Tes Masuk siswa baru SMP LOKON & SMA LOKON berasrama Tahun Pelajaran 2017/2018 telah dibuka.

SMA Lokon Sabet Juara Umum Atletik Tomohon

"Kejuaraan ini bertujuan untuk mencari bakat-bakat anak muda di bidang atletik untuk diperhatikan dan dibina oleh PASI Tomohon.

Retret Kelas XII SMA Lokon di Alamanda Retret

Semua kelas akan dibimbing oleh Pst. Adam OCD dan didampingi oleh Guru BK dan Pamong asrama.

Lokon Cup 2k17, Siap Digelar 5 Juni

Ada tiga cabang olah raga yang dipertandingkan dalam Lokon Cup 2k17, yaitu Basket, Dance dan Drumbattle

Penamatan 121 Siswa SMA Lokon

MA Lokon St. Nikolaus Sabtu siang ini (6/5/2017), berhasil menamatkan 121 siswa angkatan ke 13 atau Angkatan Bravery.

Tim OSN SMAN Lokon, Maju ke Provinsi

Berikut ini 15 siswa-siswi SMA Lokon yang mengikuti seleksi Olimpiade Sains Tingkat Provinsi Tahun 2017.

25 September 2013

Nota Kesepakatan Antara YPL dan CGI-EGI Oregon State USA



LOSNITO - Dua siswa SMP Lokon dan tiga siswa SMA Lokon beserta staff YPL sudah menunggu di pintu kedatangan bandara Sam Ratulangi Manado. Menjelang malam tiba, Kamis (19/9) mereka siap menyambut kedatangan delegasi dari Oregon State USA.

Tak lama kemudian setelah terdengar pengumuman bahwa Batik Air baru saja mendarat, rombongan Oregon keluar dari pintu kedatangan. Suasana penyambutan tampak meriah. Owner dan sekaligus Ketua Umum YPL ikut dalam rombongan.

Setelah semua dipastikan masuk ke bus biru, rombongan bergerak ke Restoran Bumi Beringin yang berada di atas bukit dengan view kota Manado.



Acara inti terjadi pada esok harinya, Jumat siang pukul 14.30 wita di minitheatre SMA Lokon. Tim Oregan itu terdiri dari The Cultural Gateways Incoporation (CGI) dan Education Gateways International (EGI).

"YPL dalam mengelola SMP/SMA Lokon, selalu menekankan pendidikan yang terbuka pada dunia International dan ini demi terwujudnya kualitas pendidikan di Sulut" ujar Jimmy Wewekang, Ketua Harian YPL.




"Kemarin 20 September 2013, Yayasan Pendidikan Lokon/YPL dan The Cultural Gateways, Inc (CGI) dan Educational Gateway International (EGI) dari Oregon State, USA menandatangani Nota Kesepakatan untuk pertukaran budaya dan pendidikan. Kerjasama ini memberikan peluang bagi anak anak dan guru guru SMP dan SMA Lokon St Nicolaus untuk dapat mengikuti program pedidikan dan pertukaran budaya baik jangka pendek maupun jangka panjang di high school di Oregon State USA. Kami memang selalu mendorong supaya semua anak anak dibawah naungan YPL boleh mendapat pengalaman international supaya mereka dapat lebih siap untuk bersaing secara global" lanjut Jimmy W.

Monitoring dan Evaluasi Badan Pengurus LPMAK di Manado



LOSNITO - Siang itu, langit di sekitar Gunung Lokon cerah dan terasa menghangat di badan. Sesudah makan siang, tiga bus biru meluncur ke Kalasey, Manado. Dua bus membawa para siswa SMA Lokon dan satu bus membawa khusus untuk siswa SMP.

Masih menggunakan seragam OSIS, para siswa menuju ke Manado untuk mengikuti pertemuan dengan Badan Pengurus LPMAK yang datang untuk mengadakan monitoring dan evaluasi terhadap para penerima beasiswa LPMAK.

Pak Titus Kemong, melaporkan bahwa sampai sekarang ini di kota studi Manado tercatat, “Ada 13 mahasiswa Unima (calon-calon guru), 22 mahasiswa UNSRAT, 20 mahasiswa Unklab, 40 mahasiswa Unika De Lasalle, 72 siswa SMA Lokon, 26 siswa SMP Lokon, 34 siswa SMA Advent Tompaso dan peserta umum 12 mashasiswa”. Kalau dijumlah semuanya menjadi 329 siswa. Dan sebentar lagi (Oktober awal) ada tambahan 14 siswa yang belajar ke SMP Lokon.


Dari jumlah itu, pengiriman siswa SMP baru pertama kali terjadi pada tahun ini. Ke depan program siswa SMP ini akan terus berlanjut hingga suatu saat tidak perlu lagi mengirim siswa tingkat SMA lagi dengan alasan sudah ada siswa yang lulus dari SMP.

Badan Pengurus LPMAK yaang hadir dalam pertemuan itu adalah Bp. Yohanes, Bp. Ferry Robot, Bp. Emanuel Kemong, Bp. Titus Kemong, Bp. Abraham Timang Dan Bp. Lesubun, Sekretaris Bapeda Serta MC Fabian Magal.

Bapak Lesuhun (52 th), menyelesaikan SMP di Kokonao, lalu sekolah SPG di Jayapura, dengan bea siswa Keuskupan melanjutkan diploma musik di Yogyakarta. Setelah lulus diploma, lalu tugas di Wamena untuk mendampingi masyarakat dan menjadi guru. Sambil mengajar, beliau menjadi mahasiswa Universitas Terbuka hingga 1996 di wisuda di Jakarta. Setelah wisiuda lalu menjadi kepala sub pendidikan dasar di P dan K. Setelah 30 tahun di Wamena kemudian minta pindah ke Mimika ke kampung halaman. Sambil bekerja, beliau mengikuti pendidikan S2 di Universitas Cendrawasih, Jayapura untuk meraih gelar Magister Managemen Pendidikan. Dan lulus. 


(1)    If you don’t change, you die. Apabila anda tidak berubah, anda sudah mati. Berubah bagian dari kehidupan, tak ada kemajuan tanpa perubahan.

(2)    Orang yang berhenti belajar, dia pemilik masa lalu. Orang yang terus belajar adalah pemilik masa depan. Tak ada pintu lain selain belajar. Waktu tidak berubah nasib, yang merubah nasib adalah diri kita sendiri. 



Ingat, para siswa mempunyai tanggung jawab berat untuk membangun daerah sendiri dengan cara menjadi siswa-siswa yang produktif. Dari laporan dari berbagai kota studi, tak sedikit para siswa yang mengalami prioritasnya studi telah membias. Berimbasnya prioritas diri ke mana-mana karena pengaruh pergaulan dan lingkungan bisa berakibat gagal dalam menyelesaikan pendidikan.

"Lingkungan dan teman itu seperti cermin. Lihatlah wajahmu dalam cermin itu. Sebaik-baiknya wajahmu, seganteng apapun atau secantik apapun, kalau kau bercermin pada cermin yang rusak maka jadinya bengkok-bengkok. Kau bisa rusak karena lingkungan dan pergaulan. Jika anda gagal krena rusak diri dalam belajar maka betapa mahalnya untuk memperbaiki. Berapa juta rupiah yang terbuang percuma karena ada siswa yang gagal dalam menyelesaikan pendidikan" ungkap motivator.

Trilyun-an rupiah sudah dikeluarkan untuk pendidikan setiap tahun bagi generasi muda Papua. Dan habis dalam waktu lima jam per hari dari jam 7 hingga jam 12. Lalu, 19 jam sisa menjadi ancaman bagi orang Papua. Kami kalah bukan karena akademi tetapi kami kalah karena sistem. Generasi muda harus kita amankan selama 24 jam per hari dengan ada yang bertanggungjawab dan mendampingi. Dan itulah yang dilakukan oleh LPMAK.


Nasehat lain yang perlu diingat oleh dalam belajar, para penerima bea siswa harus jalan terus sampai waktu habis dengan jelas. Kalau lima tahun ya diselesaikan dengan lima tahun jangan diperpanjang. Kalau bisa akselarasi, ya akselerasi untuk mempercepat waktu studi.
Ingat, kita sudah capek ketinggalan dengan yang lain maka selesaikan masa bekajar anda tepat pada waktunya karena persaingan kerja bukan hanya dari Papua tetapi seluruh Indonesia.

Setelah tanya jawab, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan setelah selesai lalu pulang.

15 September 2013

Indahnya Letusan Gunung Lokon



Letusan 10 September 2013 pukul 06.30 wita
LOSNITO - Kejadian meletusnya Gunung Lokon memang harus diwaspadai oleh semua pihak termasuk seluruh Civitas Academica Lokon, sesuai dengan status gunung itu yang saat ini dikategorikan siaga waspada.

Dampak yang paling kuatirkan adalah hujan abu vulkanik yang menimpa di daerah Kakaskasen termasuk komplek persekolahan SMP/SMA Lokon St. Nikolaus. Kendati sudah ada pelatihan tanggap darurat namun kewaspadaan selalu nomer satu dan mengutamakan keselamatan (safety first).


Selama ini hujan abu pernah menimpa kompleks sekolah namun kemudian bisa diatas dengan dibersihkan. Lebih sering dibantu dengan hujan setelah meletus dan mengeluarkan hujan abu. Selama ini belum sampai mengalamai keparahan akibat letusan Gunung Lokon yang jaraknya kurang dari 10 km.

Di sisi lain, setiap kali Gunung Lokon menjadi tontonan yang istimewa dan langka bagi para penghuni kompleks sekolah Lokon dan masyarakat sekitar. Lebih khusus parang "tukang kuti" (fotografer) tak mau ketinggalan untuk mengabadikan peristiwa letusan itu dengan kameranya.

Berikut silahkan melihat foto-foto hasil jepretan trilokon (www.kompasiana.com/losnito)





03 September 2013

Soft Opening LOKON HOTEL SCHOOL (LHS)



LOSNITO -Hujan gerimis disertai udara yang sejuk mengiringi acara Soft Opening Lokon Hotel School, Senin (2/9) di kompleks Lokon Resort Tomohon, Sulawesi Utara. “Hujan bukan menjadi halangan tetapi merupakan hujan berkah?” ujar Pastor Prof. Dr. Jong Ohotimur MSC, menenangkan hati hadirin yang mengikuti ibadah di bawah 4 tenda putih.

