SEKOLAH LOKON ST. NIKOLAUS SD-SMP-SMA : matematika

Losnito Com

Advertorial

Dibuka Siswa Baru SMP-SMA Lokon 2023-2024

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP-SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon TA. 2023-2024 TELAH DIBUKA

Raih Medali Perunggu Kebumian OSN 2024

Raih Perunggu Kebumian OSN 2024. Emily mendapat pujian dari Sekolah dan teman-temannya.

Siswa Lokon sabet Juara di STIBA

Juara 1 Pidato Bhs Inggris, Juara 2 Puisi Bhs Inggris dan Juara 2 Siswa Teladan Iven STIBA 2024

6 Siswa Raih Medali Perak di Ajang GYIIF 2025

Tim SMA Lokon meraih Medali Perak di ajang Global Youth Invention and Innovation Fair (GYIIF) 2025 kategori Social Science (Secondary)

Siswa Lokon Raih Banyak Prestasi

Banyak selamat atas prestasi yang diraih siswa/i SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon, atau biasa disebut Losnito selama 2 minggu ini

Tampilkan postingan dengan label matematika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label matematika. Tampilkan semua postingan

07 Mei 2019

Siswa SMP Lokon, Tembus OSN Matematika 2019


Tomohon, LOSNITO NEWS - Berita baik diterima oleh Kepala Sekolah SMP St. Nikolaus pagi ini (7/5/2019). Salah satu siswa kelas 8, SMP Lokon bernama Vaughn Daniel Kenneth Siburian lolos ke OSN Matematika tingkat Nasional 2019 di Yogyakarta. Vaughn menjadi utusan Sulut bidang Matematika ke OSN yang akan dilaksanakan bulan Juni nanti.

"Bakat dan prestasi Vaughn di bidang Matematika sudah terlihat sejak kelas 7. Berbagai lomba Matematika tingkat SMP, dan Olimpiade Matematika Internasional, seperti OMI Bulgari, Nopember lalu, Vaughn membawa pulang medali perunggu" ungkap Marthin Senduk, SS, M.Hum, Kepsek SMP Lokon.
Bersama Sir Tjahyo Guru Matematika SMP Lokon
"Sebenarnya tidak hanya Vaughn saja yang lolos OSN tingkat Nasional. Ada satu di bidang Matematika dari SMP Stella Maris dan bidang IPA SMP Theodorusa Kotamobagu. Mereka mewakili Sulut untuk ke Nasional" imbuh Kepsek.

"SMP Lokon St. Nikolaus Tomohon sangat terbuka menerima siswa-siswa SD yang berpotensi di bidang sains (Matematika, IPA, IPS), olah raga atau seni budaya. Kami selalu mengikutkan siswa yang berbakat di bidang sains, seni, olah raga untuk berkompetisi baik di tingkat kota/kabupaten hingga nasional" lanjut Kepsek saat berdiskusi tentang syarat pendaftaran siswa baru untuk SMP Lokon tahun jaran 2019/2020.

28 November 2018

Siswa Lokon Sabet Perunggu Olimpiade Matematika di Bulgaria

Kepsek sambut Vaughn, Taro dan Toar dari OMI Bulgaria
Tomohon, LOSNITO NEWS - Rabu siang (26/11/2018) Marthinus Senduk, SS., M.Hum, Kepsek SMP Lokon St. Nikolaus bersama Tim Diknas Tomohon, menyambut kedatangan para siswa yang berlaga di OMI (Olimpiade Matematika International) Bulgaria 19-27 November 2018.

Vaughn Daniel Kenneth Siburian | SMP Lokon
Wajah para penjemput di Bandara Sam Ratulangi tampak sukacita karena dua siswa dari lima siswa Tomohon telah berhasil membawa pulang dua medali perunggu bidang Matematika. Dua medali perunggu, direbut atas nama Imanuel Taro Satoshi dan Vaughn Daniel Kenneth Siburian, siswa SMP Lokon.
Taro Satoshi, SMP Lokon St. Nikolaus Tomohon

"Adik-adik semuanya adalah putra-putri terbaik dari Kota Tomohon yang mewakili Indonesia untuk berlaga di OMI Bulgaria" kata Walikota Tomohon, Jimmy F. Eman, SE Ak, saat melepas lima siswa yang berlangsung di aula OFG Kakaskasen (18/11).


Kelima siswa aasal Tomohon tersebut berasal dari 3 siswa SMP Lokon, 1 siswi dari SMP Lentera, dan 1 siswa SMP Negeri 1. Mereka ini mewakili Indonesia Grup 3 Sulawesi Utara.

Taro, sepulang dari Korea, Bersalaman dengan Walikota Tomohon
"Tomohon sabet 4 perunggu. Dua siswa Lokon yang lain dari Lentera dan SMPN 1 Tomohon. Khusus untuk Taro, sebelumnya Taro menyabet medali di kejuaraan World Mathematic Invitational 2018 di Seoul, Korea Selatan" jelas Kepsek SMP Lokon.


17 Maret 2014

Pemenang Lomba Matematika dan IPA Tingkat SD Se-Sulut




LOSNITO - Yayasan Pendidikan Lokon, SMP-SMA Lokon untuk ke sekian kalinya menyelenggarakan Lokon Mathematics & Natural Science 2014 tingkat SD se-Sulut (15/3). Tercatat  ada 105 peserta lomba yang terbagi dalam dua bidang, Matematika dan IPA.


Enam ruangan disediakan oleh panitia untuk mengerjakan soal-soal lomba. Setelah dibuka di Sporthall  (09.00 wita) oleh Wakil dari Dinas Pendidikan Tomohon, disaksikan Ketua Umum YPL, Ronald Korompis dan didampingi oleh Kepalas Sekolah SMP Loko St. Nikolaus, Prof. Dr. Mezak Ratag, APU, para peserta menuju ke ruang kelas SMP.

Wakil Kadis Diknas Tomohon, Buka Resmi Lomba

Tampak para peserta dengan tenang dan serius mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh panitia. Setiap ruangan diawasi oleh seorang guru dan siswa SMP Lokon. Ini dilakukan supaya pengerjaan soal-soal dilakukan dengan jujur. Dari pkul 10.00 hingga 12.00, para peserta mengerjakan soal.
Setelah batas waktu pengerjaan soal selesai, peserta yang didampingi oleh orang tua dijamu makan siang sambil menunggu pengumuman juara.

Berikut ini hasil lengkap pemenang lomba Matematika dan IPA se-Sulut.

Salah Satu Peserta Mengerjakan Soal Lomba

Matematika:

Gold : (1) Prayer Kumontoy, SDN 4 Tondano, (2) Nadya Tagara, Sekolah Karya Anak Bangsa, (3) Jonathan Liu, SD GMIM 4 Tomohon.
Silver: (1) Chintami Masela, SD St. Clara Tomohon; (2) Joel Rumampuk, SD 37 Karangetan; (3) Charisse Awa, SD GMIM 4 Tomohon, (4) Brigita Pangemanan, SD Katolik 1 Tomohon.
Bronze: (1) Davida Wenas, SD. GMIM VI, Tomohon (2) Angelo Kilis, SD Inpres Lahendong, (3) Shelomita Walujan, SD Kat 13, St. Paulus Manado, (4) Vanesa Lorent, SD Dobos Bitung, (5) Sahat Sitorus, SD Dobos Bitung.

Ilmu Pengetahuan Alam:

Gold: (1) Krista Sitorus, SD GMIM Kinilow; (2) Brigita Walujan, SD. Kat IV Dobos Bitung; Michelle Kainde, SD St. Clara Tomohon.
Silver:  (1) Fabian Suherman, SD Kat St. Yohanes, Tomohon; (2) Oktavia Sengkey, SD GMIM V Tomohon; (3) Cicilia Kirwalakubun, SD GMIM II Tomohon, (4) Nesviar Ayudakati, SD Negeri 11 Manado, (5) Iswana Yatiqah Nayu, SD Negeri 11, Manado.
Bronze: (1) Yoseph Tarihoran, SD Kat 4 Dobos Bitung, (2) Kathelen Londong, SD Fr Dobos Manado, (3) Godeliva Ngala, SD Katolik 1 Woloan, (4) Verren Palit SD Katolik 1 Tomohon; (5) Vaisa  Pijoh SD Kat St. Clara Tomohon,  (6) Salfa Rambi, SD Inpres Lahendong, (7) Caren Montolalu SD GMIM Kinilow.

