SEKOLAH LOKON ST. NIKOLAUS SD-SMP-SMA : 17 Agustus.

Losnito Com

Advertorial

Dibuka Siswa Baru SMP-SMA Lokon 2023-2024

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP-SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon TA. 2023-2024 TELAH DIBUKA

Raih Medali Perunggu Kebumian OSN 2024

Raih Perunggu Kebumian OSN 2024. Emily mendapat pujian dari Sekolah dan teman-temannya.

Siswa Lokon sabet Juara di STIBA

Juara 1 Pidato Bhs Inggris, Juara 2 Puisi Bhs Inggris dan Juara 2 Siswa Teladan Iven STIBA 2024

6 Siswa Raih Medali Perak di Ajang GYIIF 2025

Tim SMA Lokon meraih Medali Perak di ajang Global Youth Invention and Innovation Fair (GYIIF) 2025 kategori Social Science (Secondary)

Siswa Lokon Raih Banyak Prestasi

Banyak selamat atas prestasi yang diraih siswa/i SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon, atau biasa disebut Losnito selama 2 minggu ini

Tampilkan postingan dengan label 17 Agustus.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 17 Agustus.. Tampilkan semua postingan

07 Oktober 2019

Fatmawati, Diusung MB Lokon Saat Pawai 17 Agustus



Tomohon, LOSNITO NEWS - Mengusung tema Fatmawati, Penjahit Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih, Marching Band SMA Lokon tampil memukau dipenghujung display dalam rangka HUT Kemerdekaan RI 2019.

Guyuran hujan saat rombongan Marching Band tingkat SMA berjalan, tak menyurutkan Christle Maith dan kawan-kawan.

"Semoga basah kuyub tak menghalangi anak-anak tampil di muka panggung utama. Karena kali ini MB Lokon mempersembahkan drama musikal yang bertemakan Fatmawati, penjahit bendera pusaka Merah Putih. Semoga mereka semua sehat hingga bermain di depan panggung utama" ujar Arwan sang pelatih MB Lokon.

Rute defile HUT RI 2019 kali ini diubah. Mulai dari Menara Alfa Omega menuju ke arah Selatan Tomohon di panggung bekas TIFF.


Untuk selengkapnya lihat di video di bawah ini.





22 Agustus 2016

Marching Band SMP Lokon 2016





LOSNITO NEWS - Marching Band SMP Lokon St. Nikolauas unjuk kebolehan dalam pawai HUT Proklamasi Kemerdekaan ke-71 di pusat kota Tomohon, Senin (8/8/2016).

25 Agustus 2013

MB Losnito 2013: Display di Plaza SMA Lokon


MB Losnito 2013, dengan pelatih Arwan Pangerang, membuat display yang bertema dan berjudul "Brenti Jo Bagate". Sebuah ekspresi kemerdekaan yang tak sekedar mengutamakan kebebasan tetapi bebas yang bertanggungjawab dalam kehidupan sehari-hari termasuk ketika mendapat tawaran untuk miras dan narkoba. Hanya pribadi yang integral dan kuat, bisa mengatasi musuh dari kemerdekaan yaitu bebas yang tak bertanggung jawab.



19 Agustus 2013

Marching Band Losnito, Tampilkan "Brenti Jo Bagate"



LOSNITO - Sabtu kemarin (17/8), setelah Upacara Detik-detik Proklamasi di kantornya, Walikota beserta Kapolres, Sekdekot, para Assisten, bergegas menuju ke panggung kehormatan yang berada di depan pos Sat Lantas, sebelah Bank Mandiri. Kali ini panggung menghadap ke Timur, karena pawai start dari ex-Kantor Walikota Rindam dan finish di patung Tololui, Matani yang berjarak lebih dari 10 km. Tahun lalu, rutenya dari Selatan ke Utara.


Tak seperti saat Pawai Pembangunan yang lalu (15/8), cuaca hari itu cukup cerah dan cenderung panas. Di sepanjang jalan Raya Tomohon yang dilalui oleh para peserta pawai, tampak masyarakat berkerumun dan bersiap-siap menyaksikan pawai. Seperti tahun lalu, SD lebih dahulu jalan dan kemudian yang terakhir dari perguruan tinggi.
Berbagai macam rangkaian bunga hidup yang dikombinasi dengan tanaman hias mendominasi dekorasi panggung kehormatan. Walikota dan pejabat teras Tomohon menempati kusi-kursi di panggung ini. Setiap peserta pawai selain memberi salam kehormatan, juga menampilkan aktraksi yang memukau di hadapan para pejabat dan masyarakat yang sudah menyemut di sekitar panggung sejak pagi tadi. Tak jarang Walikota, Kapolres, Sekdekot mendapat “parcel” bunga dari para peserta. Lumayan nih, panggung kehormatan makin semarak dihiasi oleh bunga-bunga.

Masyarakat serasa mendapat hiburan gratis dari setiap peserta pawai. Tak jarang antar peserta pawai bersaing menampilkan atraksinya sebaik-baiknya bukan karena dinilai tetapi ikut berpartisipasi dalam menterjemahkan arti dan makna kemerdekaan yang kemudian diekspresikan lewat “display”, atraksi dari setiap peserta saat tiba di depan panggung kehormatan.


Karena itu saya semakin tertarik utuk memperhatikan tingkah laku ABG (anak-anak sekolah) yang menjadi peserta pawai meski didampingi juga oleh para gurunya di barisan belakang. Perlu diketahui, dalam setiap pawai 17-an, Tomohon diserbu oleh pengunjung dari luar daerah bahkan wisatawan asing untuk menonton pawai. Bukan tanpa sebab mereka datang untuk menonton “atraksi” dari kelompok Drum Band dan Marching Band.