Kompleks LHS

“Asal kata Hotel, dari kata bahasa Perancis Hostel, yang berarti menyediakan tempat istirahat bagi para tamu yang akan menginap. Kata Hostel terkait dengan kata Hospitality atau keramahtamahan. Hospitality terkait dengan Hospital (Rumah Sakit), Hostel, dan Hotel. Apapun yang terkait dengan Hospitality, selalu mengedepankan sikap ramah tamah, sikap innerself seseorang. Ramah tamah sendiri muncul karena kebaikan hati orang. Karena itu, Lokon Hotel School tak lain adalah pendiidkan yang berbasis pada kebaikan untuk mencetak tenaga-tenaga terampil di bidang keramahtamahan yang dibutuhkan oleh industri pariwisata dan perhotelan” lajut Pastor Jong.


Acara soft opening LHS siang itu, melibatkan Pemkot Tomohon yang diwakili oleh Kadis Pendidikan, Ibu Dolvien Kawur, Kadis Budpar Bp. Mogi, Polres Tomohon, yang diwakili Kapolsek Tomohon Tengah. Tak hanya itu, Dekot Tomohon, Bp. Andy Sengkey, Bp. Marthen Manoppo dan Owner serta Ketua Yayasan Pendidikan Lokon, Bp. Ronald Korompis juga ikut mendukung berdirinya sekolah perhotelan dan pariwisata LHS yang pertama di Tomohon.

“Saya sangat bangga dan memberikan apresiasi tinggi kepada Keluarga Korompis Wewengkang yang memiliki komitmen dalam bidang pendidikan. Kehadiran Lokon Hotel School adalah jawaban dan antisipasi nyata untuk menyiapkan sumber daya manusia yang handal dan terampil dalam mengelola sektor perhotelan dan pariwisata, sehingga anak-anak Tomohon dan Sulut bisa menjadi pemain dalam kompetisi global. Sebab, tantangan global di dunia pendidikan pariwisata bukan akan terjadi melainkan sudah ada di Kota Tomohon” kata Ibu Dolvien Kawur, Kepala Dinas Pendidikan dalam sambutannya sebelum memotong tumpeng tanda dimualai proses pembelajaran LHS.

Simbul Tiga Jari, Simbol Entrepreneur

Lokon Hotel School (LHS) is a unique hospitality training school covering all aspects of from product to service. Profesional and practicioner lecturers such as hotel managers or chef are ready to share their knowledge.

Program yang ditawarkan kepada para mahasiswa ada 4 bidang yaitu, Room Division Program, Food & Beverage Service Program, Food Production Program dan Tourism Business Program.


“Setelah lulus dari LHS, setiap siswa bisa menjadi fornt office, chef, bisa bisnis kuliner sendiri, bisa bekerja di hotel dan restoran dalam dan luar negeri. Tak hanya pandai tetapi yang utama adalah lulusan LHS menghasilkan tenaga yang siap diserap oleh dunia industri perhotelan dan pariwisata” kata Dr. Bambang Hermanto, Direktur Eksekutif LHS sekaigus owner SHS (Surbaya Hotel School).

Dalam kesempatan itu, pak Bambang memperkenalkan staf-stafnya. Direktur Pendidikan atau umum disebut Kepala Sekolah dipegang oleh Nicholaus Sutanto. Sedangkan Direktur Humas dan Umum dipercayakan kepada Ir. Jimmy Wewengkang, MBA dan Ibu Irawaty Irawan memegang Manager LHS dan Lokon Resort.



Mahasiswa Angkatan pertama LHS berjumlah 50 siswa untuk empat bidang program yang akan diselesaikan dalam waktu 6 bulan. Penambahan waktu studi bisa terjadi jika yang bersangkutan diterima untuk training ke luar negeri.

Hari Selasa (3/9) ini adalah kuliah perdana bagi para mahasiswa LHS yang bersemboyan “For a Better Future”. Acara soft opening LHS ditandai dengan pemberkatan ruang kelas dan kompleks oleh Pastor Jong MSC dan Harry Singkoh MSC.


Tarian Maengket dari Kakaskasen Dua dan Unima Choir ikut memeriahkan acara soft opening. 

Ibu Ira dan Pak Bambang, Penggagas LHS

Hadirnya LHS di kota Tomohon akan memberikan kontribusi bagi penuntasan angka pengangguran dan memberikan lapangan kerja yang menarik bagi anak-anak muda di Tomohon. Sebab, setiap insan didik dan dilatih untuk siap bekerja pada bidangnya. “Lokon Hotel School hadir di Tomohon untuk memajukan pendidikan bermutu di bidang perhotelan dan pariwisata, caranya dengan menyiapkan generasi muda yang siap bekerja dengan ketrampilan yang bermutu, “ ujar Jimmy Wewengkang, Direktur Humas dan Umum LHS.