Para juara mendapat hadiah berupa trophy, piagam, uang pembinaan dan bea siswa pendidikan apabila yang bersangkutan melanjutkan sekolahnya ke SMP Lokon.  Hadiah diberikan langsung oleh Kepsek SMP dan disambut dengan gembira oleh pemenang yang didampingi orang tuanya masing-masing dan guru pendamping.

11 Maret 2014

Lokon Mathematics Natural Science Competition

 

LOSNITO - Untuk ke sekian kalinya, Yayasan Pendidikan Lokon melalui sekolah SMP Lokon St. Nikolaus menggelar Lomba Matematika dan Sains (IPA) tingkat Sekolah Dasar se-Sulut.

"Tujuan lomba untuk menunjukkan bahwa siswa-siswa tingkat dasar di Sulawesi Utara ternyata memiliki kemampuan di bidang sains dan matematika. Tak hanya itu saja, kami mengharapkan adanya pembinaan berkelanjutan terhadap siswa SD yang menyukai ilmu sains matematika. Karena kami berkeyakinan dasar seluruh ilmu pengetahuan adalah matematika" ujar Jimmy Pontoan, panitia lomba sekaligus Humas YPL.

"Dylan F. Mambo peraih medali perunggu Olimpiade Astronomi Asia Pasifik (APAO) IX 2013 dan juara pertama OSN Fisika Sulut 2013, adalah siswa SMP Lokon yang terjaring dari lomba matematika sains tahun lalu" tambah Jimmy.

Lomba itu akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 15 Maret 2014, pukul 08.00 - 17.00 wita di ruang Sporthall SMP Lokon yang berada di kampus persekolahan SMP-SMA Lokon, jalan perlombaan 99, Kakaskasen Dua, Tomohon.

"Setiap sekolah maksimal 2 orang untuk Matematika dan 2 orang untuk Sains. Kami juga mengundang satu guru pendamping untuk setiap mata lomba" kata Jimmy mengingatkan.

Untuk pendaftaran silahkan download di www.facebook.com/groups/lmnsc.tomohon/ setelah diisi, formulir bisa langsung di kirim lewat emai panitia lomba lmnsc@yahoo.com. Batas terakhir pendaftaran dan konfirmasi Kamis, 13 Maret 2014 wita.

Ingin tahu lebih lengkap, bisa menghubungi kontak person di bawah ini:
  •     Stevanus Kaeng - 085341961833
  •     Citra Ledeng - 085240762296
  •     Venche Tuwaidan - 085256516988

Atau anda bisa menghubungi di kantor (0431) 351660. Selamat bertanding. Mari kita sukses kan lomba ini agar generasi muda Sulut makin maju dalam sains.

29 September 2012

LOSNITO EDU-EXHIBITION 2012


TOMOHON by Losnito - LOSNITO EDU-EXHIBITION 2012 adalah program tahunan yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Lokon dalam rangka memfasilitasi orang tua/wali siswa, siswa sendiri serta masyarakat untuk mempersiapkan diri dan menambah wawasan yang lebih luas tentang pendidikan.

Kadis Diknas Propinsi Sulut, dalam sebuah seminar pendidikan, menegaskan bahwa "Pendidikan adalah investasi masa depan bangsa". Oleh karena itu,pilihlah sekolah yang berkualitas dan mencerdaskan insan bangsa dengan baik.

Menjawab tantangan itu, Yayasan Pendidikan Lokon mengadakan berbagai kegiatan yang bertajuk LOSNITO EDU-EXHIBITION 2012.

Tanggal : Jumat 12 - Sabtu 13 Oktober 2012
Pukul : 08.00 wita - selesai
Tempat : di Kampus SMP-SMA Lokon, Tomohon.

Pameran Universitas dan Konsultasi Pendidikan menjadi fokus utama agar para pengunjung makin terbuka wawasannya tentang pentingnya pendidikan berkelanjutan bagi siswa. Perguruan Tinggi yang sudah konfirmasi akan datang dan bersedia memberikan bimbingan studi lajut bagi siswa antara lain dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Manado.

Sedangkan perguruan tinggi dari manca negara akan diwakili oleh biro-biro konsultasi yang menjadi agennya di Indonesia.

Betapa pentingnya pendidikan juga akan terlihat dari penjaringan siswa-siswi berprestasi muali dari SD, SMP dan SMA melalui berbagai lomba yang diadakan.

Lomba-lomba yang berhadiah jutaan dan bea siswa pendidikan dari YPL itu meliputi:
  1. Lomba Mapel Tingkat SD,
  2. Lomba Mapel Tingkat SMP, SMA/SMK.
  3. lomba fotografi tingkat SMP, SMA/SMK
  4. lomba Paduan Suara Tingkat SMA/K
  5. Lomba Modern Danca Tingkat SMA/SMK.

Teknis Pelaksanaan Lomba Tingkat SD:
  • mata pelajaran yang dilombakan MATEMATIKA dan IPA
  • materi kurikulum Nasional dan OLIMPIADE
  • bentuk soal: pilihan ganda, essay dan berhitung cepat untuk MATEMATIKA
  • setiap sekolah maksimal mengirimkan 2 siswa untuk tiap Mapel yang dilombakan dan 1 guru pendamping
  • bebas biaya pendaftaran

Teknis Lomba Tingkat SMP
  • jenis fotografi yang dilombakan PHOTO JOURNALISM (liputan Kegiatan) selama berlangsungnya LOSNITO EDEU-EXHIBITION 2012. Setiap peserta maksimal mengirim 3 Foto ukuran 10 R paling lambat diterima Panitia 20 Oktober 2012.
  • lomba DANCE COMPETITION, 4-12 personil, durasi 3-5 menit
  • lomba Mapel: MATEMATIKA, FISIKA dan BAHASA INGGRIS
  • lomba Paduan Suara, minimal 25 peserta, membawakan 2 lagu bebas

Selain memberikan apresiasi berupa UANG TUNAI dan BEA SISWA PENDIDIKAN bagi para juara, peserta juga mendapat ganti uang transport sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Untuk selengkapnya silahkan menghubungi panitia.


CONTACT PERSON:
Windy Wenas - 081340232233
Ardiansyah - 085242654252
George Senduk - 082195356207

Goan Worung - 085298045250 (paduan suara & dance competition)
Tri Lokon - 08156201198 (fotografi)

30 September 2011

Satu Perunggu OSN 2011 untuk SMA Lokon





Lagi-lagi sebuah ironi. Sulawesi Utara sebagai tuan rumah Olimpiade Sains Nasional (OSN) ke X, 11-16 September 2011, boleh dikata sukses dalam menyelenggarakan iven Nasional. Tetapi, dalam ajang OSN kali ini, Sulut hanya merebut medali perunggu, atas nama Maykel Sondak, siswa SMA Lokon dalam mata pelajaran Matematika. 

Kesuksesan sebagai tuan rumah OSN, sudah diduga sebelumnya. "Berikanlah kenyamanan kepada setiap peserta sehingga mereka bisa berlomba dengan baik. Sulawesi Utara sudah terkenal kerukunannya sehingga beragam kegiatan berskala nasional dan internasional selalu sukses," ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara Star Wowor

Ia menambahkan, untuk OSN tingkat SMA akan dilaksanakan di Kawanua Sahid Hotel, OSN tingkat SD di Hotel Grand Kawanua, dan Olimpiade Sains Guru akan berlangsung di aula Hotel Grand Puri. Selain itu, kata dia, OSN SMA juga akan dilaksanakan di beberapa sekolah menengah atas yang tersebar di Kota Manado dan Kota Tomohon. Di Kota Manado akan dipusatkan di SMAN I, SMAN 7, SMK Eben Haezer, sedangkan di Kota Tomohon berlangsung di SMU Lokon.