Brenti Jo Bagate” inilah tema yang ditampilkan oleh Marching Band SMA Lokon di depan panggung kehormatan. Alkisah, Verren siswa yang cantik dan aktif dalam setiap kegiatan sekolah dan mudah bergaul dengan temannya, berpacaran dengan Rizky. Namun hubungan Verren dan Rizky putus karena Rizky selingkuh dengan gadis lain yang tak lain adalah sahabatnya Verren. Kegalauan hatinya itu membawa Verren jatuh dalam pesta miras dan pecandu narkoba. Verren akhirnya jatuh sakit dan terjebak di atas kursi roda. Melihat temannya aktif, Verren berteriak “aku bisa meraih mimpiku”. Sejak sadar dan memberi nasehat pada orang lain, “Brenti Jo Bagate (Berhentilah dari narkoba dan miras).

Cerita itu dikemas dalam sebuah ataraksi Marching Band Losnito dengan dibumbui dengan membuat menara manusia dan kemudian setelah memberi hormat, lalau menjatuhkan diri dan diterima oleh teman-teman. Atraksi bak sirkus ini membuat masyarakat yang menonton berekasi “wouww”. Kuatir kalau terpelest lalu membentur aspal.

Ilustrasi musik yang dibawakan oleh para pemain MB dilatih oleh Arwan Pangeran menghidupkan cerita Verren itu, antara lain mengambil penggalan lagu “Kamu Ketahuan” dari Mata Band. Ada sekitar lima lebih penggalan musik dibawakan oleh para pemain marching band dalam durasi 10 menit.

Selain SMA Lokon, atraksi meriah seperti itu ditampilkan oleh Marching Band SMA-SMP dari Smanto, Smakers, Seminari, Familia, Gonzaga, St. Clara, Kasgoro dan lainnya. Mereka ini bersaing untuk tampil terbaik mulai dari lagu-lagu yang dibawakan marching band saat defile dan display. Tak hanya itu, seragam mereka pun setiap tahun baru. Tarian dari kelompok cheers (gadis pom-pom) yang bergoyang-goyang, menurut saya, semakin kreatif dan inovatif setiap tahunnya. Sungguh menghibur penonton.

Meski demikian masih saja menyisakan kekurangannya. Panitia tidak on time dalam mengibarkan bendera start. Molor hampir satu jam lebih. Akibatnya, upacara penurunan bendera ikut molor karena Walikota masih menunggu peserta terakhir pawai yang sampai di depan panggung kehormatan.

Kegiatan pawai itu juga meninggalkan sampah yang berserakan di sepanjang jalan raya Tomohon. Sampah ini dibuang sembarangan oleh para penonton dan juga para peserta yang makan minum sambil jalan. Namun demikian, setelah selesai pawai, saya melihat para petugas kebersihan dengan sapunya langsung bereaksi cepat membersihkan sampah-samapah agar kota penerima Adipura (2013) untuk pertama kali ini tetap bersih. Sementara itu, para penoton pulang dengan hati senang karena mendapat tontonan gratis yang memukau.

Semoga kekurangan ini tak menjadi tradisi seperti halnya pawai sudah mentradisi di kota Tomohon, kota bunga yang telah beberapa kali menyelenggarakan Tournament of Flower (TOF) berskala International.

19 Februari 2013

Kapolres Tomohon Pimpin Upacara Di SMA Lokon






Pendidikan tak hanya fokus pada pembelajaran akademik saja. Pembentukan karakter siswa juga mendapat perhatian, apalagi penyelenggaraan pendidikan itu berada di “boarding school” (sekolah berasrama).  SMA Lokon, sekolah berasrama tak henti-hentinya mensinergitas antara proses pendidikan akademik dan pembentukan karakter.

Senin (18/2) Kapolres Tomohon, Kombes Malien Tawas berkenan hadir di lapangan sekolah untuk menjadi pemimpin upacara. Upacara sekolah setiap Senin ini, terasa lain saat Kapolres Tomohon memimpin upacara.



“Siswa-siswi sekolah adalah generasi penerus bangsa. Karena itu pembinaan mental, fisik dan disiplin bagi para siswa penting. Dengan Bintalfidis, siswa dibina terutama dalam sikap disiplin. Apa gunanya memiliki  bangunan sekolahnya mewah dan modern, tapi kalau siswanya tidak disiplin” ujar Kapolres Tomohon dalam kata pengarahan di hadapan para siswa dan guru SMA Lokon pagi tadi.

Kepala Sekolah, Kapolres Tomohon, Kombes Marlien Tawas dan staf


“Sekolah mengundang Kapolres Tomohon untuk pimpin upacara dengan maksud agar siswa belajar bagaimana bersikap tertib, disiplin dan hormat pada saat upacara bendera. Sebenarnya tak hanya itu, kedatangan Ibu Kapolres sekaligus memberikan pengarahan tentang pentingnya pembinaan mental fisik dan disiplin bagi setiap siswa” ungkap Kepsek SMA Lokon. Ferry Doringin, PhD.

Dalam kesempatan itu, pihak kepolisian mengusulkan agar sekolah membuat kegiatan yang terkait dengan Bintalfisdis (Pembinaan Mental Fisik dan Disiplin) untuk meningkatkan sumber daya siswa.

18 Agustus 2011

Pawai 17 Agustus 2011 (2) di kota Tomohon dan Marching Band Lokon







Tulisan tentang Display Marching Band Lokon di hadapan Plt Walikota Tomohon, Jimmy F. Eman SE Ak, bisa di baca di tautan ini: