10 October 2017

Workshop Bahan Ajar Panas Bumi Untuk SLTA


LOSNITO NEWS - Menurut catatan dari bagian ekspidisi surat, ada 21 SMA di Tomohon, Minahasa, Manado telah menerima undangan Workshop Panas Bumi. Dari yang terundang itu, sekolah yang mengirim utusannya tercatat justru sekolah yang berasal dari Tomohon dan Tondano yang datang. Selebihnya, barangkali karena tema workshop kurang relevan bagi sekolah, mengingat letak panas bumi berada di Lahendong atau tepatnya di wilayah Tomohon dan Minahasa.

Lepas dari itu, semua para guru yang hadir workshop merasa terbantu sekali dengan diterbitkannya Buku Ajar Panas Bumi yang telah disusun oleh Tim Peneliti Panas Bumi UGM-NZ AID CaRed dan Pusat Penelitian Panas Bumi Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada.


Mempelajari Isi Buku Ajar Panas Bumi.
Tim penyusun buku ajr tersebut terdiri dari Ir. Pri Utami, M.Sc., Ph.D., Khasani, S.T., M.Eng., D.Eng., Indra Perdana, S.T., M.T., Ph.D., Dr. Ir. I Wayan Warmada, Himawan Tri Bayu Murti, S.T., M.Eng., Ph. D.

UGM, Kadis Propinsi dan YPL
Isi buku ajar secara garis besar menjelaskan tentang apa itu panas bumi, bagaiamana sistem panas bumi, pemanfaatnnya, keunggulan panas bumi, kemudian tahapan pengembangan panas bumi. Selain itu, diuraikan tentang panas bumi di Indonesia, manifestasi panas bumi, dan yang terakhir keanekaragam hayati di lingkungan panas bumi.

Hampir lima jam para guru SLTA memperdalam materi sesuai dengan buku ajar panas bumi. Diskusi yang paling menarik adalah apakah para siswa siap belajar tentang panas bumi?

"Kalau di UGM, materi panas bumi ini diajarkan kepada mahasiswa di semester pertama dan kedua. Namun apabila materi panas bumi ini telah dikuasai oleh adik-adik SMA, itu lebih baik. Siswa semakin mengetahui potensi alam di sekitar lingkungannya" ungkap Bu Pri Utami, saat mengawali workshop.




0 comments: