahlan Iskan menyopir sendiri Alphard menuju ke Lokon.

Setelah turun dari mobilnya, lelaki berkacamata itu langsung menyalami dua siswa penerima tamu. Yang pertama kali disalami adalah siswa bernama Jeremy yang baru saja dinobatkan sebagai Putra Tomohon 2014 dan Ayleen, siswi Lokon yang menyandang Wakil Putri Tomohon 2014.

Selanjutnya, lelaki paruh baya yang bergerak energik itu, menyodorkan tangannya dan bersalaman siapa saja yang ia jumpai sebelum disambut oleh Kepsek Lokon, Bp. Max Imbang.Dahlan Iskan, Ronald Korompis, Kepsek, Kapolres Tomohon, didampingi Ibu Nafsiah Sabri (istri Dahlan Iskan), Mary Wewengkang (Istri Ronald K) berjalan kaki menuju ke tempat pertemuan.

MB Losnito: Antar Rombongan Dahlan Iskan, Menteri BUMN ke Sporthall


Sementara itu, marching band Losnito memainkan alat musiknya untuk mengantar rombongan Dahlan Iskan berjalan kaki menuju ke sporthall.

Dahlan Iskan memberikan ceramah umum di hadapan sekitar 600 hadirin yang terdiri para siswa SMP-SMA Lokon, para guru, karyawan dan pimpinan Yayasan, dengan model tanya jawab.

"Saya tidak akan memberikan ceramah seperti kuliah umum. Tapi, silahkan anda bertanya apa saja kepada saya" kilah Dahlan.

Empat siswa SMA maju ke depan mendekati tempat pembicara berdiri. Dari ke empat siswa, dua di antaranya adalah siswa Papua yang berasal dari Nabire dan Timika. Mereka inilah yang mencecar Menteri BUMN dengan pertanyaan-pertanyaan soal keberadaan PT. Freeport di tanah Papua.

 
Aholiab Mote, Tanya Soal Freeport ke Dahlan Iskan

Aholiab Mote, Siswa asal Nabire, Papua

Sebelum bertanya, Aholiab Mote, siswa kelas XI IPA Lokon asal Nabire mengutarakan pandangannya bahwa sejak 1969, Freeport telah melakukan pertambangan di tanah Papua. Namun setelah 44 tahun, hanya sekitar satu persen dari hasil tambang Freeport, yang diserahkan ke pemerintah Indonesia dan masyarakat pemilik tanah adat.

"Karena itu, saya ingin bertanya, jika kelak bapak terpilih menjadi presiden RI, apa yang bapak lakukan dengan pembagian hasil bagi masyarakat Papua?" tanya Aholiab Madubi Mote.

"Ini memang menjadi masalah besar. Anda memang betul. Sejak jaman pak Harto, pemerintah Indonesia terikat dengan kontrak. Dan kontrak itu harus dipegang. Kalau dilanggar, kita akan dikucilkan oleh dunia. Tapi kita juga tidak mau seperti itu terus" lanjut pak Menteri.

Kemudian dijelaskan oleh Dahlan Iskan bahwa untuk mengatasi masalah itu, bersama-sama menteri perdagangan, keuangan, perindustrian, dan pertambangan setahun yang lalu, berlaku 1 Januari sudah mengambil keputusan untuk melarang perusahaan untuk mengekspor bahan material mentah. Melarang ekspor tanah dan air Indonesia, termasuk Papua. Akibatnya sampai sekarang perusahaan itu marah besar terhadap kita. Indonesia minta supaya Freeport membangun pabrik pengolahan tambang di Indonesia dengan tenaga kerjanya orang Indonesia. Dan ini, nilai tambahnya akan besar.

"Sepanjang saya masih menjadi menteri, saya tidak akan mundur terhadap tekanan terhadap larangan itu, kecuali pemerintah yang baru nanti mengganti dengan peraturan baru" tegas Dahlan Iskan.

 
Maria, Tanya Soal Kurang Listrik dan Guru di Kamoro
Maria Getrulda Betteyop, siswi Matrikulasi asal Kamoro, Timika

Pertanyaan Maria Getrulda Betteyop siswi Matrikulasi asal Timika berikutnya ada dua hal. Yang pertama, mengapa di tempat asalnya Kamoro, Timika hingga kini kurang listrik dan kurang guru sehingga kami tidak bisa belajar dengan baik seperti di sekolah ini, karena tak ada lampu dan guru yang mengajar.

Yang kedua, sebagai Menteri BUMN apa yang dilakukan bapak untuk tanah Papua agar kami merasakan sejahtera?

"Saya sudah menjelajah semua tempat di Papua tiga tahun lalu. Dan setahun lalu saya sudah mencanangkan untuk pembangkit tenaga listrik di Timika, tapi mendapat kendala karena tanahnya sengketa. Tapi sekarang sudah beres. Setahun lagi sudah akan dibangun. Di sungai Wamena, juga akan dibangun pembangkit tenaga listrik yang sangat besar. Kapasitasnya bisa mengaliri listrik untuk 6 kabupaten. Semoga pembangunan ini segera selesai dan cepat beroperasi" janji Dahlan Iskan kepada siswa Papua. Sontak, janji Dahlan iskan disambut tepuk tangan meriah oleh hadirin.

"Soal kekurangan guru, saya hanya berharap semoga anda cepat selesai sekolahnya dan pulang kampung jadi guru. Mau pulang kampung atau kawin dengan orang Manado?" Dahlan balas tanya pada siswi asal Timika.


Suasana Ceramah Umum Dahlan Iskan
Yang ditanya hanya tertawa sambil mengatakan bahwa ia akan pulang kampung. Sementara hadirin tampak begitu senang dengan jawaban-jawaban Dahlan Iskan yang menjanjikan perbaikan-perbaikan infrastruktur demi majunya masyarakat Papua.

Kemudian Dahlan Iskan menutup ceramah di hadapan 600 hadirin dengan mengajak berjoget  ala Chicken Dance. Semua hadirin ikut gerakan ritmis joget pak Dahlan Iskan yang didampingi istrinya Nafsiah Sabri.

Tak terasa dua jam lebih sudah berlalu. Ini mungkin karena model ceramahnya, menggunakan model tanya jawab sehingga tak sempat membuat mengantuk hadirin seperti ceramah-ceramah yang sering terjadi.

Selamat jalan Pak Dahlan Iskan, semoga berhasil menjadi presiden RI, yang peduli terhadap tanah air dan kesejahteraan rakyat, khususnya msyarakat adat Papua.



 

0 comments: