 |
| Tim Panas Bumi UGM Yogyakarta dan Pimpinan Yayasan Pendidikan Lokon (dokpri) |
LOSNITO NEWS - Kita tidak mewarisi bumi ini dari nenek moyang kita.
Sebaliknya, kita meminjam bumi ini dari anak cucu kita. Di atas pundak generasi
mudalah, mereka akan meneruskan dan mewarisi kekayaan negara dan bangsa ini.
Salah satunya pendidikan panas bumi dimasukkan di kurikulum sekolah. Energi
panas bumi adalah salah satu kekayaan alam
yang terdapat di perut bumi.
Dengan ekplorasi dan eksploitasi energi
panas bumi, manfaat bagi kehidupan banyak di dapat. Manfaat panas bumi secara
tidak langsung digunakan untuk menggerakkan pembangkit listrik tenaga panas
bumi. Secara langsung, dimanfaatkan untuk pemanasan dan pendinginan ruangan,
permandian kolam renang, greenhouse heating,
aquaculture, pariwisata, dan lainnya.
Terkait dengan pengembangan
panas bumi (geothermal) Indonesia, khususnya di Sulut, tim Panas Bumi UGM
berkolaborasi dengan NZAID CaRED Programme, Program Pemberdayaan dan
Peningkatan Ekonomi Masyarakat di Kawasan Timur Indonesia kembali
menyelenggarakan Workshop Pengembangan mata pelajaran panas bumi untuk SLTA di
Sulawesi Utara, Selasa kemarin (17/1) di Miniteater SMA Lokon Tomohon. Workshop
ini merupakan kelanjutan dari workshop Mapel Panas Bumi sebelumnya (22/9/2016)
di tempat yang sama.
 |
| Foto Bersama (dokpri) |
Di hadapan para guru utusan
dari SMA se-Sulut, workshop kedua ini mengagendakan pembahasan tentang silabus
mata pelajaran panas bumi untuk kelas XI dan kelas XII SMA yang telah
disepakati dalam workshop pertama.
Dalam silabus mapel panas bumi, telah
tersusun materi pokok pembahasannya, yaitu (1) energi panas bumi, (2) sistem
panas bumi, (3) pemanfaatan energi panas bumi, (4) keunggulan energi panas
bumi, (5) tahapan pengembangan panasd bumi, (6) panas bumi di Indonesia, (7)
manifestasi panas bumi dan Geohazard, (8) keanekaragam hayati di lingkungannya,
(9) kunjungan lapangan/field trip, (10) Seminar panas bumi.
Sedangkan
kompetensi dasar (KD) mapel panas bumi adalah agar siswa mampu
mengidentifikasi, menganalisis, memahami dan mensyukuri energi panas bumi
sebagai energi terbarukan dengan banyak manfaatnya bagi kebutuhan hidup manusia
serta kemajuan bangsa dan negara.
Ini alasan panas bumi dijadikan mata pelajaran di SMA Pusat Penelitian Panas
Bumi UGM, menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi
panas bumi terbesar di dunia. Hampir 40 persen panas bumi dunia terdapat di
Indonesia. Data Badan Geologi menyebutkan Indonesia memiliki potensi panas bumi
sebesar 29.215 MWE dari 285 lokasi akhirnya belum dimanfaatkan secara optimal
untuk pembangkit listrik. Total potensi tersebut merupakan jumlah antara
potensi sumber daya panas bumi sebesear 13.195 MWe dan cadangan sebesar 16.020
MWe.
 |
| Mapel Panas Bumi harus digulirkan (dokpri) |
“Daerah di sekitar panas bumi, selain berfungsi sebagai lumbung energi
juga dapat berfungsi sebagai laboratorium alam, maka menarik untuk diteliti
dari segi ilmu kebumian, keanekaragaman hayati dan lainnya. Biasanya lokasi di
mana terdapat panas bumi, adalah daerah unik yang memiliki potensi wisata yang
memikat seperti pemandangan alam yang eksotik dengan fumarol, tanah beruap,
geyser, dan pemanfaatan sumber air panas sebagai permandian” jelas Dr. Pri
Utami, MSc., Ph.D. dosen UGM sekaligus peraih gelar Women in Geothermal
Ambassador tahun 2015.
Yang kedua, materi panas bumi bisa dimasukkan ke dalam
kurikulum SMA sebagai mata pelajaran muatan lokal, atau muatan institusional
atau lintas minat. Namun, konsekuensinya harus dilihat secara bijak. Foto
bersama (dokpri) “Jika panas bumi menjadi mapel muatan lokal atau
institusional, maka materi panas bumi harus menjadi mapel yang berdiri sendiri.
Konsekuensinya, guru pengajar harus menguasai bahan ajar materi panas bumi
dengan alat peraganya. Dibutuhkan alokasi waktu sendiri dalam kurikulum. Tak
hanya itu, apabila menjadi muatan lokal untuk seluruh SMA Provinsi Sulut, harus
disahkan dengan SK Gubenur dan sekolah yang tidak melaksanakan akan mendapat
sanksi” kata Agnito, Wakasek Kurikulum Lokon. Kalau materi panas bumi menjadi
mapel lintas minat maka materi itu bisa diintegrasikan dengan pelajaran yang
berbasis keilmuan dan pariwisata seperti kebumian, geografi, fisika, ekonomi,
bahasa Inggris.
 |
| Presentasi Peserta (Dokpri) |
“Yah, akan banyak guru yang terlibat. Itu resikonya. Lagi pula
jiwa dan semangat lintas minat menurut peraturan, mendorong sekolah untuk
melakukan sister school dengan pihak perguruan tinggi agar nantinya mapel panas
bumi berkesinambungan dengan kuliah” imbuh Agnito.
Yang ketiga, salah satu materi panas bumi mendorong siswa untuk melalukan
pengamanatan langsung di lapangan terhadap keunggulan dan pemanfaatan energi
panas bumi. Sebagai contoh, manifestasi panas bumi berupa tanah hangat, permukaan tanah beruap,
mata air panas atau hangat, telaga air panas, fumarol, kubangan lumpur panas,
silika sinter atau batuan yang terlah mengalami alterasi. Itu semua harus dipelajari
dengan cara melihat, mengamati dan meneliti secara langsung di lokasi panas
bumi.
Yang keempat, lokasi di daerah panas bumi berpotensi untuk digunakan
sebagai Taman Pendidikan Panas Bumi (Edupark) yang terintegrasi dengan wisata
alam. Tangkuban Perahu, Air panas Cipanas Garut, Danau Linow, Bukit Kasih, dan
masih banyak lagi, berada di daerah panas bumi. Pemprov Sulut bekerjasama
dengan UGM telah dua kali menyelenggarakan festival panas Bumi di Danau Linow,
Lahendong, Tomohon.
“Indonesia memiliki potensi geothermal yang melimpah.
Nyatanya pemanfaatan panas bumi belum maksimal. Karena itu kita (sebagai
pendidik atau guru) terpanggil untuk mengedukasi generasi muda agar mereka
kelak bisa mengelola kekayaan alam itu bagi kemajuan bangsa dan negara ini”
kata Dr. Himawan T. Bayu menutup workshop dengan harapan materi panas bumi bisa
secara resmi dimaksukkan dalam kurikulum sekolah.
Selengkapnya
DI SINI.