Pameran Pendidikan (LEE 2017) di SMA Lokon akan diselenggarakan Sabtu, 28 Oktober 2017 Pendaftaran 0431.3511929

07 Desember 2009

Peluncuran Buku “Pendidikan Berbasis Kehidupan”,Titik Tolak dan Tujuan Pendidikan adalah Kehidupan

Sumber: Manado Post, Saturday, 05 December 2009 10:36

Pendidikan yang sejati membimbing seorang anak menuju kedewasaan untuk berhasil dalam hidupnya, dan terlebih lagi agar hidupnya bermakna. Artinya, titik tolak dan tujuan pendidikan adalah kehidupan.
PRIHATIN dengan kesenjangan dalam penyelenggaraan pendidikan dimana kualitas SDM produk pendidikan Indonesia dianggap kurang mampu bersaing di pasar internasional, Ronald Korompis, seorang pengusaha sukses nasional kelahiran Manado menggagas suatu konsep pendidikan yang disebutnya Kurikulum Berbasis Kehidupan.
Gagasan inovatif ini telah diterapkan di sekolah yang dikelola yayasan pendidikan yang dipimpinnya, yakni SMA Lokon St Nikolaus Kota Tomohon, juga dituangkan dalam sebuah buku berjudul “Kurikulum Berbasis Kehidupan”. Buku yang diluncurkan hari ini Sabtu (5/12), ditulis bersama ilmuwan Prof Dr Mezak Arnold Ratag, yang kini menjadi Kepala Lembaga Penelitian dan Pengembangan Yayasan Pendidikan Lokon.
“Dengan kurikulum ini, pendidikan benar-benar harus mengacu kepada kehidupan secara utuh, bukan hanya kehidupan di dunia ini tetapi juga kehidupan yang akan datang,” katanya kepada Manado Post di SMA Lokon St Nokolaus Kota Tomohon, Kamis (3/12).
Ide dan pemikiran Kurikulum Berbasis Kehidupan diakuinya muncul keimanan dan ketulusannya untuk membangun pendidikan dan keprihatinan atas sistem pendidikan, yang hanya mengedepankan kecerdasan intelektual dan mengabaikan kecerdasan moral dan spiritual.
Lebih lanjut Korompis memaparkan, penerapan Kurikulum Berbasis Kehidupan di SMA Lokon St Nikolaus telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Sejak beroperasi tujuh tahun lalu, sekolah berasrama ini selalu memiliki tingkat kelulusan seratus persen. Selain itu, lebih dari 250 penghargaan telah diterima para siswa SMA Lokon dalam berbagai perlombaan termasuk olimpiade sains tingkat kabupaten, provinsi, nasional dan internasional. “Dua tahun terakhir, 75 persen hingga 80 persen siswa yang mewakili Sulut dalam olimpiade sais nasional adalah para siswa SMA Lokon,” ujarnya.
“Itu membuktikan bahwa pemberian perhatian kepada kecerdasan anak secara integral holistik-intelektual, fisik, emosional, moral dan spritual tidaklah mengurangi tingkat kemampuan anak dalam intelektualnya malah sebaliknya,” ungkapnya sembari menambahkan pendidikan yang sejati membimbing seorang anak menuju kedewasaan untuk berhasil dalam hidupnya, dan terlebih lagi agar hidupnya bermakna.
Artinya, titik tolak dan tujuan pendidikan adalah kehidupan. Pada kesempatan tersebut, Korompis memaparkan keinginannya untuk membangun sekolah Pra-TK, TK, SD dan SMP dan perguruan tinggi dengan kurikulum berbasis kehidupan untuk lebih menjamin kesinambungan kurikulum tersebut.
Ia bercita-cita persekolahan dengan Kurikulum Berbasis Kehidupan harus menjadi sumber penghasil model-model keteladan di Minahasa dan Sulawesi Utara. “SMA Lokon kini memiliki sekitar 340 siswa dari berasal dari berbagai daerah, agama dan suku serta kaya dan miskin. disini kami tidak mengenal diskriminasi,” ujarnya lagi.
Ronald Korompis lahir di Manado 12 September 1943. Ia merupakan anak ke-6 dari pasangan Liem Sioe Bo dan Koh Toh Nioh. Ronald Korompis menikah dengan Maria J Wewengkang pada tahun 1966 dan telah dikarunia lima orang anak.
Sebagai pebisnis nasional ‘top level’, Ronald Korompis dikenal ulet, cerdas, brilian dan memiliki naluri kemanusiaan yang tinggi serta iman kepada Tuhan. Keimanannya telah membawanya bersama sang istri terjun ke dunia pendidikan dan sosial untuk membangun dunia pendidikan dan membantu sesama di tanah kelahirannya, tanah Toar Lumimuut. (Gomes)

0 komentar: