SEKOLAH LOKON ST. NIKOLAUS SD-SMP-SMA : ugm

Dibuka Siswa Baru SMP-SMA Lokon 2023-2024

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP-SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon TA. 2023-2024 TELAH DIBUKA

Raih Medali Perunggu Kebumian OSN 2024

Raih Perunggu Kebumian OSN 2024. Emily mendapat pujian dari Sekolah dan teman-temannya.

Siswa Lokon sabet Juara di STIBA

Juara 1 Pidato Bhs Inggris, Juara 2 Puisi Bhs Inggris dan Juara 2 Siswa Teladan Iven STIBA 2024

6 Siswa Raih Medali Perak di Ajang GYIIF 2025

Tim SMA Lokon meraih Medali Perak di ajang Global Youth Invention and Innovation Fair (GYIIF) 2025 kategori Social Science (Secondary)

Siswa Lokon Raih Banyak Prestasi

Banyak selamat atas prestasi yang diraih siswa/i SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon, atau biasa disebut Losnito selama 2 minggu ini

Tampilkan postingan dengan label ugm. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ugm. Tampilkan semua postingan

10 Oktober 2017

Workshop Bahan Ajar Panas Bumi Untuk SLTA


LOSNITO NEWS - Menurut catatan dari bagian ekspidisi surat, ada 21 SMA di Tomohon, Minahasa, Manado telah menerima undangan Workshop Panas Bumi. Dari yang terundang itu, sekolah yang mengirim utusannya tercatat justru sekolah yang berasal dari Tomohon dan Tondano yang datang. Selebihnya, barangkali karena tema workshop kurang relevan bagi sekolah, mengingat letak panas bumi berada di Lahendong atau tepatnya di wilayah Tomohon dan Minahasa.

Lepas dari itu, semua para guru yang hadir workshop merasa terbantu sekali dengan diterbitkannya Buku Ajar Panas Bumi yang telah disusun oleh Tim Peneliti Panas Bumi UGM-NZ AID CaRed dan Pusat Penelitian Panas Bumi Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada.


Mempelajari Isi Buku Ajar Panas Bumi.
Tim penyusun buku ajr tersebut terdiri dari Ir. Pri Utami, M.Sc., Ph.D., Khasani, S.T., M.Eng., D.Eng., Indra Perdana, S.T., M.T., Ph.D., Dr. Ir. I Wayan Warmada, Himawan Tri Bayu Murti, S.T., M.Eng., Ph. D.

UGM, Kadis Propinsi dan YPL
Isi buku ajar secara garis besar menjelaskan tentang apa itu panas bumi, bagaiamana sistem panas bumi, pemanfaatnnya, keunggulan panas bumi, kemudian tahapan pengembangan panas bumi. Selain itu, diuraikan tentang panas bumi di Indonesia, manifestasi panas bumi, dan yang terakhir keanekaragam hayati di lingkungan panas bumi.

Hampir lima jam para guru SLTA memperdalam materi sesuai dengan buku ajar panas bumi. Diskusi yang paling menarik adalah apakah para siswa siap belajar tentang panas bumi?

"Kalau di UGM, materi panas bumi ini diajarkan kepada mahasiswa di semester pertama dan kedua. Namun apabila materi panas bumi ini telah dikuasai oleh adik-adik SMA, itu lebih baik. Siswa semakin mengetahui potensi alam di sekitar lingkungannya" ungkap Bu Pri Utami, saat mengawali workshop.




02 Oktober 2017

ALMI-AIPI, Lakukan Sosialisasi SAINS45 di Tomohon


LOSNITO NEWS - Agenda Ilmu Pengetahuan Indonesia 2045 (SAINS45) adalah sebuah dokumen hidup yang berisi buah pikiran dari 17 orang (representasi tanggal kemerdekaan) ilmuwan Indonesia yang dikelompokkan ke dalam 8 gugus pertanyaan (representasi bulan kemerdekaan Indonesia) dan dijabarkan menjadi 45 (representasi tahun kemerdekaan) pertanyaan ilmiah mendasar untuk menjawab masalah-masalah yang sedang dan akan dihadapi oleh bangsa Indonesia menuju seratus tahun kemerdekaannya. Dokumen yang ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris itu dapat diunduh secara gratis dari www.almi.or.id atau www.aipi.or.id

Kepsek SMA Lokon, Bu  Dr. Pri Utami, Pimpinan YPL dan Kepsek SMP Lokon
Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) adalah organisasi para ilmuwan muda Indonesia  bereputasi internasional yang dinaungi oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI, yang didirikan dengan Undang-Undang No 8 Tahun 1990). ALMI dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 9 Tahun 2016.  Saat ini ALMI beranggotakan 40 orang.

Brass Ensemble MB Lokon
Acara sosialisasi yang dilaksanakan tanggal 2 Oktober 2017 dan dikemas dalam acara yang bertajuk Scientist Goes to School: North Sulawesi Chapter ini merupakan salah satu upaya untuk membangkitkan budaya ilmiah pada komunitas akademik khususnya sekolah-sekolah menengah tingkat atas. SMA Santo Nikolaus, Tomohon dipilih menjadi tuan rumah bagi kegiatan yang diikuti oleh sekitar 400 orang siswa dan 60 orang guru dari 10 Sekolah di Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa dan Kota Manado.  North Sulawesi Chapter terlaksana atas kerjasama yang baik antara ALMI dengan Yayasan Pendidikan Lokon, Universitas Gadjah Mada, Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara, Kota Tomohon, dan Kabupaten Minahasa.

Seorang siswa mendapat Buku SAINS45
Sosialisasi dilaksanakan oleh salah seorang penulis SAINS45 Ir. Pri Utami, M.Sc., Ph.D yang merupakan anggota Komisi Ilmu Rekayasa ALMI dan pakar geologi panas bumi  Indonesia yang telah lama berkarya di Sulawesi Utara. Pri Utami didampingi oleh Aldina Yebelanny, mahasiswi berprestasi dari Fakultas Ilmu Budaya Universtas Gadjah Mada yang turut memotivasi pelajar-pelajar yang mengikuti acara ini untuk selalu mengedepankan perilaku ilmiah dalam kehidupan sehari-hari. Acara yang dikemas secara interaktif  ini dimeriahkan dengan penampilan brass band SMU Santo Nikolaus dan Kolintang SMP Santo Nikolaus, serta pameran sains karya guru dan siswa.

Banner: SAINS45
Gugus pertanyaan ilmiah inspiratif yang diangkat meliputi (1) Identitas, keragaman dan budaya (2) Kepulauan, kelautan dan sumber daya hayati (3) Kehidupan, kesehatan dan nutrisi (4) Air, pangan dan energi (5) Bumi, iklim dan alam semesta (6) Bencana dan ketahanan masyarakat terhadap bencana (7) Material dan sains komputasi (8) Ekonomi, masyarakat dan tata kelola.  

Tanya Jawab: Mendapat Jawaban dari Mahasiswi Pariwisata UGM

Dari kegiatan ini diharapkan agar generasi muda menyadari pentingnya ilmu pengetahuan dalam membawa bangsa Indonesia menyongsong satu abad kemerdekaannya menjadi bangsa yang mandiri, berdaya saing, dan disegani dalam percaturan dunia. Bila pelajar-pelajar ini sekarang berusia sekitar 12 – 17 tahun maka di tahun 2045 mereka akan berusia sekitar 40 – 45 tahun,  suatu usia prima sebagai pemegang tongkat estafet kepemimpinan di segala bidang. Sehingga, dengan kesadaran akan budaya ilmiah yang tertanam sejak dini generasi ini akan mampu mengedepankan ilmu pengetahuan dalam  menahkodai perjalanan bangsa.   

Percobaan Siswa,Varietas Padi Unggul

Beberapa siswa/siswi menyampaikan pertanyaan pertanyaan kritis tentang bagaimana generasi muda menyikapi dan memanfatkan kemajuan teknologi untuk kebaikan umat manusia, bukan sebaliknya. Seorang siswi dari Papua bahkan mengutarakan keinginannya untuk menjadi ilmuwati sekaligus pengusaha.    

Buku SAINS45: download gratis
Scientist Goes to Schools telah dilaksanakan di berbagai penjuru Nusantara oleh anggota-anggota ALMI yang lain. Pri Utami yang merupakan Kepala Pusat Penelitian Panas Bumi Universitas Gadjah Mada dan dosen tamu di University of Auckland, New Zealand dan di United Nations University, Jepang,  mendapat kesempatan melaksanakannya di Maluku, Sulawesi Utara, dan Jawa. Pri mengaku bahwa di masa remaja ia mulai menemukan jalan hidupnya ilmuwati berkat sebuah buku yang berjudul “Exploring Earth Science”, serta sebuah kalender tua bergambar fenomena-fenomena geologi, peninggalan dari ayahandanya yang pernah mengabdi di Kawasan Timur Indonesia. 

Foto Bersama: Dr. Pri Utami dengan Tim Guru SMA Lokon
Pri Utami memperkenalkan tentang ALMI dan membawakan diskusi tentang Agenda Ilmu Pengetahuan Indonesia Menyongsong Satu Abad Kemerdekaan Indonesia  (SAINS45) di Sport Hall Sekolah Santo Nikolaus, Tomohon.
Foto: ALMI (Dr. Pri Utami)
Sumber: Pres Release (2/10/2015)


07 Agustus 2017

KKN UGM Mengembangkan Potensi Pariwisata Panas Bumi

Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman

LOSNITO NEWS -The 3rd Festival Geothermal 2017 bertempat di Danau Linow pada Kamis (3/8/2017) berlangsung meriah. Ini berkat kerja keras 55  Mahasiswa KKN UGM 2017 di Lahendong.

"Kesempatan ini pula, kita boleh menyaksikan Geothermal Education Centre yang telah dibangun oleh PGE Lahendong. Tempat ini sebagai sarana informasi mengenai panas bumi yang bergandengan dengan pendidikan," ujar Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman, didampingi  Wakil Wali kota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan dan Sekretaris Kota Tomohon Harold Lolowang.  

Taman Wisata Geothermal
Para pejabat

Tampak hadir Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy Irfan Zainudin, General Manager Pertamina Geothermal Energy Lahendong Salfius Patengkey, Kapolres Tomohon AKBP I Ketut Agus Kusmayadi, mewakili Pangdam XIII Merdeka Sulut Letkol Armed Agus S, Pempinan BNI Wilayah Manado Eko Setiawan.

“Panas bumi menopang kebutuhan masyarakat luas dengan pasokan listrik sebesar 60 persen. Selain itu, pendidikan Geothermal memberikan pemahaman tentang panas bumi. Program mobil listrik yang dicanangkan Presiden Jokowi. Bahan bakunya ada disini," jelas Eman.
Dalam kegiatan The 3rd Festival Geothermal 2017, diresmikan Taman Wisata Geothermal (TWG). 


“Taman ini bantuan CSR Pertamina  untuk menambah minat wisatawan datang berkunjung ke Tomohon dan TWG. Hal ini akan menambah Pendapatan Asli Daerah(PAD) Kota Tomohon” terang mahasiswa yang mengantar ke lokasi TWG.

Taman Wisata Geothermal
“Energi panas bumi adalah energi yang bersih dan terbarukan yang dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik.  Festival panas bumi ini sebagai wadah untuk kita menambah pengetahuan tentang panas bumi. Marilah kita bangun dan tingkatkan peran aktif dalam mengelola, memelihara panas bumi sebagai warisan alam yang di kelola dengan mengedepankan alam," kata Eman.
Dalam festival tersebut dilakuakan penandatangan nota kesepahaman antara Pemkot Tomohon dan Pertamina Geothermal Energy.


Sebelum kegiatan festival geothermal, mahasiswa KKN UGM telah mengadakan berbagai kegiatan yang diikuti oleh siswa-siswi SMA se-Sulut. Lomba Debat Geothermal Inovation Challenge, Geothermal Photo Contest, Kreasi Mading Geothermal, Kids contest, Geothermal Expo, Geothermal Talk Show, dan Ecotourism Educative Funtrip, Cultural Festival.


Koor Mahasiswa KKN UGM



Kids Contest

Stand YPL




21 Januari 2017

Panas Bumi, Mapel Baru di SMA

Tim Panas Bumi UGM Yogyakarta dan Pimpinan Yayasan Pendidikan Lokon (dokpri)

LOSNITO NEWS - Kita tidak mewarisi bumi ini dari nenek moyang kita. Sebaliknya, kita meminjam bumi ini dari anak cucu kita. Di atas pundak generasi mudalah, mereka akan meneruskan dan mewarisi kekayaan negara dan bangsa ini. Salah satunya pendidikan panas bumi dimasukkan di kurikulum sekolah. Energi panas bumi adalah salah satu kekayaan alam  yang terdapat di perut bumi.

Dengan ekplorasi dan eksploitasi energi panas bumi, manfaat bagi kehidupan banyak di dapat. Manfaat panas bumi secara tidak langsung digunakan untuk menggerakkan pembangkit listrik tenaga panas bumi. Secara langsung, dimanfaatkan untuk pemanasan dan pendinginan ruangan, permandian kolam renang, greenhouse heating, aquaculture, pariwisata, dan lainnya.

Terkait dengan pengembangan panas bumi (geothermal) Indonesia, khususnya di Sulut, tim Panas Bumi UGM berkolaborasi dengan NZAID CaRED Programme, Program Pemberdayaan dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat di Kawasan Timur Indonesia kembali menyelenggarakan Workshop Pengembangan mata pelajaran panas bumi untuk SLTA di Sulawesi Utara, Selasa kemarin (17/1) di Miniteater SMA Lokon Tomohon. Workshop ini merupakan kelanjutan dari workshop Mapel Panas Bumi sebelumnya (22/9/2016) di tempat yang sama.

Foto Bersama (dokpri)

Di hadapan para guru utusan dari SMA se-Sulut, workshop kedua ini mengagendakan pembahasan tentang silabus mata pelajaran panas bumi untuk kelas XI dan kelas XII SMA yang telah disepakati dalam workshop pertama.

Dalam silabus mapel panas bumi, telah tersusun materi pokok pembahasannya, yaitu (1) energi panas bumi, (2) sistem panas bumi, (3) pemanfaatan energi panas bumi, (4) keunggulan energi panas bumi, (5) tahapan pengembangan panasd bumi, (6) panas bumi di Indonesia, (7) manifestasi panas bumi dan Geohazard, (8) keanekaragam hayati di lingkungannya, (9) kunjungan lapangan/field trip, (10) Seminar panas bumi.

Sedangkan kompetensi dasar (KD) mapel panas bumi adalah agar siswa mampu mengidentifikasi,  menganalisis,  memahami dan mensyukuri energi panas bumi sebagai energi terbarukan dengan banyak manfaatnya bagi kebutuhan hidup manusia serta kemajuan bangsa dan negara.

Ini alasan panas bumi dijadikan mata pelajaran di SMA Pusat Penelitian Panas Bumi UGM, menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia. Hampir 40 persen panas bumi dunia terdapat di Indonesia. Data Badan Geologi menyebutkan Indonesia memiliki potensi panas bumi sebesar 29.215 MWE dari 285 lokasi akhirnya belum dimanfaatkan secara optimal untuk pembangkit listrik. Total potensi tersebut merupakan jumlah antara potensi sumber daya panas bumi sebesear 13.195 MWe dan cadangan sebesar 16.020 MWe.

