Tes Masuk siswa baru SMP LOKON & SMA LOKON berasrama Tahun Pelajaran 2017/2018 telah dibuka.

05 September 2016

Mendikbud Prof Dr. Muhadjir Effendy MAP Resmikan SMP Lokon


  LOSNITO NEWS -Matahari baru saja terbit dari balik Gunung Mahawu. Tak seperti biasa, Senin pagi ini (29/08/2016) penghuni kampus Lokon berasrama  sudah sibuk. Kepastian Menteri Pendidikan dan Kebudyaan, Prof. DR. Muhadjir Effendy, MAP meresmikan gedung SMP Lokon St. Nikolaus, diperoleh Minggu kemarin. Inilah yang membuat kami sibuk.
Tak hanya 600 siswa SMP dan SMA Lokon yang memasuki Sporthall. Mendikbud Prof. Dr. Muhadjir 


Effendy MAP juga disambut oleh siswa-siswi SD tetangga di Kakaskasen dan para Kepala Sekolah se-Tomohon. Para pejabat Pemerintah kota Tomohon dan Propinsi Sulawesi Utara pun ikut sibuk menyambut kedatangan Menteri di kampus “Losnito” yang terkesan mendadak.
“Mendikbud datang ke Sulut untuk membuka Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2016 di Grand Kawanua International City, Manado jam 10.00. Karena itu, Bapak Menteri menyempatkan diri datang ke Tomohon sebelum membuka FLS2N, untuk meresmikan gedung SMP Lokon. Tapi yang paling penting, beliau datang untuk bertatap muka dengan para siswa dan para guru” tegas Ferdinand yang telah dihubungi pihak protokoler Kementerian sebelumnya.


Tepat pukul 07.30 rombongan Mendikbud masuk ke kampus Losnito. Tampak Kadis DikBud Prov. Sulut Gemmy Kawatu, SE.M.Si, Ketua Yayasan Lokon Bpk. Ronald Korompis, Sekretaris Daerah kota Tomohon DR. Arnol Poli, SH.MAP serta jajaran dan undangan serta Kepala Sekolah SMP Lokon menyalami Bapak Menteri begitu turun dari mobil. Setelah itu pengalungan bunga kepada Bapak Menteri, dilakukan oleh salah seorang siswa SMP Lokon. Para pejabat lainnya mendapat penyematan bunga dada oleh siswa lainnya.

Dalam sumbutannya mewakili tuan rumah, Pimpinan Yayasan Pendidikan Lokon mengatakan, “Konsep fullday school sudah kami terapkan seiring dengan konsep pendidikan berasrama. Siswa SMA, wajib berasrama. Tapi, siswa SMP, tidak wajib tinggal di asrama, meski faktanya tak sedikit siswa yang suka tinggal di asrama. Siswa kami berasal dari 14 propinsi di Indonesia. Karena itu, pendidikan karakter mendapat perhatian lebih. Ini bagian dari apa yang kami sebut sebagai kurikulum berbasis kehidupan, atau kehidupan keseharian siswa menjadi proses pembelajaran untuk pembentukan karakter”.

Sebelum Mendikbud memberikan sambutan, Walikota Tomohon Jimmy F. Eman melaporkan bahwa Kota Tomohon memiliki 27 SD, 22 SMP, 10 SMA, dan 7 SMK. Distribusi Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Kota Tomohon mencapai sebesar 96,7 persen. Prestasi itu menjadikan Kota Tomohon sebagai daerah yang memiliki capaian distribusi KIP tertinggi di Sulawesi Utara.
“Dari segi Pendidikan, Angka Partisipasi Murni (APM) tingkat SD sebesar 95,5%, SMP sebesar 86,9%, dan SMA/SMK sebesar 87,3%. Sedangkan untuk Angka Partisipasi Kasar (APK) tingkat SD sebesar 102,20%, SMP sebesar 102,61%, dan SMA/SMK sebesar 97,57%. Rentang selisih yang besar untuk APK dan APM ini menggambarkan minat untuk sekolah di kota tomohon sangat tinggi.” lapor Walikota.

Pada kesempatan tersebut Walikota memaparkan bahwa Kota Tomohon terletak pada ketinggian 400-1500 meter di atas permukaan laut dengan kisaran suhu 18 – 30 Celsius. Jumlah penduduk akhir tahun 2015 mencapai 103.506 jiwa tersebar di 5 (lima) kecamatan dan 44 kelurahan dengan luas wilayah sebesar 147,21 km2.



“Penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Tomohon telah mencapai angka 96,73%. Ini merupakan angka tertinggi di Sulawesi Utara. Demikian pula dari hasil uji indeks integritas ujian nasional (sebesar 75,22) dan hasil uji kompetensi guru (sebesar 57,37) tahun 2016, telah menempatkan Kota Tomohon pada urutan pertama di Provinsi Sulawesi Utara.” Tambah Walikota.
“Tomohon itu udaranya sejuk seperti kota Batu, Malang tempat asal saya” kata Menteri yang sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengawali sambutannya.
Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI, Prof. DR. Muhadjir Effendy, M.AP di hadapan para siswa, guru, kepala sekolah dan para pejabat kota dan propinsi, menyatakan bangga, Tomohon telah berhasil dalam menunjang program Pemerintah RI dalam penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Kota Tomohon yang mencapai angka 96,73% dan menempatkan Kota Tomohon pada urutan pertama di Provinsi Sulawesi Utara.

Menteri juga bangga atas kontribusi Yayasan Lokon sebagai pengelola pendidikan SMP/SMA Lokon dari sektor swasta telah menekankan pendidikan karakter dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Perlu diketahui bahwa pendidikan di SD, SMP dan SMA lebih menekankan pendidikan karakter sekitar 60% hingga 75% dan selebihnya kognitif.


“Guru adalah profesi yang mulia dan berperan penting dalam pendidikan karakter siswa. Orang bisa jadi presiden karena sentuhan guru. Demikian pula seorang menteri tak lep[as dari sentuhan guru. Karena itu, sekolah yang dikelola oleh swasta, pesantren, atau yayasan agama lain yang telah menekankan pendidikan karakter perlu didukung karena dalam pendidikannya mereka berupaya meletakan pondasi dasar karakter pada siswa. Jika siswa sudah memiliki karakter yang kuat, selanjutnya bisa dididik dengan lebih baik” tegas Menteri dan disambut  dengan tempukan tangan meriah para hadirin.

Selesai sambutan dilanjutkan dengan peresmian Gedung SMP Lokon oleh Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI, Prof. DR. Muhadjir Effendy, M.AP yang disaksikan oleh Walikota dan Wakil Walikota Tomohon serta jajaran. Bapak Menteri berkenan menggunting pita bunga dan memberikan tanda tangan pada prasasti yang sudah disiapkan di pintu masuk sekolah.
Di akhir acara, foto “selfie” bersama  Mendikbud dengan para guru dan siswa menjadi momen indah yang tak terlupakan bagi para siswa dan guru.

Mari mencerdaskan anak bangsa dengan pendidikan karakter yang berkualitas! Salam pendidikan. 

0 komentar: