SEKOLAH LOKON ST. NIKOLAUS SD-SMP-SMA : geothermal

Losnito Com

Advertorial

Dibuka Siswa Baru SMP-SMA Lokon 2023-2024

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP-SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon TA. 2023-2024 TELAH DIBUKA

Raih Medali Perunggu Kebumian OSN 2024

Raih Perunggu Kebumian OSN 2024. Emily mendapat pujian dari Sekolah dan teman-temannya.

Siswa Lokon sabet Juara di STIBA

Juara 1 Pidato Bhs Inggris, Juara 2 Puisi Bhs Inggris dan Juara 2 Siswa Teladan Iven STIBA 2024

6 Siswa Raih Medali Perak di Ajang GYIIF 2025

Tim SMA Lokon meraih Medali Perak di ajang Global Youth Invention and Innovation Fair (GYIIF) 2025 kategori Social Science (Secondary)

Siswa Lokon Raih Banyak Prestasi

Banyak selamat atas prestasi yang diraih siswa/i SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon, atau biasa disebut Losnito selama 2 minggu ini

Tampilkan postingan dengan label geothermal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label geothermal. Tampilkan semua postingan

07 Agustus 2017

KKN UGM Mengembangkan Potensi Pariwisata Panas Bumi

Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman

LOSNITO NEWS -The 3rd Festival Geothermal 2017 bertempat di Danau Linow pada Kamis (3/8/2017) berlangsung meriah. Ini berkat kerja keras 55  Mahasiswa KKN UGM 2017 di Lahendong.

"Kesempatan ini pula, kita boleh menyaksikan Geothermal Education Centre yang telah dibangun oleh PGE Lahendong. Tempat ini sebagai sarana informasi mengenai panas bumi yang bergandengan dengan pendidikan," ujar Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman, didampingi  Wakil Wali kota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan dan Sekretaris Kota Tomohon Harold Lolowang.  

Taman Wisata Geothermal
Para pejabat

Tampak hadir Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy Irfan Zainudin, General Manager Pertamina Geothermal Energy Lahendong Salfius Patengkey, Kapolres Tomohon AKBP I Ketut Agus Kusmayadi, mewakili Pangdam XIII Merdeka Sulut Letkol Armed Agus S, Pempinan BNI Wilayah Manado Eko Setiawan.

“Panas bumi menopang kebutuhan masyarakat luas dengan pasokan listrik sebesar 60 persen. Selain itu, pendidikan Geothermal memberikan pemahaman tentang panas bumi. Program mobil listrik yang dicanangkan Presiden Jokowi. Bahan bakunya ada disini," jelas Eman.
Dalam kegiatan The 3rd Festival Geothermal 2017, diresmikan Taman Wisata Geothermal (TWG). 


“Taman ini bantuan CSR Pertamina  untuk menambah minat wisatawan datang berkunjung ke Tomohon dan TWG. Hal ini akan menambah Pendapatan Asli Daerah(PAD) Kota Tomohon” terang mahasiswa yang mengantar ke lokasi TWG.

Taman Wisata Geothermal
“Energi panas bumi adalah energi yang bersih dan terbarukan yang dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik.  Festival panas bumi ini sebagai wadah untuk kita menambah pengetahuan tentang panas bumi. Marilah kita bangun dan tingkatkan peran aktif dalam mengelola, memelihara panas bumi sebagai warisan alam yang di kelola dengan mengedepankan alam," kata Eman.
Dalam festival tersebut dilakuakan penandatangan nota kesepahaman antara Pemkot Tomohon dan Pertamina Geothermal Energy.


Sebelum kegiatan festival geothermal, mahasiswa KKN UGM telah mengadakan berbagai kegiatan yang diikuti oleh siswa-siswi SMA se-Sulut. Lomba Debat Geothermal Inovation Challenge, Geothermal Photo Contest, Kreasi Mading Geothermal, Kids contest, Geothermal Expo, Geothermal Talk Show, dan Ecotourism Educative Funtrip, Cultural Festival.


Koor Mahasiswa KKN UGM



Kids Contest

Stand YPL




21 Januari 2017

Panas Bumi, Mapel Baru di SMA

Tim Panas Bumi UGM Yogyakarta dan Pimpinan Yayasan Pendidikan Lokon (dokpri)

LOSNITO NEWS - Kita tidak mewarisi bumi ini dari nenek moyang kita. Sebaliknya, kita meminjam bumi ini dari anak cucu kita. Di atas pundak generasi mudalah, mereka akan meneruskan dan mewarisi kekayaan negara dan bangsa ini. Salah satunya pendidikan panas bumi dimasukkan di kurikulum sekolah. Energi panas bumi adalah salah satu kekayaan alam  yang terdapat di perut bumi.

Dengan ekplorasi dan eksploitasi energi panas bumi, manfaat bagi kehidupan banyak di dapat. Manfaat panas bumi secara tidak langsung digunakan untuk menggerakkan pembangkit listrik tenaga panas bumi. Secara langsung, dimanfaatkan untuk pemanasan dan pendinginan ruangan, permandian kolam renang, greenhouse heating, aquaculture, pariwisata, dan lainnya.

Terkait dengan pengembangan panas bumi (geothermal) Indonesia, khususnya di Sulut, tim Panas Bumi UGM berkolaborasi dengan NZAID CaRED Programme, Program Pemberdayaan dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat di Kawasan Timur Indonesia kembali menyelenggarakan Workshop Pengembangan mata pelajaran panas bumi untuk SLTA di Sulawesi Utara, Selasa kemarin (17/1) di Miniteater SMA Lokon Tomohon. Workshop ini merupakan kelanjutan dari workshop Mapel Panas Bumi sebelumnya (22/9/2016) di tempat yang sama.

Foto Bersama (dokpri)

Di hadapan para guru utusan dari SMA se-Sulut, workshop kedua ini mengagendakan pembahasan tentang silabus mata pelajaran panas bumi untuk kelas XI dan kelas XII SMA yang telah disepakati dalam workshop pertama.

Dalam silabus mapel panas bumi, telah tersusun materi pokok pembahasannya, yaitu (1) energi panas bumi, (2) sistem panas bumi, (3) pemanfaatan energi panas bumi, (4) keunggulan energi panas bumi, (5) tahapan pengembangan panasd bumi, (6) panas bumi di Indonesia, (7) manifestasi panas bumi dan Geohazard, (8) keanekaragam hayati di lingkungannya, (9) kunjungan lapangan/field trip, (10) Seminar panas bumi.

Sedangkan kompetensi dasar (KD) mapel panas bumi adalah agar siswa mampu mengidentifikasi,  menganalisis,  memahami dan mensyukuri energi panas bumi sebagai energi terbarukan dengan banyak manfaatnya bagi kebutuhan hidup manusia serta kemajuan bangsa dan negara.

Ini alasan panas bumi dijadikan mata pelajaran di SMA Pusat Penelitian Panas Bumi UGM, menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia. Hampir 40 persen panas bumi dunia terdapat di Indonesia. Data Badan Geologi menyebutkan Indonesia memiliki potensi panas bumi sebesar 29.215 MWE dari 285 lokasi akhirnya belum dimanfaatkan secara optimal untuk pembangkit listrik. Total potensi tersebut merupakan jumlah antara potensi sumber daya panas bumi sebesear 13.195 MWe dan cadangan sebesar 16.020 MWe.

Mapel Panas Bumi harus digulirkan (dokpri)

“Daerah di sekitar panas bumi, selain berfungsi sebagai lumbung energi juga dapat berfungsi sebagai laboratorium alam, maka menarik untuk diteliti dari segi ilmu kebumian, keanekaragaman hayati dan lainnya. Biasanya lokasi di mana terdapat panas bumi, adalah daerah unik yang memiliki potensi wisata yang memikat seperti pemandangan alam yang eksotik dengan fumarol, tanah beruap, geyser, dan pemanfaatan sumber air panas sebagai permandian” jelas Dr. Pri Utami, MSc., Ph.D. dosen UGM sekaligus peraih gelar Women in Geothermal Ambassador tahun 2015.

Yang kedua, materi panas bumi bisa dimasukkan ke dalam kurikulum SMA sebagai mata pelajaran muatan lokal, atau muatan institusional atau lintas minat. Namun, konsekuensinya harus dilihat secara bijak. Foto bersama (dokpri) “Jika panas bumi menjadi mapel muatan lokal atau institusional, maka materi panas bumi harus menjadi mapel yang berdiri sendiri. Konsekuensinya, guru pengajar harus menguasai bahan ajar materi panas bumi dengan alat peraganya. Dibutuhkan alokasi waktu sendiri dalam kurikulum. Tak hanya itu, apabila menjadi muatan lokal untuk seluruh SMA Provinsi Sulut, harus disahkan dengan SK Gubenur dan sekolah yang tidak melaksanakan akan mendapat sanksi” kata Agnito, Wakasek Kurikulum Lokon. Kalau materi panas bumi menjadi mapel lintas minat maka materi itu bisa diintegrasikan dengan pelajaran yang berbasis keilmuan dan pariwisata seperti kebumian, geografi, fisika, ekonomi, bahasa Inggris.

Presentasi Peserta (Dokpri)

“Yah, akan banyak guru yang terlibat. Itu resikonya. Lagi pula jiwa dan semangat lintas minat menurut peraturan, mendorong sekolah untuk melakukan sister school dengan pihak perguruan tinggi agar nantinya mapel panas bumi berkesinambungan dengan kuliah” imbuh Agnito.

Yang ketiga, salah satu materi panas bumi mendorong siswa untuk melalukan pengamanatan langsung di lapangan terhadap keunggulan dan pemanfaatan energi panas bumi. Sebagai contoh, manifestasi panas bumi  berupa tanah hangat, permukaan tanah beruap, mata air panas atau hangat, telaga air panas, fumarol, kubangan lumpur panas, silika sinter atau batuan yang terlah mengalami alterasi. Itu semua harus dipelajari dengan cara melihat, mengamati dan meneliti secara langsung di lokasi panas bumi.

Yang keempat, lokasi di daerah panas bumi berpotensi untuk digunakan sebagai Taman Pendidikan Panas Bumi (Edupark) yang terintegrasi dengan wisata alam. Tangkuban Perahu, Air panas Cipanas Garut, Danau Linow, Bukit Kasih, dan masih banyak lagi, berada di daerah panas bumi. Pemprov Sulut bekerjasama dengan UGM telah dua kali menyelenggarakan festival panas Bumi di Danau Linow, Lahendong, Tomohon.

“Indonesia memiliki potensi geothermal yang melimpah. Nyatanya pemanfaatan panas bumi belum maksimal. Karena itu kita (sebagai pendidik atau guru) terpanggil untuk mengedukasi generasi muda agar mereka kelak bisa mengelola kekayaan alam itu bagi kemajuan bangsa dan negara ini” kata Dr. Himawan T. Bayu menutup workshop dengan harapan materi panas bumi bisa secara resmi dimaksukkan dalam kurikulum sekolah.

Selengkapnya DI SINI.