Perhelatan OSN sudah usai. Semua berjalan dengan lancar sesuai dengan komitmen tuan rumah. Namun alih-alih OSN 2011 menyisakan cerita pilu di kalangan para pemerhati pendidikan. Intinya, mengapa Sulut hanya memperoleh satu perunggu? Ini kan tidak sebanding dengan Jawa Tengah yang menjadi juara umum dengan perolehan 74 medali terdiri dari 21 Emas, 29 Perak dan 24 Perungu. 




Menanggapi ironi itu, secara spontan, teman saya angkat berbicara, “Seharusnya guru dan siswanya belajar ke Jawa. Minimal mencari tahu bagaimana kok bisa memperoleh medali sebanyak itu. Apa sih rahasianya? Kalau soal intelektual, di mana-mana sama saja. Pasti ada cara-cara yang tidak dibuat di Sulut.” Teman yang lain menimpalinya dengan nada pesimis, “Kalau soal fasilitas gedung dan sarana prasarana pendidikan, sudah cukup memadai.” Lalu ia menujuk Observatorium Astronomi mewah yang dibangun di SMA Lokon. Katanya, satu-satunya SMA di Asia yang memiliki kubah astronomi dengan teropong bintangnya. 

Apa yang dikatakan teman-teman itu ada benarnya juga. Sarana pendidikan dan fasilitasnya sudah memadai namun belum tentu berhasil mencetak siswa yang mampu menyabet medali di OSN. Kemudian, pembicaraan tentang minimnya Sulut memperoleh medali dalam OSN semakin hangat ketika berbicara soal kualitas guru dan sistem pendidikannya. Termasuk dibicarakan soal bagaimana memanage soal itu.

Di lain pihak, pemerintah pun sebenarnya sudah mensupport dan memotivasi kepada sekolah-sekolah dan siswa-siswinya, seperti yang dikatakan oleh Mendiknas. “Kepada para juara, tetaplah mempersiapkan diri karna Olimpiade Nasional ini bukan akhir dari segalanya. Para juara, apakah itu emas, perak atau perunggu nanti akan diseleksi kembali untuk masuk training center untuk dipersiapkan mengikuti Olimpiade tingkat internasional.” kata Mendiknas, Muhamad Nuh, sesaat sebelum pengalungan medali pada upacara penutupan OSN ke X.

Sebelum OSN digelar, pemerintah melalui Kemendiknas, menyampaikan tentang apa tujuan diadakan OSN, “sarana mengembangkan kreativitas siswa dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus sebagai sarana menumbuh-kembangkan semangat berkompetisi dan tradisi berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Bahkan Mendiknas Mohammad Nuh mengatakan, dalam kompetisi ada tiga nilai tersembunyi, yaitu nilai untuk berusaha, kejujuran dan ketaatan terhadap norma, serta kreativitas dan prestasi.


13162166261880387585


Teropong Bintang, Praktek Lomba Astronomi OSN X


"Yang menang bukan sekadar bisa, tetapi di samping mampu menjawab pertanyaan di situ ada kreativitas dan inovasi," katanya saat pembukaan. Mendiknas mengatakan, OSN menjadi penting karena bagian dari usaha untuk menumbuhkan tradisi dan budaya keilmuan, serta membangun peradaban. "Sekarang ini yang masih harus didorong lebih kuat yaitu bagaimana mencari bibit-bibit yang tersebar di seluruh negeri. Harus mulai dari pembibitan, penanaman, perawatan sampai dengan pengembangan. Dari situ tumbuh jago di bidang sain dan seni," katanya.

Barangkali pemerintah Sulut bisa belajar tentang bagaimana mempersiapkan siswa-siswinya menjelang OSN. Berikut ini cerita tersisia dari pembicaraan soal mengapa hanya perunggu yang diraih siswa-siswa Sulut dalan ajang OSN:
  1. 1. Bank Soal: agaknya sekolah belum memiliki sistem terpadu dalam masalah bank soal ini. De facto, guru-guru yang pro aktiflah yang bisa mengumpulkan berbagai macam soal-soal mapel yang dikuasainya. Ada kecenderungan masih mengumpulkan sendiri demi kepentingan pribadi guru bukan dimasukkan dalam bank soal di Sekolah .
  2. 2. Diklat Guru Mapel: agenda untuk diklat guru mapel masih kurang. Diklat seringkali diselenggarakan di Jawa atas undangan instansi di pusat. Itupun tergantung sekolah-sekolah yang diundang secara khusus. Bagaimana dengan sekolah-sekolah yang tidak dianggap khusus tapi memiliki siswa yang pandai?
  3. 3. Training Centre: diberitakan siswa-siswa OSN di Jawa sudah di tc sekurang-kurang sebulan sebelumnya. Penyelenggaraannya bekerjasama dengan berbagai perguruan tinggi . Kepedulian atau kerjasama dengan perguruan tinggi perlu dibangun untuk mempersiapkan berbagai lomba di tingkat nasional dan daerah.
  4. 4. Sesama Guru Mapel: maksudnya sesama guru saling kenal dan saling bekerjasama agar ilmu yang diajarkan kepada siswa adalah ilmu yang terus menerus di update. Sekaligus mengajak siswa-siswanya yang ikut klub sains agar terjadi interaksi ilmiah yang menguat.
  5. 5. Lomba ditingkat Daerah: selama ini penyelenggaran lomba di tingkat daerah dibuat oleh perguruan tinggi selaras dengan acara peringatan tertentu. Berharap dibuat agenda yang lebih sering untuk memicu dan memacu anak didik untuk mengembangkan ilmu yang dipelajari.

“Jer Basuki Mawa Bea” adalah pepatah Jawa Kuno yang berarti segala sesuatu kalau mau baik, membutuhkan dana. Semoga dana pendidikan, tidak menjadi kendala dalam perolehan medali di OSN. Kalau ya, maka minimnya propinsi di luar Jawa memperoleh medali di OSN, apakah karena kurangnya dana pendidikannya? Kalau sudah begini, saya hanya bertanya dalam hari, “Quo Vadis, Pendidikan Indonesia?”

19 Februari 2011

Masih Jawara di Lomba Sains di FMIPA Unsrat 2011


Manado - Jumat, 18 Februari 2011, SMA Lokon patut bangga karena siswa-siswinya menyabet juara Umum Lomba Sains se-Sulut yang diadakan oleh FMIPA Unsrat dalam rangka  Dies Natalis ke 13. Bidang studi Sain yang dimenangkan oleh SMA Lokon adalah Fisika, Biologi, Kimia dan Mathematika. Ada 187 peserta dari 12 SMA se- Sulut. Sebanyak 60 siswa berhasil masuk tahap Final.

Siswa-siswa SMA Lokon yang menjadi juara adalah
  • Fisika: Patrick Gian Tendean (Juara I); Garry Kevin Yunathan (juara II)
  • Biologi: Dirgawati Wong (Juara I), Sani Meokbun (Juara II)
  • Kimia: Christian Ari (Juara I), Reynaldi Daeng Kuma (Juara III)
  • Matematika: David Limoris (Juara I), Billy Tulungen (Juara III)
Untuk menjadi juara, menurut penuturan para peserta dari SMA Lokon, tidak mudah. Harus dipersiapkan sungguh-sungguh dengan baik. Persaingan dari sekolah lain juga perlu diwaspadai. Ini terbukti ada sekolah lain yang juga merebut juara. SMA Binsus Manado merebut juara III untuk bidang studi Fisika. SMAN I Manado merebut juara II Matematika dan juara III Biologi. SMA Kristen I Tomohon menempatkan siswanya merebut juara II bidang mata pelajaran Kimia.

Diakui bahwa masih ada siswa kelas XII atau kelas III yang ikut dan mendapat juara. Mereka ini memang wakil sekolah yang pernah menjadi wakil Sulut dalam Olympiade Sain Nasional. Perlu dipersiapkan kader-kader untuk bisa nantinya mewakili Sulut dalam bidang Sains. Apalagi tahun ini, Lomba Olympiade Sain akan diselenggarakan di SULUT, khususnya Manado. Tidak menutup kemungkinan SMA Lokon menjadi tuan rumah perhelatan Olympiade Sain Tingkat Nasional.

Selain menyabet juara, SMA Lokon bakal merebut Trophy Bergilir Rektor Unsrat dan hadiah-hadiah lainnya yang akan diserahkan pada tanggal 28 Februari pada Puncak Dies Natalis di Unsrat.