Pameran Pendidikan (LEE 2017) di SMA Lokon akan diselenggarakan Sabtu, 28 Oktober 2017 Pendaftaran 0431.3511929

04 Juni 2013

LPMAK Kirim Siswa Studi Ke Jerman



LOSNITO - Gagasan ikut mencerdaskan insan generasi muda Indonesia khususnya di wilayah Indonesia Timur, sudah menjadi komitmen Yayasan Pendidikan Lokon.

Sebagai bukti, mulai dua tahun terakhir ini, YPL tak hanya memiliki SMA Lokon tetapi juga SMP Lokon. Tahun 2013, YPL juga sudah menggagas sebuah sekolah lagi yang namanya Lokon Hotel School yang diperuntukkan bagi tamatan siswa SMK/SMA yang tidak melanjutkan ke Perguruan Tinggi.

Komitmen pendidikan YPL diperkuat dengan kerjasama dengan berbagai pihak seperti LPMAK, Yayasan Harapan Pola, dan IDEA. Kerjasama ini mewujudkan 21 siswa asal Timika dan Jayapura untuk disiapkan studi ke Jerman.

Ini beritanya yang diambil dari Radar Timika, Sabtu, 01 Juni 2013 , 07:04:00 | LPMAK Akan Kirim 10 Siswa Kuliah di Jerman

TIMIKA - Tamatnya 10 orang siswa di SMA Lokon yang merupakan peserta beasiswa Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) bukan menjadi akhir pendidikan yang ditempuh. LPMAK yang merupakan lembaga kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) terus berupaya meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia khususnya pelajar asli Papua dengan memberikan fasilitas pendidikan, yakni melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah ke Benua Eropa, yaitu ke Jerman. Jumat (31/5) bertempat di Kantor LPMAK, di Jalan Yos Sudarso, Timika, dilakukan acara pelepasan terhadap ke-10 siswa yang akan melanjutkan studi ke Jerman. Hadir pada kesempatan itu, Sekretaris Eksekutif
LPMAK, Emanuel Kemong, Direktur Operasional Pendidikan Yayasan Pendidikan Lokon, DR Maximianus Menase Imbang, 10 siswa bersama orang tua.

Program pengiriman siswa ke luar negeri pertama kalinya ini merupakan program LPMAK bekerjasama dengan Yayasan Pendidikan Lokon. Emanuel Kemong mengatakan pengiriman ke-10 siswa ini tidak pernah direncanakan, namun dilakukan secara tiba-tiba. LPMAK berinisiatif mengikutsertakan 10 lulusan SMA Lokon itu setelah mendengar adanya program kerjasama antara Yayasan Pendidikan Lokon dengan Aachen University di Jerman.

"Tidak ada perencanaan, ini ide gila-gila. Sehingga terjadilah proses pengiriman, test dan lainnya disepakati. Ini yang terjadi muncullah rencana kirim ke Jerman," papar Kemong.
Saat mengikuti test pun, kata Emanuel, dari 10 hanya 6 yang dinyatakan lolos, sementara 4 lainnya belum. Namun pihak LPMAK terus berupaya melakukan berkomunikasi dengan Yayasan Pendidikan Lokon agar 4 siswa tersebut juga bisa diikutkan. "Sehingga kita akan mengirim 10 orang untuk ke luar negeri" terangnya. Dengan pengiriman 10 siswa tersebut maka menurutnya peluang kedepan akan bisa terbuka lagi. Upaya ini terus dilakukan LPMAK untuk meningkatkan kualitas SDM Papua. Investasi SDM menurutnya jauh lebih penting, karena 10 tahun yang akan datang akan menghasilkan orang-orang terbaik yang akan membangun daerahnya sendiri. "Kalau bicara uang, hari ini ya hari ini, tapi kalau bicara pendidikan ini seumur hidup, dan itu yang dikejar oleh kami (LPMAK), supaya semuanya menjadi tuan untuk membangun di negerinya sendiri", tuturnya.

Semua siswa tersebut, lanjut Kemong, akan terus didukung oleh LPMAK melalui Yayasan Pendidikan Lokon. Bahkan sebelum berangkat ke Jerman, semua peserta akan mengikuti pembinaan selama kurang lebih tiga bulan di Jakarta untuk penyesuaian, yang mana semua didukung penuh LPMAK. Lanjutnya, LPMAK telah menjalin kontrak dengan siswa tersebut, sehingga usai melaksanakan pendidikan di Jerman, akan kembali ke Mimika untuk bekerja apakah di Pemerintahan, PTFI atau lainnya. Kita ini mengharapkan, menyiapkan SDM, artinya setelah selesai mereka membangun Papua itu secara umum dan membangun Kabupaten Mimika," ujarnya.

Pada kesempatan itu Kemong juga mengucapkan terima kasih kepada PTFI yang terus memberikan dukungan. Kalau bukan PTFI, menurutnya tidak akan ada program seperti ini. Kita bersyukur kepada Tuhan supaya PT Freeport ini dengan keadaan baik, beroperasi dengan baik, memberikan susu kepada kita supaya kita menjadi gemuk, bukan badan tapi otak. PT Freeport ini memberikan sesuatu yang bermanfaat. Komitmen ini terus dijalankan, makanya kita juga menjaga supaya ini berjalan dengan baik,รข€ jelasnya.

Sementara itu, Direktur Operasional Pendidikan Yayasan Pendidikan Lokon, DR Maximuanus Menase Imbang mengungkapkan tahun ini peserta beasiswa LPMAK ada 10 orang yang menamatkan studinya di SMA Lokon. Lima diantaranya merupakan program matrikulasi pada tahun 2009, dan 5 lainnya matrikulasi 2010. Anak-anak yang mampu diberi kesempatan untuk bisa langsung pindah ke kelas XI. Rencana melanjutkan pendidikan di Aachen University, Jerman, kata Max adalah kerjasama antara LPMAK dan Yayasan Pendidikan Lokon/IDEA. Sebelum berangkat, kata Max, semuanya akan ke Jakarta untuk mengikuti pembinaan selama tiga bulan yang dimulai Juni ini.

Saat ini, kata dia, ada masih ada 52 siswa yang merupakan peserta beasiswa LPMAK yang sedang menempuh pendidikan di SMA Lokon. LPMAK dan Yayasan Pendidikan Lokon juga berencana untuk program pendidikan tingkat SMP di SMP Lokon, karena selama ini hanya tingkat SMA. Mewakili orang tua, Leonardus Tsolme mengucapkan terima kasih kepada pihak LPMAK dan Yayasan Pendidikan Lokon yang sudah mendidik anak-anak sehingga bisa memperoleh nilai yang baik. Ia berharap dukungan itu terus berkelanjutan dari LPMAK dan PTFI. "Ini adalah langkah awal, mudah-mudahan kedepan akan lebih baik dan kembali membangun negeri. Tidak hanya membawa nama Papua, tetapi anak-anak akan membawa nama baik Indonesia" katanya.(sun)

Nama Siswa yang Akan ke Jerman 1. Yolanda Pinimet 2. Yohana Kemong 3. Yusianta Urumami 4. Magdalena Magal 5. Emelius Aim 6. Pius Kemong 7. Marlien Aypapanae 8. Michaela Turot 9. Welly Tsolme 10. Herlince Maga

Sumber berita: Radar Timika e-mail: radartimika_iklan@yahoo.com
twitter: @radartimika_KM
Fb : Komunitas Muda Radar Timika

0 komentar: