SEKOLAH LOKON ST. NIKOLAUS SD-SMP-SMA : olimpiade

Dibuka Siswa Baru SMP-SMA Lokon 2023-2024

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP-SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon TA. 2023-2024 TELAH DIBUKA

Raih Medali Perunggu Kebumian OSN 2024

Raih Perunggu Kebumian OSN 2024. Emily mendapat pujian dari Sekolah dan teman-temannya.

Siswa Lokon sabet Juara di STIBA

Juara 1 Pidato Bhs Inggris, Juara 2 Puisi Bhs Inggris dan Juara 2 Siswa Teladan Iven STIBA 2024

6 Siswa Raih Medali Perak di Ajang GYIIF 2025

Tim SMA Lokon meraih Medali Perak di ajang Global Youth Invention and Innovation Fair (GYIIF) 2025 kategori Social Science (Secondary)

Siswa Lokon Raih Banyak Prestasi

Banyak selamat atas prestasi yang diraih siswa/i SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon, atau biasa disebut Losnito selama 2 minggu ini

Tampilkan postingan dengan label olimpiade. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olimpiade. Tampilkan semua postingan

30 Maret 2019

Tim Fisika SMA Lokon, Tambah Koleksi lagi Trophy Juara

Tomohon, LOSNITO NEWS - Physic Competition 2019 yang diselenggarakan oleh Universitas Samratulangi Manado, (Jumat, 29/03/2019) memberi kebahagian tersendiri bagi Team Fisika SMA Lokon St. Nikolaus, Tomohon.

Usaha team Fisika Losnito, dibawah bimbingan Bapak Anthonius Tangketasik dan Bapak Vincentius Yudha, guru Fisika, tidak sia-sia.

Tim Fisika Losnito (Dok. Foto: FB Yudha)
Juara II dan Juara IV disabet setelah bersaing dengan tim Fisika dari sekolah SMA se-Sulut.

"Kami menurunkan tim lengkap. Beberapa siswa kelas XII masih kami libatkan meski besok Senin mereka mengikuti UNBK. Ya, sekalian pemanasan. Di samping itu, kelas XI dan X dengan ikut lomba fisika ini, menambah  jam terbangnya dalam setiap kompetisi" ucap guru pendamping.

(Foto: FB. Yudha)
"Beberapa dari Tim Fisika kelas XI dan X baru-baru ini lolos seleksi seleskai OSN Tingkat Kota dan Kabupaten, dan berhak mewakili Kota Tomohon ke tingkat Propinsi" imbuh Yudha.

28 November 2018

Siswa Lokon Sabet Perunggu Olimpiade Matematika di Bulgaria

Kepsek sambut Vaughn, Taro dan Toar dari OMI Bulgaria
Tomohon, LOSNITO NEWS - Rabu siang (26/11/2018) Marthinus Senduk, SS., M.Hum, Kepsek SMP Lokon St. Nikolaus bersama Tim Diknas Tomohon, menyambut kedatangan para siswa yang berlaga di OMI (Olimpiade Matematika International) Bulgaria 19-27 November 2018.

Vaughn Daniel Kenneth Siburian | SMP Lokon
Wajah para penjemput di Bandara Sam Ratulangi tampak sukacita karena dua siswa dari lima siswa Tomohon telah berhasil membawa pulang dua medali perunggu bidang Matematika. Dua medali perunggu, direbut atas nama Imanuel Taro Satoshi dan Vaughn Daniel Kenneth Siburian, siswa SMP Lokon.
Taro Satoshi, SMP Lokon St. Nikolaus Tomohon

"Adik-adik semuanya adalah putra-putri terbaik dari Kota Tomohon yang mewakili Indonesia untuk berlaga di OMI Bulgaria" kata Walikota Tomohon, Jimmy F. Eman, SE Ak, saat melepas lima siswa yang berlangsung di aula OFG Kakaskasen (18/11).


Kelima siswa aasal Tomohon tersebut berasal dari 3 siswa SMP Lokon, 1 siswi dari SMP Lentera, dan 1 siswa SMP Negeri 1. Mereka ini mewakili Indonesia Grup 3 Sulawesi Utara.

Taro, sepulang dari Korea, Bersalaman dengan Walikota Tomohon
"Tomohon sabet 4 perunggu. Dua siswa Lokon yang lain dari Lentera dan SMPN 1 Tomohon. Khusus untuk Taro, sebelumnya Taro menyabet medali di kejuaraan World Mathematic Invitational 2018 di Seoul, Korea Selatan" jelas Kepsek SMP Lokon.


12 Mei 2017

Tim Olympiade SMA Lokon dan SMP Lokon, Maju ke OSP

Tim OSN SMA Lokon 2017

LOSNITO NEWS - Berikut ini 15 siswa-siswi SMA Lokon yang mengikuti seleksi Olimpiade Sains Tingkat Provinsi Tahun 2017. Mereka adalah siswa setelah lolos seleksi tingkat OSK (Kota/Kabupaten) atau mewakili Kota Tomohon.

Dukungan Yayasan dan Sekolah untuk Peserta OSP
Tahun ini untuk lolos ke tingkat Nasional (OSN) para siswa harus bersaing dengan sekolah-sekolah di Sulawesi Utara.

  1. Matematika:
    1. Chang Karsten Lee Sangkay
    2. Fenny Mariska
  2. Fisika:
    1. Andranyasa Vomores Maria Rumondor
    2. Rachel Theresa Wewengkang
  3. Biologi:
    1. Gratsia Theodorin Bungkuran
    2. Florent Hastiono
  4. Astronomi
    1. Titus Gilboa
    2. Elvita Lianie Chandra
  5. Kebumian
    1. Aprilia Yulifa Thalia Thomas Karupukaro
    2. Keren Kezia Dauliu
  6. Komputer
    1. Hendrico Fernando Bolang
  7. Ekonomi:
    1. Prily Gracia Elisabeth Soetiman
    2. Monica Laurenzia Limahu
    3. Kelvin Yauri
  8. Geografi:
    1. Ferky Hardiyanto Tan




TIM OSP ke Bandung untuk Persiapan

23 Juli 2013

MOS Itu, Awal dari Pembentukan Karakter Lho!


LOSNITO - “Amuba!” teriak salah satu Panitia MOS (Masa Orientasi Sekolah) kepada para siswa baru yang sedang berbaris. Serentak para amuba merespon dengan menghentakkan kakinya tiga kali dan kemudian dengan tangannya, memberi hormat kepada Senior sambil menjawab “Siappp Kakkk!”


Suara panggilan ke amuba, berikut jawabannya itu terus berlangsung selama sepekan sejak Senin hingga Jumat (19/7). Suasana kampus sekolah SMP/SMA selama sepekan menjadi riuh seru karena penyelenggaraan MOS itu.

Ada korban? Ada bullying? Ada tindakan anarkis? Ada arogansi para senior? Pertanyaan-pertanyaan ini memang dirasakan sangat miris bagi dunia pendidikan. Tak urung, penyelenggaraan MOS menuai pro dan kontra ketika ada peserta yang meninggal dunia saat melaksanakan kegiatan itu.

Saya ingin berbagi cerita tentang bagaimana MOS dikelola dengan semangat kekeluargaan dan berkelanjutan di lingkungan sekolah berasrama.

Panitia MOS
Panitia untuk MOS Amuba (siswa baru kelas X) diserahkan ke kakak kelasnya yaitu siswa kelas XII. Atau dua angkatan di atasanya. Seperti kemarin yang menjadi Amuba adalah angkatan XII, sedangkan panitianya dari angkatan X (Excellent).
Dengan cara demikian, tercipta hubungan “kakak-adik” seperti dalam keluarga. Tak jarang dengan model ini terjalin ikatan emosional dan psikologis yang berguna ketika amuba ditempatkan di ruang tidur bersama kakak kelasnya. Oh ya setiap kamar di asrama di isi enam siswa dan setiap kamar ada tutornya (kakak kelas).

Kegiatan MOS
Karena sekolah berasrama (boarding school) maka kegiatan MOS diselenggarakan agak berbeda dengan sekolah yang tak berasrama. Saat MOS, posisi amuba sudah menghuni di asrama dan praktis dibiasakan mengikuti jadwal harian di asrama dan sekolah. Kondisi seperti ini memudahkan untuk menyusun kegiatan MOS yang tak jauh berbeda dengan MOS tahun lalu.

“Saya menekankan bahwa kegiatan MOS itu adalah awal dari proses pembentukan karakter sebagai Siswa Lokon” kata Ignas Gumansalangi, ketua Panitia MOS SMA 2013-2014 yang sekaligus Ketua OSIS.
Karakter yang dimaksud itu, tak lebih dari upaya pihak sekolah melalui panitia MOS untuk membiasakan para siswa baru dengan lingkungan baru yang nantinya akan dia huni hingga tiga tahun ke depan. Karena lingkungan “baru” nya itu lingkupnya luas dan melibatkan hampir 600 orang, maka dibutuhkan pembiasaan-pembiasaan untuk siswa baru agar tidak kaget dengan lingkungan yang dihadapi.
Budaya Menyapa
Tak usah heran, jika anda berpapasan dengan siswa Lokon, anda akan disambut dengan sapaan seperti ini, “Selama Pagi, Pak. Selamat Pagi, Bu. Selamat Pagi Kak”.  
Budaya menyapa ini menjadi awal dari sebuah komunikasi. Karena itu dibutuhkan keberanian untuk berbicara lebih dahulu. Keberanian inilah yang kemudian dikembangkan menjadi berani berbicara di hadapan umum dan menanamkan dalam diri anak sikap pro aktif dan suka bertanya (bukan sekedar bertanya).
Para tamu sekolah tak jarang merasa senang diperhatikan dengan sapaan ini oleh semua penghuni di kampus. Begitulah kami membangun sebuah budaya.

Kebiasaan Antri
Antri tak lagi dilihat sebagai kondisi giliran saja tetapi sudah menjadi budaya dimana-mana. Dalam kehidupan bersama seperti di asrama dan sekolah, siswa tak jarang harus antri karena situasi menuntutnya untuk antri. Misalnya, saat mengambil makan yang ditata denan model prasmanan, keluar dari ruang pertemuan melalui satu pintu, ujian lisan, dll.
“One line. Jalan berbaris menuju ke ruang makan” teriak salah satu Panitia MOS memberi aba-aba untuk ke dining room, karena waktu untuk snak telah tiba. Baris satu-satu (one line) menjadi salah satu cara untuk menanamkan budaya antri yang baik.

Motivasi Training
Dr. Chatief Kunjaya, Presiden IOAA (International Olympiad on Astronomy and Astrophysic) memberikan semacam motivation training di hadapan para amuba SMA/SMP di sporthall. Kehadiran Dr. Chatief Kunjaya, yang juga pemangku Obervatoirum Bosscha dan dosen ITB,  ke sekolah Lokon dalam rangka mempersiapkan Olimpiade Astronomi Asia Pasifik (APAO), 23-30 November 2013 yang akan diselenggarakan di kampus Lokon.
Para alumni (Angkatan 9) yang sedang kuliah di berbagai tempat baik di luar negeri dan Indonesia juga hadir untuk sharing pengalaman suka dukanya mengikuti kuliah.  

Outbound
Selain pengenalan berbagai fasilitas sekolah dan asrama serta operasionalnya, siswa juga diajak untuk kegiatan outbound atau aktivitas di luar kampus. Kegiatan outbound merupakan puncak dari fun-games yang diadakan sebelumnya.

Panitia MOS menganggap outbound ini merupakan kegiatan klimaks dari seluruh rangkaian acara MOS selama sepekan. Karena itu, setting acara memang dipersiapkan dengan baik tanpa meninggalkan tujuan utamanya adalah kepemimpinan, kerja sama, kekompakkan, persaudaraan, kekeluargaan, sportifitas dan rekreasi.

Siswa diajak berjalan kaki menuju ke sebuah taman luas yang bisa menampun ratusan orang. Kebetulan kami memiliki taman Kelong yang berjarak sekitar 30 menit dari sekolah. Mereka berjalan berbaris per kelompok.

Sesampainya di Kelong, panitia mengecek fisik setiappeserta. Bahkan diumumkan bagi peserta yang fisiknya kurang sehat, diharap untuk tidak ikut kegiatan dan beristirahat di tenda dalam perawatan tim medis. Kenyataannya, dari 150 siswa peserta MOS hanya ada lima yang tidak ikut berjalan kaki dan ada dua yang tidak ikut outbound dengan alasan sakit. Masalah kesehatan para peserta menjadi perhatian panitia MOS dan berada dalam monitoring tim medis sekolah.

Acara pertama adalah masing-masing kelompok menampilkan Yel-yel. Supaya tidak mononton, biasanya panitia memanggil satu peserta untuk “menghibur” para pendamping. Ini bukan bullying tetapi cara ini adalah salah satu usaha panitia mencari siswa-siswa yang berbakat dalam memimpin. Ada target setelah MOS, akan terpilih satu orang pemimpin untuk angkatannya dan ini sudah diseleksi sejak MOS dimulai.

Yang masuk dalam nominasi biasanya “digoda” dan diplonco untuk menunjukkan keberaniannya, tanggungjawab dan sportifitasnya. “Seorang pemimpin harus berwibawa di hadapan teman-temanya” lanjut Ignas.

Selain yel-yel, masing-masing kelompok menjalani permainan merayap di tanah becek, mencium bumi pertiwi, memindahkan air lumpur dari depan ke belakang. Pakaian menjadi kotor sudah merupakan bagian dari outbound.
Puncaknyanya adalah pembalasan kepada panitia atau seluruh siswa kelas XII yang berkumpul dalam satu tempat dan kemudian diserbu oleh peserta untuk dikotori dengan lumpur. Bagian ini diberi waktu hanya 8 menit saja. Tak boleh lebih. Ini bagian MOS yang paling seru dan setelah itu tak ada lagi balas dendam. Hubungan kakak adik dalam keluarga besar mengunci kegiatan MOS dalam semangat persaudaraan.

Penutupan MOS ini melihatkan para guru, pamong dan staf Yayasan. Bahkan, seluruh siswa kelas XI wajib datang karena tahun depan merekalah yang akan menjadi panitia. Diharapkan, dengan melihat penutuan MOS, mereka bisa merancang kegiatan MOS tahun depan lebih kreatif dan bermanfaat. Suasana penutupan MOS makin menarik dengan kehadiran alumni angkatan 9 (yang dulu memberi MOS buat panitia) juga hadir menyaksikan.

Kegiatan MOS ini menjadi awal untuk kegiatan lanjutan lainnya seperti LKTD, Bakti Sosial, Live-in, dan Retreat. Begitu seterusnya, sehingga MOS menjadi bagian dari program pembentukan karakter.

25 April 2013

29 Siswa SMA Lokon, Wakili Tomohon ke OSN Propinsi



 LOSNITO - Tahun 2013 ini adalah tahun sapu bersih Olimpiade Sains Tingkat kota Tomohon. Dalam sejarah OSN yang setiap tahun diikuti oleh SMA Lokon, baru kali ini jumlah terbanyak siswa Lokon mewakili Tomohon menuju ke OSN Propinsi.

Informasi ini disampaikan sendiri oleh Bp. Ferry Doringin, PhD, Kepala Sekolah SMA Lokon, beberapa waktu yang lalu melalui Facebook. "Ada 29 siswa menjadi wakil Tomohon dalam 9 bidang mata pelajaran yang dikompetisikan dalam OSN. Semoga segalanya lancar di tingkat Propinsi sehingga mewakili propinsi ke OSN Nasional" kata Kepsek SMA Lokon penuh keyakinan.


