Tes Masuk siswa baru SMP LOKON & SMA LOKON berasrama Tahun Pelajaran 2017/2018 telah dibuka.

27 Mei 2013

Graduation Day Angkatan 9th Grande 2013



LOSNITO - Di tengah polemik tentang carut marutnya penyelenggaraan Ujian Nasional 2013, ada setetes kesejukan yang dirasakansaat Graduation Day di SMA Lokon digelar baru-baru ini.


“Banyak hal yang membuat kami bangga dan bahagia bisa bersekolah di sini. Dua teman angkatan kami menyabet medali perunggu OSN 2012 untuk pelajaran Kimia dan Astronomi. Bangga bisa ada yang berprestasi di bidang akademis, tetapi hal yang lebih bahagia bagi kami adalah pengalaman kehidupan serta pendidikan selama tiga tahun di sekolah dan asrama” ujar Agnes Palit, mantan Ketua Osis 2012/2013, dalam kata sambutannya mewakili teman-teman anggkatan Grande 9th pada acara Graduation Day di Sporthall, SMA Lokon, Selasa 21 Mei 2013.

Lebih lanjut, “Siapa yang pernah makan menggunakan tangan? Perhatikan ketika jari jemari kita mengambil makan untuk dimasukkan dalam mulut. Ke lima jari kita selain kompak juga posisinya sama tinggi dan saling berdekatan untuk satu tujuan yaitu mengambil makan untuk disantap sebagai sumber energi dan kekuatan hidup. Saat itulah saya melihat meski kita berasal dari berbagai macam suku, agama dan ras serta ditempatkan di ruang kelas yang berbeda, namun kami merasakan hal yang sama dan saling mlengkapi untuk berkembang dan belajar. Di situlah banyak suka dan duka hidup bersama kami alami. Dan inilah pengalaman berharga yang boleh kami timba sebagai remaja”. Demikian Agnes Palit dalam sambutannya di hadapan para hadirin yang terdiri dari pimpinan Sekolah, Yayasan, Para Guru, Orang tua siswa dan teman-temannya kelas X, kelas XI.

Gelar Graduation Day 2013 kali ini menamatkan 127 siswa dan sekaligus menjadi ajang pemaknaan atas proses pendidikan yang sudah berlangsung dalam “boarding school” selama tiga tahun.

“Siswa-siswi SMA Lokon ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam Olimpiade Sain, siswa-siswi Lokon sering mewakili Tomohon ke tingkat Propinsi hingga tingkat Nasional, bahkan ke Internasional. Keikutsertaan para siswa ini tentunya harumkan kota Tomohon. Sebagai contoh, dua dari empat siswa SMP yang kemarin saya dampingi ke OSN di Batam, berasal dari Tomohon dan salah satunya dari SMP Lokon.” kata Ibu Dolvien Karwur, Kepala Diknas Kota Tomohon dalam sambutannya mewakili Walikota Tomohon.
Metode pendidikan berkarakter memang menjadi kelebihan di sekolah berasrama. “Siswa tak hanya belajar dan membuat PR tetapi dalam interaksi individu dalam kebersamaan di asrama, mereka ditempa dalam pembentuka karakter melalui jadwal harian dan dalam didampingi pembina asrama hingga tamat SMA. Ini yang membuat sisiwa makin dewasa dan mandiri” ungkap Star Wowor, Kepala Diknas Propinsi Sulut yang baru tiba dari Miangas, tapal batas Indonesia Philipina, untuk menemani Mepora Roy Suryo dalam rangka “Merajut Kebangsaan” pada peringatan ke 105 Hari Kebangkitan Nasional 2013, 20 Mei yang lalu.

Puncak Graduation Day siang itu adalah penerimaan sertifikat tamat belajar dari Kepala Sekolah SMA Lokon, Ferry Doringin, PhD dan sebuah Buku Motivasi dari Bp. Ronald Korompis, Ketua Umum Yayasan Pendidikan Lokonkepada 127 siswa kelas XII. Meski hasil Ujian Nasional baru akan diumumkan besok Jumat (24/5), namun sudah menjadi tradisi sekolah selama ini, Graduation Day diselenggarakan sebelum itu.

“Dulu ketika masih kecil, kalau anak sakit pasti mengeluhnya kepada Tuhan yang diwakilkan oleh ke dua orang tuanya. Setelah beranjak remaja, dan ketika mengalami putus cinta, anak tak lagi lari ke Tuhan tetapi anak remaja larinya ke miras, narkoba, ekstasi atau tawuran. Gejala seperti ini mulai terdengar di mana-mana. Artinya apa? Ilmu pengetahuan bertambah seiring dengan pertambahan usianya tetapi ilmu dasarnya justru semakin berkurang. Contohnya korupsi. Tak sedikit koruptor itu adalah orang dewasa, bergelar Doktor, orang panda. Jadi, maunya bekerja sedikit dan tidak sepenuh hati, tetapi minta hasil yang banyak dan mengambil yang bukan menjadi haknya” kata Pak Ronald Korompis, Ketua Yayasan sekaligus Owner Kampus Losnito dalam kata sambutannya di hadapan para hadirin.

Kurikulum berbasis kehidupan menjadi ciri khas dan keunikan dalam penyelenggaraan sekolah di bawah YPL. Kekhasannya adalah pengembangang pendidikan berbasis asrama di mana keberhasilan hidup orang bukan semata-mata karena prestasi akademiknya melainkan pendidikan yang menggabungkan life skill, termasuk etika moral dengan intelektualnya. Keberhasilan manusia tidak tergantung tingginya IQ tetapi kerajinan dan ketekunan itulah yang akan menentukan keberhasilan hidupanya. Rajin, tekunnya siswa bisa dilihat dalam kehidupan di asrama.

Dalam ranah itulah, Graduatian Day diadakan agar semua pihak memahami mengapa Kurikulum Berbasis Kehidupan diimplementasikan di borading school Lokon sejak berdiri tahun 2002 dan sekarang masuk ke angkatan ke XI.

Siswa-siswa yang lolos mewakili Tomohon dalam Olimpiade Seni Tingkat Propinsi, ikut menampilkan kebolehannya dengan menari dan membaca puisi. Pertunjukkan seni itu juga aplikasi dari bagaimana sekolah memperhatikan keseimbangan otak kanan dan otak kiri, yaitu antara seni dan ilmu dalam pertumbuhan dan perkembangan diri manusia. 

Tulisan ini dposting juga di Kompasiana DI SINI.

0 komentar: