Siswa Lokon Amati Gerhana Bulan dan Super Blood Moon (26 Mei 2021) ~ Losnito NEWS | SMP-SMA LOKON

28 Mei 2021

Siswa Lokon Amati Gerhana Bulan dan Super Blood Moon (26 Mei 2021)


Tomohon, LOSNITO NEWS - Bayangan Bumi menutup seluruh permukaan Bulan, itulah peristiwa gerhana Bulan. Posisi Bumi saat itu berada pada satu garis lurus yang sama di antara Matahari dan Bulan. Dalam situasi itu, tentu sinar Matahari terhalang mencapai Bulan karena Bumi menutupinya.

Gerhana bulan muncul bila Bulan sedang beroposisi dengan Matahari. Namun, karena kemiringan bidang orbit Bulan terhadap bidang ekliptika sebesar 5°, maka tidak setiap oposisi Bulan dengan Matahari akan mengakibatkan gerhana bulan.

Perpotongan bidang orbit Bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan dua buah titik potong yang disebut node, yaitu titik tempat Bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana bulan akan terjadi saat Bulan beroposisi pada node tersebut.

Bulan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Maka seharusnya, gerhana bulan akan diikuti dengan gerhana Matahari karena kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara Matahari dengan Bumi.

Ketika gerhana bulan total terjadi, posisi matahari, bumi, dan bulan sejajar sehingga membuat bulan masuk ke umbra bumi. Sementara supermoon adalah istilah masyarakat untuk menandai bulan yang berada pada titik terdekat dengan bumi, karena tampak sangat besar dan sangat cerah

Rabu (26/5/2021), saya dan beberapa siswa, yang sedang training untuk mengikuti Kompetisi Sain Nasional (KSN) tingkat Kota.Kabupaten, berkumpul di Mout Lokon Observatory (MLO) milik sekolah kami, SMA Lokon.

Sejak pukul 17.00 WITA kami sudah mempersiapkan teleskop untuk dipakai pengamatan dan sekaligus mengabadikan detik-detik Gerhana Bulan Total hingga menikmati merahnya Super Moon Blood (BulanMerah).


“Karena gerhana bulan total ini hanya terjadi setiap 195 tahun” jelas Mario Kojoingan, guru Astronomi yang mendamping para siswa.

0 comments: