SEKOLAH LOKON ST. NIKOLAUS SD-SMP-SMA : gununglokon

Losnito Com

Advertorial

Dibuka Siswa Baru SMP-SMA Lokon 2023-2024

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP-SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon TA. 2023-2024 TELAH DIBUKA

Raih Medali Perunggu Kebumian OSN 2024

Raih Perunggu Kebumian OSN 2024. Emily mendapat pujian dari Sekolah dan teman-temannya.

Siswa Lokon sabet Juara di STIBA

Juara 1 Pidato Bhs Inggris, Juara 2 Puisi Bhs Inggris dan Juara 2 Siswa Teladan Iven STIBA 2024

6 Siswa Raih Medali Perak di Ajang GYIIF 2025

Tim SMA Lokon meraih Medali Perak di ajang Global Youth Invention and Innovation Fair (GYIIF) 2025 kategori Social Science (Secondary)

Siswa Lokon Raih Banyak Prestasi

Banyak selamat atas prestasi yang diraih siswa/i SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon, atau biasa disebut Losnito selama 2 minggu ini

Tampilkan postingan dengan label gununglokon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gununglokon. Tampilkan semua postingan

19 Maret 2016

No Narkoba, Pendidikan Yes! BNN di SMP Lokon

Kombes Pol Drs. Sumirat D, M.Si, No Narkoba, Pendidikan Yes
Tomohon, LOSNITO - “Apapun makanan dan minumannya, kalau asupan itu tidak ada fungsi atau gunanya bagi tubuh kita, sebaiknya jangan dikonsumsi”, simpul Kombes Pol. Drs. Sumirat Dwiyanto, M.Si, Kepala BNNP Sulawesi Utara, mengakhiri ceramahnya di depan para siswa kelas 7 dan kelas 8 SMP Lokon, Jumat siang (18/3/2016).

“Sekarang ini BNN telah mengidentifikasi 41 Narkotika jenis baru atau New Psychoactive Substances (NPS) yang beredar di Indonesia. Tiga jenis baru yang terakhir ditemukan adalah AB-PINACA, THJ-2201 dan THJ-018. Ketiga jenis narkotika baru itu berasal dari tembakau yang telah dicampur dengan narkoba sintetis. Jika dikonsumsi akan menimbulkan efek halusinasi, efek cannabinoid dan toxic” tegas Kombes Sumirat di hadapan para siswa.


Untuk lebih jelasnya, para siswa diajak menonton video tentang bagaimana reaksi tikus-ikus putih apabila diberi narkoba. Dalam video singkat itu, tikus-tikus itu yang biasanya menghafal jalan pulangnya, ternyata hanya berputar-putar tak tidak tahu arah pulang. Bahkan tikus itu menjadi binatang yang suka berkelahi dengan tikus lainnya. Anaknya pun tidak dikenalinya lagi, justru dimangsa. Tingkah lakunya pun tidak waras dengan posisi jungkir balik tidak karuan.


“Nah, itu narkoba yang diujicobakan pada seekor tikus. Bisa dibayangkan bagaimana dengan manusia. Pasti akan terjadi disorientasi pada pikiran akibat otaknya rusak. Caba lihat gambar ini, tulang-tulang pada jarinya rusak, pita tenggorokannya juga rusak. Ini akibat dari Narkoba. Parah bukan?” lanjut Pak Sumirat dengan tegasnya di hadapan para siswa.

Berdasarkan survey dari LIT BNN dan PUSLITKES-UI pada tahun2014, ditengarai jumlah penyalahguna Narkoba di Indonesia berjumlah 5,1 juta atau 2,8% jumlah penduduk Indonesia. Dari jumlah itu, 39% adalah pengguna narkoba yang coba pakai dan terima pakai (37%). Dari data tersebut, di Sulut berada di rangking 5 dengan jumlah pemakai 42.867 orang.





“Hati-hati kalau kalian diberi cookies, coklat atau dodol. Karena bentuk ganja yang siap edar sekarang seperti makanan ringan, selain daun ganja, ganja kering berbungkus kertas dan linting rokok ganja. Barusan tadi saya ambil botol air mineral di meja. Kalau rasa airnya tidak tawar, jangan diminum. Bisa jadi sudah dicampur dengan narkoba sehingga rasa airnya pahit, asam, manis atau rasa lain yang bukan tawar. Sudah ada kasus narkoba dengan modus operandi menggunakan botol air mineral sehingga bagi yang minum langsung pusing dan fly” lanjut Kepala BNNP Sulut dengan suaranya yang memikat.

Ketika acara tanya jawab tiba, banyak murid yang bertanya. Pertanyaan yang disampaikan sebagaian besar mengulang apa yang dikatakan oleh narasumber sehingga perlu peneguhan dan contoh-contoh konkrit. Ada salah satu siswa yang bertanya tentang kebiasaan merokok dan minuman keras.

“Merokok dan  minum alkohol adalah pintu gerbang penyalahgunaan narkoba. Karena itu, kalian semua jangan merokok dan minum minuman beralkohol. Selain merokok berakibat rusaknya paru-paru, kebiasaan itu bisa mendorong orang untuk menjadi pengguna narkoba. Lebih baik kalian menjaga agar otak kalian bersih dan tidak rusak akibat narkoba dan memikirkan masa depan dengan baik” jawab Pak Sumirat atas pertanyaan para siswa.

Penempelan sticker “Stop Narkoba” di kaca TU yang letaknya di dekat pintu gerbang sekolah bersama Kepala Sekolah SMP Lokon, Marthin Senduk, SS, M.Si menjadi penutup acara sosialisasi Narkoba di hadapan para siswa SMP Lokon.



“Peredaran narkoba itu seperti penjahat yang tidak tampak. Siluman yang membunuh generasi muda dengan lihainya” lanjut Pak Sumirat pada saat makan siang bersama.
Terkait dengan rencana peningkatan status BNN setara dengan Kementerian, beliau hanya menjawab singkat bahwa wacana itu sudah lama diusulkan, namun waktu itu Bapak Jendral Gories Mere tidak sependapat karena akan berakibat pada tambahnya personil dan negara harus siap dengan menanggung biaya yang tinggi.

Kalau Presiden Jokowi meminta pemberantasan narkoba dilakukan lebih dahsyat lagi, berarti masalah teritorial, biaya dan personil sudah terpikirkan secara sistematis dan bijak. Jika demikian, apa salahnya meningkatkan status BNN setara Kementerian.
Narkoba No, Pendidikan Yes!

07 Februari 2014

Pelantikan Tim Satgas Bencana SMA Lokon




DR. Max M Imbang, Kepala Sekolah SMA Lokon memberikan sambutan pada Pelantikan Tim Satgas Siswa di ruang kelas, pada 3 Februari 2014. Ditegaskan oleh Kepsek, bahwa peran satgas terutama membantu, mengarahkan, memimbing dan menolong orang lain dari segala bencana sesuai dengan protap yang ada. "Menolong lebih dahulu orang lain daripada diri sendiri, merupakan edukasi tersendiri bagi kita semua. Namun kehadiran tim satgas juga meminimalisir resiko bencana yang ditimbulkan karena tim-satgas telah dibekali pelatihan-pelatihan dalam penanganan bencana" ujar Kepsek.



Setelah dilantik, Kepsek mengajak Tim Satgas SMA Lokon dan para pedamping untuk menyanyikan lagu mars sekolah sebagai tanda bahwa segala sesuatunya untuk dan demi sleuruh warga Losnito (Lokon St. Nikolaus Tomohon).




Wakasek Kesiswaan Tommy Moga, membacakan regulasi pelantikan di hadapan para siswa yang terseleksi menjadi tim satgas.



Foto besama setelah pelantikan di plasa kampus Losnito dengan latar belakang Gunung "Api" Lokon yang sering meletus secara berkala. Sekolah dan Gunung Lokon berjarak sekitar 5 km dari kawah Tompaluan. Kedekatan inilah yang membuat Kemendiknas meminta sekolah SMA Lokon sebagai sekolah tangguh bencana.

Tim BPBD Tomohon, Bpk. Franky sedang berbincang dengan Wakasek Kesiswaaan tentang Protap Evakuasi di ruang rapat sekolah.


15 September 2013

Indahnya Letusan Gunung Lokon



Letusan 10 September 2013 pukul 06.30 wita
LOSNITO - Kejadian meletusnya Gunung Lokon memang harus diwaspadai oleh semua pihak termasuk seluruh Civitas Academica Lokon, sesuai dengan status gunung itu yang saat ini dikategorikan siaga waspada.

Dampak yang paling kuatirkan adalah hujan abu vulkanik yang menimpa di daerah Kakaskasen termasuk komplek persekolahan SMP/SMA Lokon St. Nikolaus. Kendati sudah ada pelatihan tanggap darurat namun kewaspadaan selalu nomer satu dan mengutamakan keselamatan (safety first).


Selama ini hujan abu pernah menimpa kompleks sekolah namun kemudian bisa diatas dengan dibersihkan. Lebih sering dibantu dengan hujan setelah meletus dan mengeluarkan hujan abu. Selama ini belum sampai mengalamai keparahan akibat letusan Gunung Lokon yang jaraknya kurang dari 10 km.

Di sisi lain, setiap kali Gunung Lokon menjadi tontonan yang istimewa dan langka bagi para penghuni kompleks sekolah Lokon dan masyarakat sekitar. Lebih khusus parang "tukang kuti" (fotografer) tak mau ketinggalan untuk mengabadikan peristiwa letusan itu dengan kameranya.

Berikut silahkan melihat foto-foto hasil jepretan trilokon (www.kompasiana.com/losnito)