Mapel Panas Bumi harus digulirkan (dokpri)

“Daerah di sekitar panas bumi, selain berfungsi sebagai lumbung energi juga dapat berfungsi sebagai laboratorium alam, maka menarik untuk diteliti dari segi ilmu kebumian, keanekaragaman hayati dan lainnya. Biasanya lokasi di mana terdapat panas bumi, adalah daerah unik yang memiliki potensi wisata yang memikat seperti pemandangan alam yang eksotik dengan fumarol, tanah beruap, geyser, dan pemanfaatan sumber air panas sebagai permandian” jelas Dr. Pri Utami, MSc., Ph.D. dosen UGM sekaligus peraih gelar Women in Geothermal Ambassador tahun 2015.

Yang kedua, materi panas bumi bisa dimasukkan ke dalam kurikulum SMA sebagai mata pelajaran muatan lokal, atau muatan institusional atau lintas minat. Namun, konsekuensinya harus dilihat secara bijak. Foto bersama (dokpri) “Jika panas bumi menjadi mapel muatan lokal atau institusional, maka materi panas bumi harus menjadi mapel yang berdiri sendiri. Konsekuensinya, guru pengajar harus menguasai bahan ajar materi panas bumi dengan alat peraganya. Dibutuhkan alokasi waktu sendiri dalam kurikulum. Tak hanya itu, apabila menjadi muatan lokal untuk seluruh SMA Provinsi Sulut, harus disahkan dengan SK Gubenur dan sekolah yang tidak melaksanakan akan mendapat sanksi” kata Agnito, Wakasek Kurikulum Lokon. Kalau materi panas bumi menjadi mapel lintas minat maka materi itu bisa diintegrasikan dengan pelajaran yang berbasis keilmuan dan pariwisata seperti kebumian, geografi, fisika, ekonomi, bahasa Inggris.

Presentasi Peserta (Dokpri)

“Yah, akan banyak guru yang terlibat. Itu resikonya. Lagi pula jiwa dan semangat lintas minat menurut peraturan, mendorong sekolah untuk melakukan sister school dengan pihak perguruan tinggi agar nantinya mapel panas bumi berkesinambungan dengan kuliah” imbuh Agnito.

Yang ketiga, salah satu materi panas bumi mendorong siswa untuk melalukan pengamanatan langsung di lapangan terhadap keunggulan dan pemanfaatan energi panas bumi. Sebagai contoh, manifestasi panas bumi  berupa tanah hangat, permukaan tanah beruap, mata air panas atau hangat, telaga air panas, fumarol, kubangan lumpur panas, silika sinter atau batuan yang terlah mengalami alterasi. Itu semua harus dipelajari dengan cara melihat, mengamati dan meneliti secara langsung di lokasi panas bumi.

Yang keempat, lokasi di daerah panas bumi berpotensi untuk digunakan sebagai Taman Pendidikan Panas Bumi (Edupark) yang terintegrasi dengan wisata alam. Tangkuban Perahu, Air panas Cipanas Garut, Danau Linow, Bukit Kasih, dan masih banyak lagi, berada di daerah panas bumi. Pemprov Sulut bekerjasama dengan UGM telah dua kali menyelenggarakan festival panas Bumi di Danau Linow, Lahendong, Tomohon.

“Indonesia memiliki potensi geothermal yang melimpah. Nyatanya pemanfaatan panas bumi belum maksimal. Karena itu kita (sebagai pendidik atau guru) terpanggil untuk mengedukasi generasi muda agar mereka kelak bisa mengelola kekayaan alam itu bagi kemajuan bangsa dan negara ini” kata Dr. Himawan T. Bayu menutup workshop dengan harapan materi panas bumi bisa secara resmi dimaksukkan dalam kurikulum sekolah.

Selengkapnya DI SINI.