 Yang ikut lolos Olimpiade Sains tingkat Provinsi Sulaut 2013 dari SMA Lokon:

I. Matematika:
1. Reynald Bagy
2. Debora Tilaar bersama 1 dari binsus
3. Bill Latjandu
4. Friska Sulangi bersama 3 siswa lain

II. Fisika:
1. Rhesa Tendean
2. Nadya Margatjung
3. Monica Welliangan

III. Biologi:
1. Claresta Simbar
2. Eunike Karamoy
4. Priska Kromo

IV. Kimia:
1. Loise Rungkat
2. Jovian Panget
3. Benny Hung
4. Gabriella Angkow
5. Marzelino Malintoi

V. Komputer
1. Christianto Dharmawan
4. Kenny Senduk
5. Terry Apituley

VI. Astronomi :
1. Febriana Bolang
2. Reynaldy Gunawan
4. Marvey Wewengkang
4. Kezia Ilat

VII. Kebumian:
1. Aurel Senduk

VIII. Ekonomi :
2. Christo Manoppo
3. Vijay Anwar

IX. Geografi:
1. Michelle Pandean
2. Gaby Rondonuwu
4. Veren Manoppo - wah kakak juara 1 dan verren siao menyalip
5. Diana Palendeng

04 April 2013

Menggapai Prestasi Lewat OSN 2013



LOSNITO - Olimpade Sains Nasional (OSN) 2013 adalah kegiatan untuk memacu dan memicu setiap siswa SMP dan SMA untuk meningkatkan kompetisinya dalam berbagai ilmu yang dilombakan. Ada 9 matapelajaran yang dikompetisikan dalam OSN tingkat SMA.

Ke-9 Mapel itu adalah Matematika, Fisika, Astronomi, Kebumian, Biologi, Kimia, Ekonomi Komputer, Geografi. Sedangkan untuk SMP, ada 4 mapel yaitu Fisika, Matematika, Biologi dan Sosial.

Untuk OSN SMP, beberapa siswa SMP Lokon yang lolos mewakili kota Tomohon ditingkat Propinsi adalah:

  1. Fisika: Dylan Mambu
  2. Matematika: Jesen, Daniel, Christle, Gerad
  3. Biologi: Elmike, Apituley, Kroons, Febrino
  4. Sosial: Chrismercy
Siswa-siswa SMA yang mengikuti seleksi OSN tingkat kota Tomohon adalah:
  1. Matematika: Debora Ciusuwarni Tilaar, Florencia MI Mogi, Regina F Sulangi, Reynald Gerald Bagi, Darien Bill Latjandu
  2. Fisika: Nadya Angela Margatjung, Rhesa Edrick Tendean, Monica Weilangan
  3. Astronomi: Reynaldi Arvin Goenawan, Marvey Aridio Wewengkang, Febriana MC Bolang, Kezia Sarah Ilat.
  4. Kebumian: Aurelia Teresa Senduk, Berliando Silas.
  5. Biologi: Claresta Indah Simbar, Eunike Marlieta Karamoy, Christian BS Kombong, Priska Christina Kromo, Saint William Moningka, Windy Montolalu.
  6. Kimia: Ardinas Anggoro Pandyanargo, Benny Gunawan Hung, Gabriella Patricia Angkow, Louise Mariane Rungkat, Marzelino GG Malintoi, Jovan Ignatius Panget
  7. Ekonomi: Michelle Julita Bambi, Christo Jordan Manoppo, Clarissa Patrisia Loho, Omega Angela Poluan, Vijadhamo Anwar, Marco Gregorius Suitela
  8. Komputer: Terry Alfreda P Apituley, Kenny Renate Senduk, Christianto Wibisiono Dharmawan
  9. Geografi: Diana Teresa Palendeng, Verren BM Manoppo, Michelle Gabriella Pandean, Billy Marcelino Wongkar, Teresa Adelina SE Senduk.
Selamat bertanding. Semoga Tuhan memberkati!

Sumber tulisan : ST/121/116/SMALOKON/0/2013


29 September 2012

LOSNITO EDU-EXHIBITION 2012


TOMOHON by Losnito - LOSNITO EDU-EXHIBITION 2012 adalah program tahunan yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Lokon dalam rangka memfasilitasi orang tua/wali siswa, siswa sendiri serta masyarakat untuk mempersiapkan diri dan menambah wawasan yang lebih luas tentang pendidikan.

Kadis Diknas Propinsi Sulut, dalam sebuah seminar pendidikan, menegaskan bahwa "Pendidikan adalah investasi masa depan bangsa". Oleh karena itu,pilihlah sekolah yang berkualitas dan mencerdaskan insan bangsa dengan baik.

Menjawab tantangan itu, Yayasan Pendidikan Lokon mengadakan berbagai kegiatan yang bertajuk LOSNITO EDU-EXHIBITION 2012.

Tanggal : Jumat 12 - Sabtu 13 Oktober 2012
Pukul : 08.00 wita - selesai
Tempat : di Kampus SMP-SMA Lokon, Tomohon.

Pameran Universitas dan Konsultasi Pendidikan menjadi fokus utama agar para pengunjung makin terbuka wawasannya tentang pentingnya pendidikan berkelanjutan bagi siswa. Perguruan Tinggi yang sudah konfirmasi akan datang dan bersedia memberikan bimbingan studi lajut bagi siswa antara lain dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Manado.

Sedangkan perguruan tinggi dari manca negara akan diwakili oleh biro-biro konsultasi yang menjadi agennya di Indonesia.

Betapa pentingnya pendidikan juga akan terlihat dari penjaringan siswa-siswi berprestasi muali dari SD, SMP dan SMA melalui berbagai lomba yang diadakan.

Lomba-lomba yang berhadiah jutaan dan bea siswa pendidikan dari YPL itu meliputi:
  1. Lomba Mapel Tingkat SD,
  2. Lomba Mapel Tingkat SMP, SMA/SMK.
  3. lomba fotografi tingkat SMP, SMA/SMK
  4. lomba Paduan Suara Tingkat SMA/K
  5. Lomba Modern Danca Tingkat SMA/SMK.

Teknis Pelaksanaan Lomba Tingkat SD:
  • mata pelajaran yang dilombakan MATEMATIKA dan IPA
  • materi kurikulum Nasional dan OLIMPIADE
  • bentuk soal: pilihan ganda, essay dan berhitung cepat untuk MATEMATIKA
  • setiap sekolah maksimal mengirimkan 2 siswa untuk tiap Mapel yang dilombakan dan 1 guru pendamping
  • bebas biaya pendaftaran

Teknis Lomba Tingkat SMP
  • jenis fotografi yang dilombakan PHOTO JOURNALISM (liputan Kegiatan) selama berlangsungnya LOSNITO EDEU-EXHIBITION 2012. Setiap peserta maksimal mengirim 3 Foto ukuran 10 R paling lambat diterima Panitia 20 Oktober 2012.
  • lomba DANCE COMPETITION, 4-12 personil, durasi 3-5 menit
  • lomba Mapel: MATEMATIKA, FISIKA dan BAHASA INGGRIS
  • lomba Paduan Suara, minimal 25 peserta, membawakan 2 lagu bebas

Selain memberikan apresiasi berupa UANG TUNAI dan BEA SISWA PENDIDIKAN bagi para juara, peserta juga mendapat ganti uang transport sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Untuk selengkapnya silahkan menghubungi panitia.


CONTACT PERSON:
Windy Wenas - 081340232233
Ardiansyah - 085242654252
George Senduk - 082195356207

Goan Worung - 085298045250 (paduan suara & dance competition)
Tri Lokon - 08156201198 (fotografi)

08 September 2012

OSN XI Jakarta 2012, SMA Lokon Sabet 3 Perunggu

TOMOHON by Losnito - Raih 4 Perunggu 1 Perak Di OSN XI, Kualitas Pendidikan Sulut Terangkat Sambil masing-masing memegang medali dan senyum ceria yang terpancar dari wajah mereka, ke empat siswa SMA utusan dari Propinsi Sulut tampak bahagia setelah diumumkan meraih medali perunggu di bidang Fisika, Astronomi, Kimia dan Ekonomi dalam ajang OSN XI yang diselenggarakan di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta tadi malam (7/9).

Keberhasilan mereka meraih perunggu dalam ajang OSN XI kali ini menjadi catatan sejarah bagi dunia pendidikan di Indonesia Timur, khususnya di Sulut. Tak hanya itu, Sulut juga membawa pulang medali perak Matematika untuk SD. Dengan tambahan medali ini, Sulut menorehkan prestasi di ajang OSN XI Jakarta dengan 1 medali perak dan 4 perunggu.

“Baru sekarang, kita mendapat 3 medali sekaligus. Biasanya, hanya dapat satu saja bahkan kadang tidak sama sekali.” tulis Agnito, guru pendamping OSN 6 siswa utusan Sulut dari SMA Lokon St. Nikolaus di status FB-nya tadi malam setelah diumumkan para peraih medali OSN. Apa yang ditullis oleh Agnito itu, yang diharapkan dibaca oleh para pemerhati pendidikan dan penyelenggara pendidikan di Sulut.

Para peraih medali perunggu OSN XI tingkat SMA dari kontingen Propinsi Sulawesi Utara adalah Louis Putra Pandy (Kimia), Wiken Lengkong (Astronomi), Rhesa Tendean (Fisika), Igbal Taher (Ekonomi). Kecuali Igbal Taher yang berasal dari SMA Binsus Manado, ke tiga siswa lain peraih medali perunggu itu berasal dari SMA Lokon St. Nikolaus.
Louis Putra Pandi (Kimia), Bp. Fery Doringin, PhD (Kepsek SMA Lokon), Wiken Lengkong (Astronomi), Bp. Anton Tangketasik (Guru Fisika) dan Rhesa Tendean (Fisika) - photo by Agnito Moningka

Prestasi mereka di ajang OSN tahun ini selain mengukir sejarah baru di dunia pendidikan Sulut, juga menjadi barometer kualitas pendidikan di Indonesia Timur yang selama ini tenggelam oleh sekolah-sekolah yang berada di Indonesia bagian Barat, khususnya Jawa. Sejak OSN dimulai pada tahun 2002 hingga sekarang, juara umum selalu diraih oleh kontingen dari Jawa, seperti Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Ini menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan di Jawa lebih maju daripada di luar pulau Jawa.

 “Membentuk generasi emas yang inovatif, berbudaya dan berdaya saing” ditetapkan menjadi tema OSN kali ini. Bahkan ketika pawai pendidikan tanggal 2 Mei 2012 di Tomohon, saya melihat banyak peserta membawa banner bertuliskan tema itu. Keseriusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam mendongkrak kualitas pendidikan di Indonesia dibuktikan dengan mengadakan pembinaan berkelanjutan.

"Ya, kami melakukan pembinaan berkesinambungan untuk para juara OSN. Selain dikirim ke level internasional mereka juga mendapat kesempatan masuk PTN tanpa tes," kata Totok Suprayitno, Dirjen Kemendikbud, seperti yang ditulis dalam Kompas.com baru-baru ini. Perguruan Tinggi yang sudah bersedia menampung “pembinaan berkelanjutan” itu adalah UI, ITB, IPB, ITS dan UGM. “Kenyataannya program itu terkendali bukan dari pemerintah tetapi dari siswa sendiri. Ada yang meraih emas bidang matematika tetapi yang bersangkutan justru memilih jurusan biologi. Kami berharap agar siswa tetap konsisten pada bidang mata pelajaran yang disukai” ungkap Muhammad Nuh, Menteri Dikbud RI menjelaskan soal pembinaan itu sebagai bentuk penghargaan bagi para peraih medali emas OSN.

Meski ada perhatian dan penghargaan dari pemerintah, beberapa siswa yang ikut OSN menceritakan bahwa perjuangan untuk lolos di tingkat Nasional tak mudah. Dibutuhkan ketekunan, keuletan, semangat tinggi dan doa untuk bisa lolos ke tingkat Nasional meski diakui bahwa untuk meraih medali masih tergantung dari para juri dan Tuhan sendiri. Mereka juga bersyukur karena sekolah dan para guru pendamping juga andil dalam pembinaan dan pendampingan mereka melalui klub-klub sains setelah pulang sekolah di sore hari.

Wiken dan Michael, Louis Pandi, Rhesa Tendean - photo by Aginito

Kontribusi foto oleh Agnito Moningka, Wakasek TI Pembelajaran SMA Lokon
Tulisan ini dimuat di Kompasiana, silahkan klik di sini.

13 Maret 2012

Prestasi Alumni SMA Lokon, Christian Emor WoPhO ke-1

Adik-adik kelas Emor Wakil Propinsi Sulut di OSN 2011


Prestasi Alumni SMA Lokon, Christian Emor masih berlanjut meskipun sudah lulus dari SMA Lokon, Tomohon. Emor, demkian panggilan akabnya, pernah mengatakan secara pribadi, bahwa prestasi yang selama ini diraih baik Nasional maupun International, merupakan kerja keras dan ketekunannya dalam belajar Ilmu Fisika. Semangat belajar Emor ini merupakan ekspresi imannya yang ingin beruat sebaik-baiknya karena Tuhan telah memberinya talenta melalui ke dua orang tuanya.


Berikut cupikan berita dari Berita Kawanua.

Dua putra terbaik Indonesia berhasil mempersembahkan emas dalam ajang olimpiade fisika tingkat dunia atau World Physics Olympiad (WoPhO) ke-1, yang diselanggarakan di Lombok, Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 28  Desember 2011 – 2 Januari 2012.

Mereka adalah Christian George Emor dari Manado Sulawesi Utara, yang adalah juga alumni SMA St Nikolaus, Lokon, Tomohon Sulut dan Evan Laksono, dari  SMA Kristen IPEKA, Tomang, Jakarta.

Bersama evan dan Christian, 8 peserta dari negara lain juga berhasil meraih emas, yaitu Atila Zsabo (Hongaria), Eugene Hruska (Jerman), Danila Parinov (Rusia), Lin Sen (Singapura), Ants Remm (Estonia), Jan Pulmann (Slovakia), Lev Arsamavksy (Rusia), dan Kexin Yi (China).

Christian yang saat ini menjadi mahasiswa di National University of Singapore adalah juga pemenang medali emas di ajang olimpiade fisika internasional atau International Physics Olympiad (IPhO) ke-41 di Kroasia pada 2010 lalu. Samahalnya Evan, juga pernah meraih emas di ajang olimpiade fisika tingkat Asia atau Asian Physics Olympiad (APhO) ke-12 di Tel Aviv, Israel pada Mei 2011 lalu.

Selain Christian dan Evan, dua pelajar Indonesia lain berhasil meraih medali perak, yaitu Samuel Wiradjaya dan Limiardi Eka Sancerio. Dua-duanya dari SMA Kristen Penabur Bumi Serpong Damai, Tangerang.

Sedangkan enam pelajar Indonesia lain berhasil meraih perunggu. Mereka adalah Michael Himawan (SMA Kristen BPK Penabur I, Jakarta), Aryani Paramitha (SMAK BPK Penabur 3, BSD – Tangerang), Indika Fauzhan Warsito (SMA Negeri Unggulan MH. Thamrin, Jakarta), Radhian Farel Armansyah (SMA Negeri Unggulan MH Thamrin, Jakarta), Albert Datui (SMAK BPK Penabur, BSD-Tangerang), dan Radytia Weda Bemantara.

President WoPho, Harry Kwee mengatakan, peserta WoPhO yang datang dari 15 negara kali ini adalah para peraih medali emas dan perak Asian Physics  Olympiad, Para peraih emas dan perak International Physics Olympiad,

Mahasiswa tingkat pertama dari universitas terkenal di dunia seperti Harvard, MIT, pemenang selection round WOPhO, peserta tamu yang merupakan  wakil negara, dan peserta tamu tuan rumah dari Indonesia.

"Jadi ini memang kita ingin mencari siapa pemenang sesungguhnya. Maka pemenang-pemenang sebelumnya, di ajang APhO dan IPhO kita undang untuk bertarung dengan  anak-anak yang lain. Tingkat kesulitan soal pun sangat tinggi karena soal yang dikerjakan adalah soal-soal hasil seleksi dari ahli-ahli fisika di dunia. Tidak seperti ajang IpHo dan APhO di mana soal dibuat oleh negara tuan rumah," ungkap Harry saat ditemui di sela-sela malam pengumuman  pemenang WoPhO, di Lombok, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (2/1/2012).

WoPhO merupakan ajang lomba fisika tingkat dunia yang dipelopori para ilmuwan Indonesia yang tergabung dalam Surya Institute, sebuah  lembaga yang didirikan oleh master Fisika dunia, Prof Yohanes Surya. (mi/bk-)