Dibuka Siswa Baru SMP-SMA Lokon 2023-2024
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP-SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon TA. 2023-2024 TELAH DIBUKA
Raih Medali Perunggu Kebumian OSN 2024
Raih Perunggu Kebumian OSN 2024. Emily mendapat pujian dari Sekolah dan teman-temannya.
Siswa Lokon sabet Juara di STIBA
Juara 1 Pidato Bhs Inggris, Juara 2 Puisi Bhs Inggris dan Juara 2 Siswa Teladan Iven STIBA 2024
6 Siswa Raih Medali Perak di Ajang GYIIF 2025
Tim SMA Lokon meraih Medali Perak di ajang Global Youth Invention and Innovation Fair (GYIIF) 2025 kategori Social Science (Secondary)
Siswa Lokon Raih Banyak Prestasi
Banyak selamat atas prestasi yang diraih siswa/i SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon, atau biasa disebut Losnito selama 2 minggu ini
16 Mei 2014
Akreditasi SMA Lokon
Rabu pagi langit tampak cerah. Di lobby seperangkat alat musik bambu telah terpasang menghadap pintu masuk lobby SMA. Ada apa ya pagi ini? Lalu penulis bertanya kepada salah satu rekan guru yang sedang berdiri mengawasi para siswa pemain kolintang.
"Hari ini sekolah akan diakreditasi oleh BAN (Badan Akreditasi Nasional) dan para asesor sebentar lagi akan adatang" jawab pak Agnito, wakasek pengembang teknologi dan inovasi pembelajaran yang tampak sibuk ke sana ke mari.
Penulis lega dapan info itu. Karenanya penulis ikut menunggu kedatangan para tamu yang katanya mereka datang dari berbagai wilayah Indonesia Timur.
Pukul 07.30 rombongan asesor BAN datang, grup kolintang Losnito menyambut para tamu dengan lagu berjudul "Sumikola" (akan pergi ke srkolah) dan "Saule dari Ambon" dengan lincahnya. Para tamu berhenti sejenak di lobby menikmati penampilan kolintang Losnito. Tepuk tangan terdengar begitu kolintang berhenti menuntaskan lagu.
Sambutan demi sambutan berlangsung di lobby. Ucapan terima kasih dari Kepsek Max Imbang kepada asesor menjadi sambutan resmi pihak sekolah. Kemudian Kepsek mengajak para tamu untuk "sight seeing" kampus Losnito di plaza sambil memberikan informasi tentang ruang kelas, laboratorium, observatori, perpustakaan dan jumlah siswa. Saat ini kelas XII setelah Ujian Nasional, mereka tidak berada di asrama dan diberi kesempatan untuk mempersiapkan pendaftaran studi lanjut ke perguruan tinggi.
Pertemuan teknis dengan asesor dilaksanakan di ruang lobby lantai atas. Selanjutnya para asesor melaksanakan akreditasi yang terbagi dalama bagian pengelolaan, administrasi, dan sarpras.
"Mereka bertanya sangat detil, termasuk kapasitas seorang guru dan tenaga kependidikan. Bukti-bukti sertfikat pun tak luput ditanyakan. Sebagai contoh, pustakawan perlu mengikuti pelatihan untuk menunjukkan kapasitasnya" ujar Ipet.
"Tapi SMA Lokon mendapat penilaian baik. Bahkan yang dulu dinilai B karena bisa menunjukkan bukti-bukti akhirnya mendapat penilaian A dari asesor" lanjut Wakasek Adminitrasi dan Umum.
Para tamu berkeliling kampus hingga masuk ke asrama dan sporthall. Secara umum fasilitas sekolah dianggap lebih dari cukup.
07 Mei 2014
Dahlan Iskan: Siswa Harus Pintar Tapi Berkarakter
| Dahlan Iskan Akrab Dengan Siswa |
Tomohon, LOSNITO Campus -Siapa yang tidak kenal Dahlan Iskan? Pria kelahiran Magetan Jawa Timur 62 tahun ini namanya makin melejit seiring dengan keikutsertaannya dalam konvensi Capres Partai berlambang tiga berlian. Lembaga survei pun ikut andil memposisikan Dahlan Iskan di nomor atas elektabiltas Capres.
Di sekolah, Ronald, ketua umum YPL dan Kepala Sekolah
memberikan sambutan sebelum Pak Dahlan menyampaikan ceramah umum “Etos Kerja
Pendidikan dengan tema Kerja, Kerja dan Kerja".
Tiba saatnya, Pak Dahlan Iskan berdiri sambil memegang
mikropon untuk ceramah umum, yaitu memberikan kesaksian hidup tentang hidup
yang berhasil. Terlebih dahulu, memuji sekolah yang ramah lingkungan dan
sekolah berasrama yang siswanya berasal dari 16 propinsi di Indonesia.
Lalu, dengan suara tegas Dahlan Iskan bertanya kepada para
siswa, "Mengapa anda perlu bersekolah di sekolah yang mutunya bagus?"
Hadirin terdiam sejenak. "Yang angkat tangan akan mendapat bonus"
lanjutnya.
Dua orang siswa maju ke depan. Reynald Baggi siswa kelas XI IPA asal Kotamobagu, menjawab bahwa
saya ingin mendapatkan pendidikan yang bagus dan pengalaman-pengalaman lebih
dari pendidikan yang menjaga kualitas. Sedangkan siswi SMP, Natalia asal Bitung,
beralasan ingin menjadi orang yang berguna dan sukses di masa depan.
Lalu Pak Dahlan Iskan menanggapi jawaban dua siswa itu. “Sepuluh tahun lagi
Indonesia akan menjadi negara terbesar ke enam di dunia. Sepuluh tahun ke
depan, anda umurnya berapa?” Baggy menjawab, 27 tahun dan Natalia menjawab, 23 tahun. “Coba bayangkan dan rasakan pada usia 27 dan
23 itu, Indonesia adalah negara terbesar ke 6 di dunia” pinta Dahlan Iskan
kepada dua siswa itu.
“Pada usia 23 tahun, saya belum bisa beli sepatu baru. Usia
27 tahun, saya kawin dengan seorang guru SD berasal asal Samarinda. Istri saya,
kalau mengajar harus menempuh perjalanan dua hari dua malam menyusuri Sungai
Mahakam. Saat itu, kami kontrak rumah di pinggir sungai. Di dalam rumah, ada
lubang. Kalau pasang kami mandi tanpa menimba. Kalau surut, kami harus menimba
air. Itulah kondisi kami saat usia 27 tahun” cerita Dahlan Iskan ketika masih
tinggal di Samarinda.
| Gaya Ceramah Dahlan Iskan Di hadapan Civitas Academica Losnito |
Jadi, alangkah sangat bedanya suasana saat saya dan anda
pada usia 27 tahun. Untung anda sekolah di sekolah yang baik. Mencari anak
pintar itu, mudah. Sekarang sekolah yang berkualitas juga banyak. Yang
dibutuhkan sekarang ini adalah anak yang pintar tapi berkarakter yaitu punya
kepribadian kuat dan cocok untuk hidup di negara yang nantinya sudah maju.
Pengalaman berasrama, mendapatkan Bapak/Ibu asuh, dengan disiplin dan tata
tertib yang memadai dalam belajar dan hidup bersama, sangatlah menguntungkan buat
anda khususnya ketika menghadapi Indonesia menjadi negara terbesar ke enam di
dunia.
Billy Wongkar, Ketua
OSIS,bertanya “ Apa bedanya sukses dari bawah dan sukses karena keluarganya
sudah sukses? Mendengar pertanyaan Billy, Pak Dahlan geleng-geleng kepala dan
tidak mengira mendapat pertanyaan sulit seperti ini dari seorang anak SMA.
Karena sulit, lalu pak Ronald diminta untuk menjawab. Pak
Ronald menjawab dengan cerita tentang nyamuk dan lalat di rumah orang kaya. Di
Kebayoran baru, selokan yang menjadi sumber nyamuk dan lalat sudah ditutup.
Tapi, tetap saja bau comberan itu tercium siapa saja. Bahkan, nyamuk menggigit
siapa saja tak peduli kaya miskin hingga sakit.
Makna cerita ini adalah satu kebersihan yang baik tidak
cukup dengan membersihkan rumah. Satu kebersihan rumah tidak cukup dengan
membersihkan badan. Jadi, pendidikan karakter mengajarkan agar setiap orang
yang berhasil atau sukses , harus punya peduli terhadap lingkungan yang bersih
dan dan peduli kepada orang miskin.
Sedangkan pak Dahlan bercerita tentang anaknya Azrul Ananda yang
sudah kerja keras hingga berhasil, tapi yang dapat nama bapaknya. Itulah resiko
anak yang bapaknya sukses. Tapi kalau anaknya tidak sukses yang susah bapaknya
karena anaknya yang menghancurkan bapaknya. Yang penting, orang harus bisa sukses baik dari atas, atau
dari bawah, kunci Pak Dahlan.
Selanjutnya Andre,
siswa kelas XI, asal Tomohon, bertanya, “Mengapa mata pelajaran di sekolah
banyak, padahal pelajaran itu nantinya tak semua ada gunanya bagi masa depan.
Hanya untuk mencari nilai saja supaya naik kelas atau lulus”.
“Sewaktu saya sekolah, jumlah mata pelajaran ada 27. Semua
dipelajari dan ada nilainya. Ini beda di
Amerika. Di sana, mata pelajarannya sedikit tapi mendalam. Untuk apa belajar
itu itu yang tak ada artinya bagi kehidupan" kenang Pak Dahlan saat
sekolah dulu.
"Kurikulum 2013 sudah menyederhanakan beban banyaknya
mata pelajaran. Dan kurikulum 2013 sudah merumuskan kegelisahan anak didik
tentang banyaknya mata pelajaran yang harus dipelajari. Sementara pendidikan
karakter terabaikan” ujar Pak Dahlan mengapresiasi Kurikulum 2013.
| Marching Band: Antar Dahlan Iskan ke Sporthall |
“Sayang sekali, belum semua sekolah menjalankan kurikulum
2013. Yang saya tahu, guru-gurunya memang tidak siap dan disiapkan untuk itu. Para guru
sudah terbiasa menggunakan cara-cara pembelajaran seperti kurikulum dulu” keluh
Pak Dahlan. Tampak hadirin sejenak hening dan berharap apa solusi Pak Dahlan
soal banyaknya mata pelajaran.
"Menjadi guru sekarang
dan yang akan datang, akan lebih sulit karena guru wajib menjiwai dan tahu
secara persis kondisi kejiwaan setiap siswa. Guru tidak lagi menilai
perkembangan belajar siswa dengan angka-angka seperti yang ada di rapot. Tetapi
guru akan memberikan nilai dengan kalimat yang menjelaskan sejauh mana anak
didik sudah menguasai pelajaran" tegas pak Dahlan.
“Ingat anda harus
bersekolah untuk pintar tapi memiliki karakter yang kuat. Dan jangan lupa
sepuluh tahun mendatang anda menghadapi Indonesia menjadi negara maju ke 6 di
dunia” nasehat Dahlan Iskan sebelum mengakhiri ceramahnya tentang Etos
Pendidikan di jaman ini.
Dahlan Iskan Dicecar Siswa Soal Freeport
| Billy Wongkar, Ketua OSIS, menyerahkan Cendera Mata ke Bp. Dahlan Iskan |
Sabtu pagi (3/5), pukul 09. 45 wita sebuah mobil Alphard putih memasuki
pintu gerbang kampus dan berhenti tak jauh dari Lobby sekolah. Pintu mobil
segera terbuka. Dari pintu sopir, keluarlah lelaki paruh baya mengenakan baju
putih, bercelana gelap dan bersepatu olah raga.Ternyata Dahlan Iskan menyopir
sendiri Alphard menuju ke Lokon.
Setelah turun dari mobilnya, lelaki berkacamata itu langsung menyalami
dua siswa penerima tamu. Yang pertama kali disalami adalah siswa bernama Jeremy
yang baru saja dinobatkan sebagai Putra Tomohon 2014 dan Ayleen, siswi Lokon
yang menyandang Wakil Putri Tomohon 2014.
Selanjutnya, lelaki paruh baya yang bergerak energik itu, menyodorkan
tangannya dan bersalaman siapa saja yang ia jumpai sebelum disambut oleh Kepsek
Lokon, Bp. Max Imbang.Dahlan Iskan, Ronald Korompis, Kepsek, Kapolres Tomohon,
didampingi Ibu Nafsiah Sabri (istri Dahlan Iskan), Mary Wewengkang (Istri
Ronald K) berjalan kaki menuju ke tempat pertemuan.
| MB Losnito: Antar Rombongan Dahlan Iskan, Menteri BUMN ke Sporthall |
Sementara itu, marching band Losnito memainkan alat musiknya untuk
mengantar rombongan Dahlan Iskan berjalan kaki menuju ke sporthall.
Dahlan Iskan memberikan ceramah umum di hadapan sekitar 600 hadirin
yang terdiri para siswa SMP-SMA Lokon, para guru, karyawan dan pimpinan
Yayasan, dengan model tanya jawab.
"Saya tidak akan memberikan ceramah seperti kuliah umum. Tapi,
silahkan anda bertanya apa saja kepada saya" kilah Dahlan.
Empat siswa SMA maju ke depan mendekati tempat pembicara berdiri. Dari
ke empat siswa, dua di antaranya adalah siswa Papua yang berasal dari Nabire
dan Timika. Mereka inilah yang mencecar Menteri BUMN dengan
pertanyaan-pertanyaan soal keberadaan PT. Freeport di tanah Papua.
Aholiab Mote, Siswa asal Nabire, Papua
Sebelum bertanya, Aholiab Mote, siswa kelas XI IPA Lokon asal Nabire
mengutarakan pandangannya bahwa sejak 1969, Freeport telah melakukan
pertambangan di tanah Papua. Namun setelah 44 tahun, hanya sekitar satu persen
dari hasil tambang Freeport, yang diserahkan ke pemerintah Indonesia dan
masyarakat pemilik tanah adat.
"Karena itu, saya ingin bertanya, jika kelak bapak terpilih
menjadi presiden RI, apa yang bapak lakukan dengan pembagian hasil bagi
masyarakat Papua?" tanya Aholiab Madubi Mote.
"Ini memang menjadi masalah besar. Anda memang betul. Sejak jaman
pak Harto, pemerintah Indonesia terikat dengan kontrak. Dan kontrak itu harus
dipegang. Kalau dilanggar, kita akan dikucilkan oleh dunia. Tapi kita juga
tidak mau seperti itu terus" lanjut pak Menteri.
Kemudian dijelaskan oleh Dahlan Iskan bahwa untuk mengatasi masalah
itu, bersama-sama menteri perdagangan, keuangan, perindustrian, dan
pertambangan setahun yang lalu, berlaku 1 Januari sudah mengambil keputusan
untuk melarang perusahaan untuk mengekspor bahan material mentah. Melarang
ekspor tanah dan air Indonesia, termasuk Papua. Akibatnya sampai sekarang
perusahaan itu marah besar terhadap kita. Indonesia minta supaya Freeport
membangun pabrik pengolahan tambang di Indonesia dengan tenaga kerjanya orang
Indonesia. Dan ini, nilai tambahnya akan besar.
"Sepanjang saya masih menjadi menteri, saya tidak akan mundur
terhadap tekanan terhadap larangan itu, kecuali pemerintah yang baru nanti
mengganti dengan peraturan baru" tegas Dahlan Iskan.
Maria Getrulda Betteyop, siswi Matrikulasi asal Kamoro, Timika
Pertanyaan Maria Getrulda Betteyop siswi Matrikulasi asal Timika
berikutnya ada dua hal. Yang pertama, mengapa di tempat asalnya Kamoro, Timika
hingga kini kurang listrik dan kurang guru sehingga kami tidak bisa belajar
dengan baik seperti di sekolah ini, karena tak ada lampu dan guru yang
mengajar.
Yang kedua, sebagai Menteri BUMN apa yang dilakukan bapak untuk tanah
Papua agar kami merasakan sejahtera?
"Saya sudah menjelajah semua tempat di Papua tiga tahun lalu. Dan
setahun lalu saya sudah mencanangkan untuk pembangkit tenaga listrik di Timika,
tapi mendapat kendala karena tanahnya sengketa. Tapi sekarang sudah beres.
Setahun lagi sudah akan dibangun. Di sungai Wamena, juga akan dibangun
pembangkit tenaga listrik yang sangat besar. Kapasitasnya bisa mengaliri
listrik untuk 6 kabupaten. Semoga pembangunan ini segera selesai dan cepat
beroperasi" janji Dahlan Iskan kepada siswa Papua. Sontak, janji Dahlan
iskan disambut tepuk tangan meriah oleh hadirin.
"Soal kekurangan guru, saya hanya berharap semoga anda cepat
selesai sekolahnya dan pulang kampung jadi guru. Mau pulang kampung atau kawin
dengan orang Manado?" Dahlan balas tanya pada siswi asal Timika.
| Suasana Ceramah Umum Dahlan Iskan |
Yang ditanya hanya tertawa sambil mengatakan bahwa ia akan pulang
kampung. Sementara hadirin tampak begitu senang dengan jawaban-jawaban Dahlan
Iskan yang menjanjikan perbaikan-perbaikan infrastruktur demi majunya
masyarakat Papua.
Kemudian Dahlan Iskan menutup ceramah di hadapan 600 hadirin dengan
mengajak berjoget ala Chicken Dance. Semua hadirin ikut
gerakan ritmis joget pak Dahlan Iskan yang didampingi istrinya Nafsiah Sabri.
Tak terasa dua jam lebih sudah berlalu. Ini mungkin karena model
ceramahnya, menggunakan model tanya jawab sehingga tak sempat membuat mengantuk
hadirin seperti ceramah-ceramah yang sering terjadi.
Selamat jalan Pak Dahlan Iskan, semoga berhasil menjadi presiden RI,
yang peduli terhadap tanah air dan kesejahteraan rakyat, khususnya msyarakat
adat Papua.
26 April 2014
20 Siswa SMA Lokon Tembus OSN Propinsi
Tomohon, LOSNITO Campus - Berita gembira baru saja diterima SMA Lokon (25/4) dari DR. Juliana Karwur, MSi, Kadis Diknas Kota Tomohon, yang mengabarkan bahwa 20 siswa SMA Lokon lolos OSN tingkat Propinsi.
"Jumlah siswa yang lolos OSN tingkat Propinsi ada 27 siswa. Dari jumlah itu, 20 siswa berasal dari SMA Lokon St. Nikolaus, Tomohon" ujar DR. Max M. Imbang siang ini di kantor BPH.
Berikut ini, 20 siswa Lokon itu yang lolos mewakili OSN ke tingkat Propinsi :
Matematika:
Astronomi"Jumlah siswa yang lolos OSN tingkat Propinsi ada 27 siswa. Dari jumlah itu, 20 siswa berasal dari SMA Lokon St. Nikolaus, Tomohon" ujar DR. Max M. Imbang siang ini di kantor BPH.
Berikut ini, 20 siswa Lokon itu yang lolos mewakili OSN ke tingkat Propinsi :
Matematika:
- Raynald Gerald Bagy
- Darien Bill Latjardu
- Waraney Lasut S. Roeroe
- Monica Welliangan
- Timothy Ngantung
- Fransisca Wongkar
- Priska Ch Kromo
- SMA Kristen 1
- Kevin G Senduk
- Marzelino Malintow
- Elroy C Karundeng
- Jonathan Tandaju
- Christianto Darmawan
- SMA Negeri 1
- Rosario A. Bagaskara
- Febriana Bolang
- Cheko S Paat
- Johanes P Polii
- Kezia NG Langie
- Marvey Wewengkang
- Maria Undap
- Billy Wongkar
- Aurelia Kambey
- SMA Seminari
- SMA Negeri 1
- SMA Seminari
- Isabela Pangemanan
Siswa Lokon Raih Putra Tomohon dan Runner Up Putri Tomohon 2014
![]() |
| Jeremy Sabet Putra Tomohon 2014 (sumber foto: beritamanado.com) |
Tomohon, LOSNITO Campus - Malam tadi (25/4) dilaksanakan Grand Final Putra-putri Tomohon 2014 di Auditorium Bukit Inspirasi. Pemkot Tomohon, melalui Dinas Pariwisata, setiap tahun menyelenggarakan seleksi dan pemilihan Putra-Putri Tomohon (PPT) yang diambil dari wakil-wakil SMA dan SKPD di Tomohon.
Kegiatan PPT dimulai sejak tanggal 11 hingga gran final 25 April 2014. Banyak materi yang diberikan kepada 42 peserta cowok-cewek. "Hospitality, Kepribadian, Kepemimpinan, Kedisiplinan, Inner Beauty, Intelelegensia dan lainnya menjadi materi yang dinilai oleh dewan juri" cerita Grace Nelwan, eks Noni Sulut yang ikut mendampingi para peserta, khususnya materi public speaking.
| Jeremy (Putra Tomohon 2014) dan Ayleen (Wakil Putri Tomohon 2014) |
Untuk ikut PPT tahun 2014, SMA Lokon mengutus siswa kelas XI yaitu Jeremy Samatara Laos dan Ayleen Senduk.
Tadi malam diumumkan para pemenang PPT 2014 dan hasilnya, sebagai Putra Tomohon 2014 diraih oleh Jeremy Samatara Laos. Untuk Putri Tomohon diraih oleh Thessalonika Bremen dari wakil Bappeda Tomohon.
Sementara itu, siswa putri Lokon Ayleen Senduk merebut Wakil Putri (runner up) Tomohon 2014. Dari 42 peserta dipilih 26 peserta untuk mendapat penghargaan dalam berbagai kategori seperti Juara 1, Wakil Juara, Harapan 1 dan 2, Favorit, Fotogenik, Persahabatan, Kebudayaan, dan Intelegensia.
Selamat buat dua siswa SMA Lokon yang meraih prestasi tersebut.
26 Maret 2014
SMAN Bali Mandara Studi Banding di Lokon
Tomohon, LOSNITO Campus - Selasa (25/3), SMP-SMA Lokon menerima kunjungan studi banding dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Provinsi Bali.
Mereka adalah Bapak: 1. Wy. Serinah.S.Sos,M Si,(Ses Disdikpora.prov Bali,2. Drs.Wy Susila MM,(Kabid Dikmen).3. Drs.AA.Ngurah Gde Sujaya.M.Pd (Staf ahli Gubernur Bali) 4. Drs. I Nym Darta,M.Pd (Ka SMA N Bali Mandara),5 Ir. I Nym Gede Pujawan ( Perencana Teknis,) 6.Ari Setya Wibawa(staf).
Sebelum melihat infrastruktur kampus Losnito, rombongan pak Agung diterima oleh Pimpinan Yayasan Pendidikan Lokon dan pimpinan sekolah SMP-SMA Lokon di ruang rapat BPH.
"Meski sekolah kami sekolah negeri bukan sekolah swasta, kami sudah menerapkan sistem pendidikan berasrama" ujar Pak Agung mengawali perkenalannya di hadapan pihak tuan rumah.
"SMA Negeri Bali Mandara juga sudah menerapkan sistem SKS murni kepada para siswa-nya sehingga siswa bisa menyelesaikan studinya dua tahun. Tapi ada juga yang menyelesaikan studinya hingga 4 tahun. Kalau bapak-bapak bertanya kok sampai 4 tahun, yah itu sebenarnya masalah pribadi siswa yang terlalu asyik dengan salah satu bidang yang disukai saja dan nilai akademis belum merata untuk semua" lanjut pak Agung.
Dalam pertemuan antara YPL dan rombongan Diknas Bali, diceritakan bahwa SMAN Bali Mandara ingin studi banding terutama tentang bagaimana mengelola sekolah berasrama sekaligus fasilitasnya.
"Kami punya tanah 2 hektare akan kami khususkan untuk sekolah negeri berasrama dengan fasilitas seperti yang ada di sini" ujar salah satu Bapak yang ikut dalam rombongan saat meninjau asrama dan sporthall.
Kedatangan rombongan Diknas Bali ini juga memberi inspirasi dan masukan bagi pihak Lokon antara lain tentang kurikulum yang kombinasi dengan sistem Cambridge dengan mewajibkan siswa ikut ujian Cambridge level AS atau A.
"Kami juga menerima siswa prestasi tapi tak mampu secara ekonomi. Sistem seleksi siswa juga ketat dan melewati 4 tahap seleksi yaitu nominasi, administrasi, tatap muka dan verifikasi" ungkap pak Agung.
SMAN Bali Mandara boarding school ini juga melahirkan siswa-siswa prestasi di OSN. Mengusung konsep Academic Performance dan Enriching Life Skill menjadi Profile of graduaters dari lulusan SMA ini.
Kunjungan rombongan diakhiri dengan keliling kampus. Terima kasih Bapak Agung dkk yang berkenan mengunjungi sekolah kami.
Posted via Blogaway
17 Maret 2014
Pemenang Lomba Matematika dan IPA Tingkat SD Se-Sulut
LOSNITO - Yayasan Pendidikan Lokon, SMP-SMA Lokon untuk ke sekian
kalinya menyelenggarakan Lokon Mathematics & Natural Science 2014 tingkat
SD se-Sulut (15/3). Tercatat ada 105
peserta lomba yang terbagi dalam dua bidang, Matematika dan IPA.
Enam ruangan disediakan oleh panitia untuk mengerjakan
soal-soal lomba. Setelah dibuka di Sporthall (09.00 wita) oleh Wakil dari Dinas Pendidikan
Tomohon, disaksikan Ketua Umum YPL, Ronald Korompis dan didampingi oleh Kepalas
Sekolah SMP Loko St. Nikolaus, Prof. Dr. Mezak Ratag, APU, para peserta menuju
ke ruang kelas SMP.
| Wakil Kadis Diknas Tomohon, Buka Resmi Lomba |
Tampak para peserta dengan tenang dan serius mengerjakan
soal-soal yang diberikan oleh panitia. Setiap ruangan diawasi oleh seorang guru
dan siswa SMP Lokon. Ini dilakukan supaya pengerjaan soal-soal dilakukan dengan
jujur. Dari pkul 10.00 hingga 12.00, para peserta mengerjakan soal.
Setelah batas waktu pengerjaan soal selesai, peserta yang
didampingi oleh orang tua dijamu makan siang sambil menunggu pengumuman juara.
Berikut ini hasil lengkap pemenang lomba Matematika dan IPA
se-Sulut.
| Salah Satu Peserta Mengerjakan Soal Lomba |
Matematika:
Gold : (1) Prayer Kumontoy, SDN 4 Tondano, (2) Nadya
Tagara, Sekolah Karya Anak Bangsa, (3) Jonathan Liu, SD GMIM 4 Tomohon.
Silver: (1)
Chintami Masela, SD St. Clara Tomohon; (2) Joel Rumampuk, SD 37 Karangetan; (3)
Charisse Awa, SD GMIM 4 Tomohon, (4) Brigita Pangemanan, SD Katolik 1 Tomohon.
Bronze: (1)
Davida Wenas, SD. GMIM VI, Tomohon (2) Angelo Kilis, SD Inpres Lahendong, (3)
Shelomita Walujan, SD Kat 13, St. Paulus Manado, (4) Vanesa Lorent, SD Dobos
Bitung, (5) Sahat Sitorus, SD Dobos Bitung.
Ilmu Pengetahuan Alam:
Gold: (1) Krista Sitorus, SD GMIM Kinilow; (2)
Brigita Walujan, SD. Kat IV Dobos Bitung; Michelle Kainde, SD St. Clara
Tomohon.
Silver: (1)
Fabian Suherman, SD Kat St. Yohanes, Tomohon; (2) Oktavia Sengkey, SD GMIM
V Tomohon; (3) Cicilia Kirwalakubun, SD GMIM II Tomohon, (4) Nesviar Ayudakati,
SD Negeri 11 Manado, (5) Iswana Yatiqah Nayu, SD Negeri 11, Manado.
Bronze: (1) Yoseph Tarihoran, SD Kat 4 Dobos
Bitung, (2) Kathelen Londong, SD Fr Dobos Manado, (3) Godeliva Ngala, SD
Katolik 1 Woloan, (4) Verren Palit SD Katolik 1 Tomohon; (5) Vaisa Pijoh SD Kat St. Clara Tomohon, (6) Salfa Rambi, SD Inpres Lahendong, (7) Caren
Montolalu SD GMIM Kinilow.
Para juara mendapat hadiah berupa trophy, piagam, uang
pembinaan dan bea siswa pendidikan apabila yang bersangkutan melanjutkan sekolahnya
ke SMP Lokon. Hadiah diberikan langsung
oleh Kepsek SMP dan disambut dengan gembira oleh pemenang yang didampingi orang
tuanya masing-masing dan guru pendamping.








.jpeg)




