10 October 2017

SMA Van Lith Studi Banding ke SMA Lokon


LOSNITO NEWS - Senin pagi (9/10) dua bus pariwisata yang membawa rombongan SMA Van Lith, Muntilan, Jawa Tengah masuk ke kompleks sekolah Yayasan Pendidikan Lokon.

Stephanus Poluan, Kepsek SMA Lokon dan para guru menyambut rombongan SMA Van Lith yang dipimpin oleh Br. Giwal FIC, Rektor sekaligus Kepsek SMA Van Lith di pintu lobi utama SMA Lokon. Dari lobi, Kepsek SMA Lokon mempersilahkan rombongan Van Lith menuju ke minitheatre untuk saling berdialog dan berdiskusi antar kedua sekolah.

Kepsek SMA Van Lith dan Kepsek SMA Lokon
Diskusi antar kedua sekolah berasrama, berjalan dengan lancar karen terbagi dalam kelompok-kelompok. Kelompok Kepsek dan Yayasan, berdiskusi di Rumah retreat Alamanda, sekalian melihat obyek wisata Bukit Doa Mahawu yang satu pemilik dengan SMA Lokon.

"Bahasa Inggris, kini kami terapkan dalam seleksi penentuan karyawan tetap. Ini untuk menjawab kebutuhan dan menjaga kualitas sekolah" jelas Br. Giwal FIC saat berdiskusi tentang tenaga Pendidik.

Kelompok urusan sekolah membahas implementasi 8 Standard Nasional Pendidikan, yang terbagi dalam standar tentang Kompetensi lulusan, isi, proses, pendidikan dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, pengelolaan, pembiayaan pendidikan dan penilaian pendidikan.

Kunjungan ke Asrama Putri Lokon
Sementara itu kelompok urusan asrama terbagi dalam asrama putri dan asrama putra. Pak Anton, Kepala Asrama SMA Lokon mengajak para pamong putra Van Lith untuk melihat asrama putra. Demikian juga, para pamong putri, ada di antaranya Sr. Giovani CB dan Sr. Bibiana CB, diarahkan oleh Bu Susan Mangundap ke asrama putri I dan II.

Diakui bahwa kehidupan siswa di asrama sangat dinamis dalam upaya pembentukan karakter siswa sesuai dengan maksud dan tujuan pendidikan. Oleh karena itu, sharing tentang jadwal harian, personal record, penangan masalah kenakalan, jumlah pamong yang berjaga, menjadi diskusi yang menarik.


"Masalah yang dihadapi di asrama sama. Ada penangan yang berbeda antara kelas X dengan kelas XI atau kelas XII. Umumnya yang lebih senior merasa lebih bebas dan punya pola hidup yang sudah diatur" kata Pak Anton menjelaskan hasil diskusinya dengan Bruder, pamong Van Lith.

Br. Giwal FIC, Kepsek SMA Van Lith Serahkan Cideramata
Kedua sekolah saling memberikan cinderamata berupa Plakat sekolah dan oleh-oleh juga diterima Lokon dari rombongan Van Lith. 

Berkunjung ke Bukit Doa Mahawu

0 comments: